Asem Manis Ngurus Perpanjangan Paspor di KBRI Tokyo

#Yuki 42

Iya, Tokyo. Saya harus kembali lagi ke kota ini lantaran harus memperpanjang paspor, eh, memperbarui paspor yang sebentar lagi memasuki masa injury time, haha.

Harusnya bulan juli kemarin selesai. Harusnya. Jadi rencananya pas ada pelatihan di Tokyo, mau nambah sehari buat sowan ke KBRI.

Hanya, dari pihak RS saya tidak mengijinkan. Karena saya biasanya datang sehari sebelum pelatihan, dicarikankah tiket paling pagi, yang mengharuskan saya berangkat jam 5 lewat dari asrama.

Lah dalah. Saya juga gak tahu, pihak RS juga tidak menyadari. Ternyata hari itu adalah 17 juli yang merupakan hari laut, alias tanggal merah.

Alamak!!!

KBRI pun tutup. Saya pun akhirnya jalan-jalan ke Asakusa dan mampir ke TKC tempat pelatihan teman-teman EPA 10.

Untung sih untung, bisa jalan-jalan. Tapi urusan paspor saya jadi kacau.

Karena bulan september ini mau mudik (ehem), akhirnya saya cari info di internet, tentang paspor yang masa aktifnya kurang dari 6 bulan.

Sekali klik, bertebaranlah informasi yang hampir 90% membuat saya semakin was-was.

Lah gimana tidak, banyak yang bilang kalau masa aktif kurang dari 6 bulan, bakal bermasalah di bagian imigrasi, dan ada juga yang tidak boleh lewat gerbang imigrasi, alias tidak boleh ikut terbang.

Lah masak tiket pesawat yang harganya hampir bisa dibuat beli sepeda motor “beat” baru harus hangus gara-gara paspor yang sudah masuk injury time?

Saya kontak pihak KBRI, lalu saya mendapat informasi kalau tidak ada masalah selama paspor masih “hidup”.

Hanya saja, saya terlanjur khawatir, dan kebayang kalau tiket hangus. Itu beneran gak lucu kalau terjadi.

Akhirnya, saya bilang kepada pihak rumah sakit tentang keresahan saya itu. Lah kan juga karena mereka juga, wong saya sudah minta tambahan sehari buat mengurus paspor tapi tidak diijinkan.

Sebelum ijin keluar, saya sudah membayangkan harus membeli tiket pesawat PP yang tidaklah murah. Karena memang biasanya ke Tokyo buat pelatihan itu tiketnya ditanggung.

Ya sudahlah. Setelah mengingat, menimbang, memperhatikan, kemudian saya memutuskan, toh memang saya harus ke Tokyo, dengan catatan, uang jajan dan tabungan saya harus kepotong. Lah, daripada gak bisa mudik? Haha.

Akhirnya, ijin saya dapat beserta tiket PP Sapporo-Tokyo dari RS (Alhamdulillah, langsung sujud syukur).

Ternyata, mereka merasa bersalah saat bulan juli kemarin gak ngasih ijin, dan sebagai gantinya saya dibelikan tiket, hehe.

Segera saya cek kembali “uborampe” yang akan saya bawa ke Tokyo. Yaitu, paspor lama, fotokopi KTP Jepang (zairyoukaado), fotokopi akta lahir, fotokopi ijazah terakhir, dan foto 3×4 1 lembar.

Ada persyaratan tambahan berupa fotokopi surat nikah, tapi karena saya belum punya ya akhirnya tidak bawa, hehe.

Sampai di Tokyo, saya nginep di tempat teman. Kalau di hotel mahall.

Lalu jumat pagi, seminggu kemarin, segera ke KBRI Tokyo di daerah Gotanda, dari stasiun Meguro juga dekat.

Nah, enaknya kalau di Jepang, kita tidak perlu ngambil paspor kalau sudah jadi, karena jarak jauh tentu.

Masa iya saya harus ke Tokyo lagi hanya buat ngambil paspor, mahal bro!

Sebagai gantinya, kita diharuskan membeli letterpack (ada di foto) seharga 510 yen, berwarna merah (padahal saya mau beli yang 310 yen, berwarna biru, yang murah, eh, ternyata gak boleh).

Jadi, kita tinggal menulis nama dan alamat yang dituju. Kalau paspor sudah jadi, maka akan dikirim dari KBRI ke tempat tinggal kita.

Setelah semua lengkap, datanglah saya ke KBRI. Eh, ternyata belum buka. Karena hari jumat, baru jam 09.30 bukanya.

Setelah buka dan ambil nomor antrian, saya legaaaa, karena dapat nomor antri kedua dari dua orang yang datang buat perpanjang paspor.

Saya dikasih formulir buat diisi, dan menunggu si bapak-bapak nomor undian 1 yang juga sedang nulis.

Cukup lama bapak itu nulis, dan saya sudah selesai. Akhirnya saya malah dipanggil duluan, setelah sebelumnya saya ijin ke bapak itu untuk mendahului dan diperbolehkan.

Diawali wawancara, tanya jawab seputar paspor, pekerjaan, kegiatan selama di Jepang, lalu dilanjutkan pencocokan data, foto dan perekaman sidik jari secara biometrik, dan selesai!

15 menit saja! Selesai!

Si ibu-ibu yang mewawancarai saya, sekaligus mengurus perpanjang paspor itu bilang, kalau lancar, Insyaallah tidak sampai seminggu paspor akan sampai.

Alhamdulillah. Semoga lancar semuanya, harapan saya.

Perpanjangan selesai, lalu saya berkesempatan mengunjungi masjid Indonesia yang ada di komplek SRIT Tokyo.

Lalu jalan-jalan ke Shin Okubo buat nemeni belanja Said, ke toko Indonesia buat nyetok bahan makanan.

Urusan di Tokyo selesai, kemudian saya kembali ke Sapporo.

Alhamdulillah, selasa kemarin, paspor saya sudah masuk kotak surat di asrama.

Ah, benar-benar pengalaman baru. Serta saya pun tenang menunggu waktu mudik yang Insyaallah di akhir bulan ini…

Sapporo, 1 September 2017. 14.17 waktu setempat.

Selamat hari raya idul adha buat semua, btw, ada yang nyate hari ini?

Uki

 

Foto Arsyad Syauqi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: