Soal Yang Menarik

#Yuki 39

Ujian percobaan, atau dalam bahasa inggrisnya, Try Out, juga diujicobakan kepada kami, para perawat Indonesia yang sedang berusaha memperoleh lisensi di Jepang.

Hanya saja, namanya pun berubah, Mogishiken, artinya? Ya sama saja.

Mogishiken yang pertama diadakan pada bulan juni kemarin. Hasil saya? Masih amburadul, haha. Untuk mencapai target lulus ternyata masih jauh.

Lalu mogishiken yang kedua dilaksanakan bulan ini. Beberapa teman ada yang sudah, termasuk saya. Beberapa mungkin ada yang belum, karena tergantung dengan kesepakatan pihak RS masing-masing.

Susah? Jelas. Namun setidaknya ada peningkatan, Insyaallah. Mengingat ujian masih sekitar 6 bulan lagi, jadi membaca materi, mengerjakan soal, evaluasi, bertanya saat belum paham, adalah rutinitas kami sehari-hari.

Setelah mengerjakan soal-soal mogishiken yang kedua ini, ada 2 soal yang menarik perhatian saya.

Kali ini saya tulis satu dulu, yang satu ntar lain waktu.

Soal yang masuk ke dalam kriteria soal kasuls ini, saya pikir tidak akan muncul selain di negara empat musim, khususnya Jepang.

Seperti apa soalnya? Saya akan tulis berupa huruf kanji dan artinya.

Soal ke 118, ujian mogishiken sesi pagi.

Aくん(10歳、男児) は一型糖尿病で、両親と3人暮しである。糖尿病サマーキャンプにも参加し、インスリン注射をAくん自身で持っていた。ある日、震度6の地震が起こり、その数日後にさらに大きな本震が起こり、Aくんの家は倒壊してしまった。Aくん家族は、インスリン投与に必要な物品を持ち、近くの小学校に避難した。その日の夜は、配給された水とおにぎりを食べて寝た。インスリン注射もいつもどおりAくんが実施した。翌日、災害支援チームが避難所を訪問し、被災者の健康状態を確認した。

Artinya,

Anak A, usia 10 tahun, laki-laki, mengidap penyakit diabetes tipe 1, hidup bertiga dengan kedua orang tuanya.

Dia mengikuti perkemahan musim panas untuk penderita diabetes, serta anak A membawa suntikan insulin untuk dirinya.

Suatu ketika, terjadi gempa dengan kekuatan shindo 6 (ukuran kekuatan gempa Jepang), disusul beberapa hari setelah itu terjadi lagi gempa yang lebih besar. Rumah anak A roboh.

Anak A dan keluarganya mengungsi ke gedung SD terdekat. Malamnya, setelah makan onigiri dan minum air dari jatah yang dibagikan, kemudian tidur.

Untuk penyuntikan insulin, seperti biasa, dilalukan oleh anak A sendiri. Hari berikutnya, datanglah tim penanganan bencana untuk memeriksa kesehatan para pengungsi.

Saya hanya berfikir, ini soal tentang diabetes tipe 1, diderita anak kecil, dihubungkan sama bencana alam. Alamak, kompleks banget.

Nah, pertanyaannya adalah,

Ketika tim tanggap bencana datang, ibu dari si anak menyampaikan bahwa anak A merasa menderita akibat penyakit diabetes tipe 1 yang dideritanya ditambah selalu melakukan suntik insulin secara mandiri.

Sebagai perawat yang ikut menangani kejadian bencana, tindakan yang paling tepat untuk menangani kejadian tersebut adalah?

A. Karena keadaan darurat, maka segera menyarankan untuk ke rumah sakit.

B. Memastikan lingkungan yang memungkinkan agar anak A bisa melakukan suntik insulin secara mandiri.

C. Karena makanan di tempat pengungsian terbatas, maka mengingtruksikan agar menghentikan suntik insulin.

D. Dengan memperhatikan tingkat stress yang ada di tempat pengungsian, maka menyarankan agar ibunya saja yang menyuntik

Ada yang sudah punya jawaban?

Sapporo, 10 Agustus 2017. 22.00 waktu setempat.

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s