Proses Itu Penting, Kawan…

2 Jan

#Bunka 25

“Wah, enak ya mas sekarang sudah di Jepang..” ucap salah satu teman saya ketika saling mengirim pesan beberapa saat yang lalu.

Boleh jadi, saya dan teman-teman yang sekarang berada di luar negeri, dimanapun itu, kemungkinan pernah mendapatkan pesan seperti itu.

Seketika, saya tidak langsung menjawab pesan itu. Dengan adanya pesan seperti itu, menjadikan saya merenungkan sejenak beberapa tapak perjalanan yang pernah saya lalui.

Kalau bilang enak, itu boleh jadi relatif. Seperti orang yang dipandang “kaya” secara materi oleh tetangganya, boleh jadi secara spiritual orang tersebut merasa kekurangan.

Sebaliknya, ketika ada orang yang dikira “kurang” secara materi, tetapi orang tersebut ternyata sudah “kaya” dengan kesederhanannya.

Karena sejatinya, kita hanya bisa menilai orang lain dari rupa luarnya saja.

“Mohon doanya saja, Mas. Ini juga masih proses belajar,” balas saya kemudian kepada teman saya tersebut.

Ya, kata kuncinya adalah proses. Layaknya sebuah penciptaan alam semesta yang tidak terjadi begitu saja. Bukannya Tuhan tidak mampu, tapi itu berlaku sebagai pembelajaran bagi kita bahwa proses dalam sebuah peristiwa itu penting.

Seperti yang ditulis oleh Denny Siregar dalam salah satu artikelnya, “Dari prosesnya kita bisa mengetahui hasilnya.”

Setapak demi setapak, mulai dari pengurusan berkas, menemui banyak orang, melakukan banyak hal, harus mengantri demi mendapatkan sebuah dokumen yang diperlukan, saya kira tidak hanya saya yang merasakan.

Setelah berbagai tes yang berlapis-lapis terlewati, pengumuman di sampaikan, maka pembelajaran bahasa selama setahun harus dilakukan.

Selama hampir setahun ini pun, semangat belajar yang naik turun, turut mewarnai keseharian dalam perjalanan kami.

Ketika “down” atau lagi turun semangat, saya terkadang ingat salah satu dialog dalam film Batman. Kala itu, Alfred berkata kepada Bruce Wayne, “Mengapa kita terjatuh? Karena itu adalah sebuah pembelajaran agar kita bangkit kembali,”

Lalu saya juga menemukan sebuah kalimat bagus dalam sebuah blog yang isinya kira-kira begini, “..bahwa tidak melulu keberhasilan yang perlu dirayakan, namun juga kegagalan. Karena yang lebih penting sebenarnya adalah seberapa banyak usaha kita untuk mencoba sesuatu.”

Belajar, mempraktekkan, keliru, evaluasi, mengulangi lagi, menambah pemahaman hal yang kurang, bertanya kepada sensei keesokan harinya, adalah upaya yang kami lakukan agar siap untuk terjun di tempat kerja kami sebentar lagi.

Ya, disaat teman-teman EPA angkatan 10 baru memulai perjalanan pembelajarannya beberapa hari yang lalu di Jakarta. Kami yang masuk di angkatan 9 kira-kira 2 minggu lagi akan menjalani kehidupan baru di tempat kerja masing-masing.

Sebelum itu, hari senin nanti kami akan mulai menjalani serangkaian tes akhir yang akan menjadi evaluasi kami selama 6 bulan di tempat pelatihan ini.

Mulai dari tes tertulis, wawancara, role play, serta presentasi per kelompok tentang berbagai tema yang telah dipilih, akan menjadi salah satu bagian dari proses panjang ini.

Namun, namanya perjalanan, kemanapun itu, cobalah sesekali tengok ke kiri dan kanan. Karena ternyata di sepanjang perjalanan itu terdapat berbagai hal dan tempat yang menarik yang bisa menambah semangat dan menjadikan badan lebih segar dalam menjalani hari-hari.

Seperti kelas kami yang lakukan. Sebelum ujian akhir ini, bertepatan dengan semaraknya musim gugur yang dihiasai dengan daun yang memerah di sepanjang jalan, kami bersama para sensei sejenak menyegarkan diri dengan menikmati indahnya alam Arashiyama dan Kinkakuji di Kyoto.

Apapun yang kita lakukan. Kemanapun kita pergi. Mari kita nikmati prosesnya. Mari kita nikmati perjalanannya.

Osaka, 26 November 2016, 24.00 waktu setempat
Uki

Foto Arsyad Syauqi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: