Pesona Sebuah Pagi

11 Okt

#Bunka 18

Di balik sebuah jendela di sudut kota ini aku mulai meggerakkan jari-jemariku. Kata demi kata teruntai menjadi sebuah kalimat pengisi kemegahan sang waktu. Cerita yang tertulis adalah sebuah kisah yang akan mengabadikan dirinya sendiri. Boleh jadi seakan sirna tidak terbaca. Namun sejatinya ia akan terus ada menghiasi berbagai generasi dan zona waktu.

Awan bergerak menghiasi langit. Terkadang bergerak pelan dengan putih anggunnya. Terkadang berpusar cepat dengan warna kelamnya. Seakan sebuah penegasan terucap tanpa suara. Perubahan akan selalu ada. Perubahan akan selalu menghiasi setiap peristiwa.

Layaknya sebuh perjalanan musim yang silih berganti. Beku dan kelamnya musim dingin akan terganti dengan cerianya musim semi. Kemudian disambut panas menyengatnya musim panas. Tidak lama kemudian hawa sejuk datang bersama dengan perubahan warna daun di musim gugur. Lalu kembali lagi mereka meranggas. Daun-daunnya rontok untuk kemudian bersatu kembali dengan salju-salju yang menumpuk di seantero negeri antah berantah ini.

Suara burung gagak yang saling sahut menyahut membubarkan lamunan. Mereka terbang pelan dan rendah di bawah rintiknya gerimis pagi ini. Suara burung gereja yang bercicit menambah syahdunya suara alam pagi ini. Berpadu padan dengan suara air hujan, daun yang tertiup angin pelan, suara kendaraan yang sesekali lewat, roda sepeda yang berputar menerabas hujan, semua menjadi satu menjadi suara alam yang menyejukkan.

Semuanya bergerak dan melakukan perubahan. Layaknya sebuah air yang mengalir dari sebuah air terjun, yang kemudian terus turun ke bawah. Berkelok-kelok menyusuri jalan setapak yang telah dilaluinya berpuluh waktu. Ketika ada hambatan ia menghindar. Ketika ada perbedaan ketinggian ia sejenak berhenti. Dengan sabar dan perlahan berkumpul dengan teman-temannya, kemudian melintasi hambatan tersebut.

Secara tersirat seakan ada sebuah pesan yang ingin ditunjukan. Tidak ada hambatan yang diberikan kecuali ia mampu melewatinya. Asalkan terus bergerak. Asalkan terus melangkah. Semua ada jalan yang telah disiapkan untuk dilalui.

Dari semua itu terkadang kita diajak untuk berfikir dan merenung sejenak. Jalan setapak yang kita lalui hingga hari ini terkadang ada beberapa rintangan yang memang telah disiapkan. Bukan sebagai penghalang. Namun lebih sebagai anak tangga yang akan membawa kita lebih ke atas.

Beberapa anak tangga boleh jadi dengan mudahnya didaki. Namun di beberapa tempat yang lain. Boleh jadi ada anak tangga yang licin, bentuknya tidak sempurna, disertai berbagai rintangan yang lainnya. Jikalau terasa sulit, sesungguhnya itulah salah makna dari sebuah perjalanan. Jikalau semua selalu mudah, boleh jadi perjalanan itu menjadi tidak berasa.

Apapun itu, mari bersama kita menikmati perjalanan ini. Boleh jadi, sesekali kita mundur sejenak. Sesekali harus berputar dan mencari jalan lain. Menempuh sebuah jalan asing yang seakan tak berpenghuni. Menempuh sebuah jalan yang tidak umum bagi kebanyakan orang.

Dalam damainya pesona sebuah pagi. Hawanya sejuk dan menenangkan hati. Suasana menjadi semakin hangat bersamaan dengan munculnya cahaya dari sang mentari.

Osaka, 9 Oktober 2016
Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: