​Uki, Sebuah Nama dan Musim…

25 Mei

#Yuki 28
Cukup menarik ketika ada beberapa pasien yang menanyakan tentang nama saya,

“Uki wa nan no myouji desuka?” Tanya pasien beberapa waktu yang lalu.

Artinya, “(nama) Uki itu dari marga apa?”..

Karena memang nama yang tertera di kartu pengenal saya adalah “Uki”, ditulis dengan huruf katakana, dan dibawahnya ada nama depan saya, yaitu Arsyad.

Nama panggilan ini saya pilih karena orang Jepang mudah mengucapkannya, kalau nama depan saya (yang dikira nama keluarga), agak susah. Arsyad, ketika ditulis pakai katakana, jadi “Arusyado”, malah jadi aneh, haha.

Nah, umumnya, di tanda pengenal teman-teman saya, tertulis nama depan atau nama keluarga yang dalam bahasa Jepangnya disebut “myouji” (名字) atau marga, dalam bahasa Indonesianya.

Misalnya, nama-nama keluarga yang banyak adalah, Sato, Shimada, Ishikawa, Yamada, dan lain-lain.

Kalau diartikan, mungkin terdengar menarik bagi orang Indonesia. Misalnya, Sato artinya gula, Shimada artinya pulau dan sawah, Ishikawa artinya batu dan sungai, serta Yamada adalah gunung dan sawah.

Kebanyakan nama marga Jepang adalah berkaitan dengan alam, karena itu sudah terbentuk sejak nenek moyang mereka dulu.

Ketika sekilas melihat nama saya, beberapa ada yang paham dan langsung menanyakan saya berasal dari mana.

“Uki san wa doko no kuni kara kimasitaka?” Yang artinya, Uki berasal dari negara mana?

“Indonesia desu..” Dari Indonesia, jawab saya.

Setelah itu, biasanya mengalir satu dua pertanyaan tentang Indonesia.

Kadang, ada yang bilang, bahwa kalau ke Indonesia belum pernah, tapi ke Bali sudah beberapa kali, hiya… (Saya saja belum pernah ke Bali, eh)

Dikira Indonesia itu cuma negara yang terdiri atas satu pulau besar saja, layaknya Australia.

Lalu obrolan berlanjut tentang Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sama seperti Jepang, dan sebagainya.

Dan yang sering dibahas adalah tentang musim. Mengapa?

Uki, dalam bahasa Jepang, memiliki beberapa arti. Kaitannya dengan musim, kosakata “Uki” (雨季) berarti musim hujan.

Haha, awal saya tahu tentang hal ini, saya kira itu kosakata yang menarik. Ternyata, orang Jepang sendiri kurang menyukai hujan.

Kalau di Indonesia, ada dua musim. Yaitu musim hujan, bahasa Jepangnya “Uki” (雨季) dan musim kemarau, bahasa Jepangnya “kanki” (乾季).

Jadi, di negara kita, kalau gak hujan ya panas, sudah, itu memang yang telah diatur oleh Sang Maha di negara yang berada di jalur khatulistiwa.

Kalau mau melihat salju, bisa sih, tapi harus ke Puncak Jaya Wijaya di ujung timur dulu.

Nah, disini, ada empat musim. Musim semi atau “haru” (春), musim panas atau “natsu” (夏), musim gugur atau “aki” (秋), serta musim dingin atau “fuyu” (冬).

Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita, orang Jepang sangat antusias betul melihat perkiraan cuaca, baik informasi di tivi maupun di internet.

Bagi mereka, pembicaraan tentang cuaca adalah seperti kalau kita bicara tentang naik turunnya harga cabe. Lumrah.

Kalau orang kita, yang terbiasa dengan masakan pedas, apapun jenis masakannya, akan terasa susah kalau musim lagi kurang bersahabat dan harga cabe meningkat.

Bagi orang Jepang, akan terasa susah kalau pas libur kerja, eh, sudah tahu kalau hari itu cuaca sepertinya akan kurang bersahabat.

Jadi, pembicaraan seperti berikut akan terdengar lumrah disini,

“Wah, senangnya, minggu depan pas libur cuacanya cerah seharian…”

atau,

“Yah…sabtu depan pas libur, bakal hujan dari pagi sampai sore..” Sambil memasang muka murung..

Karena ketika cuaca cerah adalah salah satu anugrah disela-sela kesibukan kerja yang bikin snewen.

Ketika cuaca cerah, mereka bisa jalan-jalan bersama keluarga, atau bisa melakukan kegiatan apa saja di luar ruangan.

Kalau hujan, ya pasti bakalan di rumah saja, hanya saja mereka gak bakal bikin indomie rebus pedas dengan telur dobel, karena itu bukan budaya mereka, hehe.

Nah, loh, musim di Jepang kan ada empat saja, kapan ada hujannya?

Saya juga dulu berfikir seperti itu.

Ternyata, selain musim dingin, hujan bisa turun di dalam 3 musim lainnya.

Dan uniknya, nama-nama hujan di setiap musim juga berbeda-beda.

Bicara soal musim hujan, atau “Uki”, ada teman yang bikin joke atau lucu-lucuan.

“Mukasi kara Hokkaido ni uki wa arimasen. Kyonen no juuni gatsu kara Hokkaido ni uki ga kimasita..”

Artinya,

Dari dulu, tidak ada “Uki” (musim hujan) di Hokkaido. Tapi sejak bulan desember tahun lalu, ada Uki (nama saya) datang ke Hokkaido.

Entah, ternyata itu lucu bagi mereka, haha.

Sapporo, 26 Mei 2017. 01.10 waktu setempat.

*Insyaallah nanti malam kita bakal mulai tarawih, baca niat puasa, serta sahur, semoga puasanya lancar bagi teman-teman semua…

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: