​Sakura dan Zona Waktu

13 Mei

#Yuki 23

Beberapa kali saya pernah ditanya oleh teman maupun kenalan yang ketemu di dunia maya,

“Mas, gimana caranya agar bisa cepat menguasai bahasa Jepang?..”

Cara cepat menguasai bahasa jepang? Batin saya.

Hmpt, saya bingung, lantas pertanyaan tersebut pun bertepuk sebelah tangan, belum saya jawab hingga saat ini.

Memang, beberapa teman yang pernah melihat saya menulis menggunakan huruf kanji di media sosial, mungkin saja beranggapan kalau saya sudah jago berbahasa Jepang.

Jago? Duuuh, masih jauh betul saya dari kata itu.

Dari pertanyaan teman saya itu, menjadikan saya mengingat-ingat bagaimana perjalanan saya dalam memulai belajar bahasa yang baru ini.

Kurang lebih dua tahun lalu, saya mulai berkenalan dengan bahasa Jepang. Mulai dari tingkat paling dasar, baca tulis huruf hiragana!

Saat itu pun, susahnya minta ampun. Sudah hafal huruf hiragana AIUEO, kemudian lanjut belajar huruf selanjutnya, eh, yang dipelajari kemarin lupa.

Apalagi saat sudah masuk ke huruf katakana dan kanji, benar-benar seperti main puzzle, campur aduk gak karuan.

Apakah saya pernah frustasi dan down dalam belajar?

Seperti kebanyakan para pembelajar pada umumnya, saya pun pernah merasakannya.

Saya pernah berada di sebuah kelas dengan orang-orang yang memiliki level pemahaman yang luar biasa cepat.

Sesaat setelah diajarkan beberapa pelajaran oleh sensei, mereka pun mengangguk, atau ber “oh..” pelan, tanda paham.

Lah saya? Diulang hingga beberapa kalipun rasanya belum paham-paham. Ketika bertanya lagi, malah seakan “menghambat” yang lain dalam belajar. Akhirnya, saya memutuskan bertanya di luar kelas.

Sebagai manusia normal, wajar kalau kadang muncul pikiran, “Saya ini yang terlalu bodoh, atau memang mereka yang terlalu pintar..”

Celakanya, semakin memikirkan hal itu, bukannya membuat semangat belajar menjadi baik, eh, malah menjadi down!

Lantas, solusinya bagaimana?

Tiap orang memilki zona waktunya masing-masing.

Pemahaman seperti itu datang setelah saya membaca artikel yang menyebutkan hal serupa. Sederhananya begini, kita bisa lihat bersama.

Ada orang yang dalam usia mudanya sudah jadi pengusaha besar, juga ada yang baru menjadi pengusaha di usianya yang sudah menginjak 70 tahun.

Ada juga yang menjadi profesor di usia 30 tahun, namun ada juga yang baru meraih gelar tersebut di usia 50 tahun.

Ada orang yang ketika sekali membaca, langsung “nyantol”, lalu ada juga yang perlu membaca 10 kali lebih baru paham.

Apakah yang terkesan “lambat” itu kurang baik?

“Walaupun kecepatannya berbeda, hasil akhirnya tercapai kan?” Jawab sensei saya di Jakarta dulu.

Layaknya Sakura di Hokkaido, walaupun mekarnya “telat” dibanding daerah-daerah lain di Jepang (Apalagi di Okinawa yang mekarnya bulan febuari), hasil akhirnya nyatanya tetap memberikan keindahan bagi sekitarnya.

Menanti mekarnya sakura di Hokkaido memang perlu bersabar lebih, begitu juga dalam belajar.

Setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Asalkan terus bergerak, asalkan tetap belajar, saya yakin suatu ketika masing-masing akan sampai di zona waktunya.

Jalan memang terjal, rintangan memang pedih tak terperi, tapi setidaknya, dari bunga sakura kita bisa belajar.

Setelah daun-daunnya gugur, seakan meranggas, lalu di terpa “gila” nya musim dingin, apalagi di Hokkaido, pohonnya membeku, entah bagaimana menderitanya, tapi ketika musim semi datang, mekarnya bunga sakura seakan ingin menyampaikan kepada dunia,

“Alam memang keras, rintangan akan terus datang silih berganti, tapi lihatlah! lihatlah! ketika musim semi tiba, mekar bungaku akan menjadi saksi bahwa aku telah berhasil menghadapi semua ini!”

Jadi, bagaimana cara cepat agar bisa menguasai bahasa Jepang?

Sapporo, 27 April 2017. Selamat datang Sakura!

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: