Suasana Belajar di Musim Gugur

11 Okt

#Bunka 15

Kalau ngomongin soal Jepang, tentu tidak akan terlepas dari obrolan seputar musim. Kalau di Indonesia, selain musim hujan dan musim kemarau, maka obrolan akan bergeser tentang seputar musim rambutan, musim durian, dan musim nikahan, eh.

Kalau saat musim rambutan dan musim durian, tentu harga kedua buah tersebut akan menjadi cukup murah karena berlimpah. Nah, kalau musim nikahan? Lah kok malah baper lagi ini jadinya, hehe. Sudah, sudah, kita kembali ke topik saja ya.

Saat saya menulis tulisan ini, suasana langit kota Osaka sudah gelap. Padahal waktu masih menunjukan pukul 6 lewat sedikit. Padahal, 3 bulan lalu saat saya pertama kali ke Jepang, waktu maghribnya sekitar pukul 19.30. Kalau hari ini, waktu maghribnya jam 6 lewat 6 menit. Dan waktu isya nya pukul 19.30! Mirip dengan di Indonesia ya.

Mengapa demikian?

Karena di Jepang, waktu malam dan siangnya akan berubah sesuai dengan jenis musimnya. Kalau di musim panas kemarin, waktu siangnya lebih lama dibanding waktu malamnya. Kami datang pas pertengahan bulan Ramadhan, jadi kami mencicipi rasanya puasa selama 17 jam.

Dan sekarang, musim panas telah berakhir digantikan dengan musim gugur. Jadi, perubahan waktu pun mengikuti. Semakin kesini, waktu siang dan waktu malamnya akan semakin seimbang.

Puncaknya adalah tanggal 22 september nanti. Ya, 5 hari lagi, akan ada yang namanya “Shubun No Hi”, atau dalam bahasa indonesianya, hari equinox dimusim gugur. Dengan kata lain, saat hari itu, jumlah waktu siang dan malam akan sama persis! Sama-sama 12 jam. Gimana rasanya ya? Saya juga belum pernah, hehe. Mungkin minggu depan saya akan tulis kesan saya terhadap hari tersebut.

Kalau di Jepang, “Shubun no Hi” adalah hari libur. Namun, tidak bagi kami. Di hari tersebut warna tanggalan di kalender memang merah, namun kami harus tetap menunaikan waktu belajar di kelas sesuai dengan yang telah di tetapkan. Yap, ganbarimasu!!! Toh, senseinya yang bertugas di hari itu juga tidak libur. Hanya staf kantornya saja.

Kalau di musim panas kemarin, yang terasa adalah suhu panas dengan minim angin. Jadi, kalau jalan keluar di siang hari itu rasanya kayak di angkot tapi kacanya ditutup. Orang jawa bilangnya “kayak di ungkep”, lah memang masak ayam? Kurang lebih begitulah.

Bedanya, kalau naik angkot itu kadang ada yang lupa pake deodorant, sehingga tahu sendirilah rasanya, hehe. Kalau saat musim panas disini, walaupun panas terik, namun dandanan orang-orang di jalan itu tetap rapi. Yang berjalan kaki, yang pake sepeda, semua kok kelihatan masih segar dan rapi. Jadi, sebagai pejalan kaki pun, suasananya tetap nyaman.

Dan sekarang sudah memasuki musim gugur. Artinya, sebentar lagi akan banyak peristiwa alam dimana daun-daun akan berubah menjadi merah kemudian menguning. Diantara sekian banyak pepohonan yang ada, pohon momiji (atau maple) lah yang paling terkenal. Itu loh, yang mirip dengan daun yang menjadi lambang bendera negara Kanada.

Dan salah satu spot yang terkenal adalah Arashiyama yang ada di Kyoto. Insyallah, kami akan kesana pas puncak semua daun maple itu sempurna menjadi menjadi merah sesaat sebelum ditelan oleh musim dingin. Sekitar awal bulan desember, ada yang mau ikut? Hehe.

Lah ini kok ceritanya melulu soal musim, tentang suasana belajarnya bagaimana?

Baik, baik, akan saya ceritakan juga. Berbeda dengan jam belajar di Indonesia. Saat di Jakarta dulu, setiap hari kami belajar selama 6 jam ditambah dengan jam belajar mandiri selama 1 jam. Kalau disini, jam belajar selama 6 jam setiap hari.

Dimulai dari pukul 09.15 sampai pukul 16.30 sore. Kalau di Jakarta dulu, jam istirahat siang selama 1 jam, yang dipergunakan untuk makan dan shalat dhuhur. Kalau disini, istirahat siangnya lebih lama 15 menit. Jadi, kami istirahat pukul 12.15 sampai 13.30.

Namun, minimal 5 menit sebelum pelajaran dimulai kami harus sudah sampai di ruangan, atau kalau tidak, siap-siap saja dapat berbagai teguran. Kalau di pagi hari, walaupun pelajaran dimulai pukul 09.15, namun, kebanyakan dari teman-teman sudah berada di kelas 15 menit sebelumnya untuk mempersiapkan pelajaran di setiap harinya.

Lalu, setelah pelajaran selesai di sore hari, beberapa ada yang berolahraga di “taikukan” atau gedung olahraga, ada yang juga yang keluar untuk belanja misal, ada juga yang menghabiskan waktu di kamar untuk sekedar merebahkan badan sebelum jam makan malam datang.

Di malam hari, kalau lagi penat dengan suasana belajar di kamar, maka lobi bisa jadi pilihan menarik. Layaknya sebuah hotel berbintang, suasana lobi disini sangat nyaman untuk belajar.

Namun, hal ini bisa jadi pengecualian bagi teman-teman yang memang membutuhkan suasana yang sunyi untuk belajar. Karena memang di lobi suasananya cukup ramai. Tentu ramai yang positif, karena digunakan untuk belajar.

Kalau misal hanya ingin bersantai sejenak di lobi, maka akan terdengar suara dengan berbagai bahasa disini. Karena memang tempat ini digunakan sebagai tempat pelatihan bagi orang-orang dari berbagai negara. Yang terakhir kemarin datang adalah peserta dari Nepal, yang setiap malam, bapak-bapaknya selalu mengenakan sarung dan baju kemeja ketika di lobi. Saya pikir itu dari Indonesia, eh, ternyata bukan.

“Saya lebih suka belajar disini, karena suasanya lebih nyaman. Kalau di kamar, udah sendirian, cepet ngantuknya, hehe”, celoteh teman saya pas ngobrol kemarin. Gara-gara itu, saya juga sekarang ikut belajar di lobi saat di belajar di kamar sudah penat.

Baiklah, dimanapun itu, entah di kamar atau di lobi, yang utama adalah bagaimana semangat belajar agar tetap terjaga. Kalau lagi penat, sesegera mungkin cari cara baru agar penatnya tidak bertahan lama.

Karena masa pelatihan kami juga tinggal sebentar lagi. Ya, 3 bulan lagi, pada awal musim dingin, kami juga akan memasuki babak baru!

Yaitu mengaplikasikan berbagai hal yang telah kami pelajari selama di Indonesia dan di Jepang untuk memasuki dunia kerja! Semangat! Ganbarimasu!

Osaka, 17 September 2016, memasuki waktu isya
Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: