Hujan dan Tempat Parkir

11 Okt

#Bunka 16

Saat mulai menulis catatan ini, langit Osaka agak terlihat murung. Awan gelap menggelayut hampir di setiap sudutnya.

Melihat kejadian seperti ini, ada sebuah anekdot menarik yang menceritakan tentang kebiasaan orang Indonesia dan Jepang dalam melihat cuaca.

Ketika melihat awan mendung, kira-kira akan muncul dua hal yang dikatakan. Pertama “Kok akhir-akhir ini hujan terus ya,” dan yang kedua, “Sesuai perkiraan cuaca (Tenkiyouhou・天気予報) hari ini akan hujan mulai pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore.”

Nah, dari segi memandang cuaca saja sudah beda bukan?

Hujan, boleh jadi sesuatu hal yang lumrah di Indonesia. Dimana dalam setahun, sesuai dengan buku Geografi yang pernah pelajari saat masih SD dulu, terjadi pada bulan desember sampai bulan mei setiap tahunnya. Itu dulu saat keadaan Bumi masih lebih baik dari sekarang.

Karena sekarang sudah ada istilah baru berupa pemanasan gombal, eh, global, maka selain bulan tersebut pun kadang hujan turun dengan derasnya. Kadang saat musim hujan pun bisa terjadi kekeringan yang lumayan panjang di beberapa daerah.

Berbicara tentang Jepang, tidak akan bisa lepas dari soal cuaca. Salah satu perbedaan Indonesia dan Jepang adalah banyaknya musim yang ada.

Kalau di Indonesia, ada musim hujan dan musim kemarau. Dalam bahasa Jepang, musim hujan disebut “Uki” (うき・雨季) dan musim kemarau disebut “Kanki” (かんき・乾季).

Soal kemiripan nama saya disitu, saya juga baru tahu saat mempelajari kosakata tentang cuaca. Lah kok musim hujan artinya “uki” ya? Itu kan nama saya.

Jadi pas ada pelajaran “Shodou” (書道), yaitu menulis indah, mirip pelajaran kaligrafi, saya tulis nama saya dengan kanji hujan tersebut. Keren juga saya pikir.

Tapi setelah sampai di Jepang, ketika saya menulis nama saya menggunakan kanji tersebut, kok orang-orang sini agak aneh ya melihatnya.

Setelah mencari tahu, akhirnya saya mengerti. Ternyata bagi orang Jepang, hujan adalah keadaan yang kurang menyenangkan. Bagi sebagian masyarakat Jepang, cuaca yang bagus adalah cuaca yang cerah. Hujan berarti mendung dan gelap. Waduh!

Makanya, dalam memberikan salam (aisatsu・あいさつ・挨拶), setelah memberikan salam berupa ohayou gozaimasu, konnichiwa, dan sebagainya. Biasanya akan disambung dengan ucapan “kyou wa ii tenki desune” (hari ini cuaca cerah ya).

Kalau di Indonesia, ketika bertemu sanak saudara atau tetangga misal. Biasanya kita cukup bilang, “assalamu’alaikum pak dhe atau bu dhe ”. Kalau ditambah dengan salam khas Jepang, kok agak lucu mungkin jadinya. Semisal gini, “Assalamu’alaikum bu dhe, hari ini cerah ya…” mungkin kita akan ditanya balik, “kamu baik-baik saja? lagi gak panas kan?” hehe.

Masih tentang hujan. Nama-nama hujan disini juga berbeda setiap musimnya. Kalau musim panas, ada istilah “Tsuyu” (つゆ・梅雨), yaitu hujan yang terjadi antara bulan juni sampai juli di setiap tahunnya. Boleh dikatakan ini adalah musim hujannya Jepang yang terjadi di sela-sela musim panas.

Lalu ada istilah “yuudachi” (ゆうだち・夕立), yaitu hujan yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya terjadi di sore hari. Durasinya tidak lebih dari satu jam.

Kalau di musim gugur, nama hujannya adalah “akisame” (あきさめ・秋雨)、kalau di musim dingin, nama hujannya adalah “sigure” (しぐれ・時雨). Selain salju, ternyata ada juga hujannya. Dan yang terakhir adalah di musim semi, namanya “harusame” (はるさめ・春雨).

Padahal dulu, sebelum saya datang ke Jepang, saya pikir Jepang itu tidak memiliki musim hujan. Kok bisa begitu? Saya pikir, disini hanya ada musim semi, panas, gugur, dan dingin. Lah kan tidak ada kata musim hujan disitu, hehe. Ternyata, hampir di setiap musim ada hujan yang turun.

Lalu, hujan dan tempat parkir itu hubungannya apa?

Mungkin kalau melihat judulnya memang agak sedikit aneh. Tapi ide menulis judul itu muncul tanpa disengaja, saat beberapa hari yang lalu saya pergi ke kantor pos dekat asrama ketika ada keperluan mengirimkan dokumen.

Sore itu, hari sedang hujan dan disekitar kantor pos, yang dekat dengan stasiun Abiko, banyak berjejer sepeda yang diparkir. Boleh jadi, gara-gara itu saya ingin menuliskan dua hal yang ada saat itu.

Sekarang kita bahas tempat parkir. Disini, pemakaian sepeda tidak segampang di Indonesia. Banyak syarat dan peraturannya.

Misalnya, ketika akan membeli sepeda, maka kita wajib membawa kartu identitas. Karena di sepeda yang kita beli itu, akan ditempel semacam plat nomor atau tanda pengenal, tentu saja tidak segede plat nomor motor, tanda pengenalnya berupa stiker yang ditempel di body sepeda.

Lalu, ketika naik sepeda disini, salah satu peraturannya adalah tidak boleh berboncengan! Kalau ketahuan sama polisi, kemungkinan akan di stop dan ditanya macem-macem. Lalu dikasih surat tilang, waduh!

Terkecuali ibu-ibu yang membonceng anaknya. Itu sebuah pengecualian. Bagi ibu yang mempunyai anak, maka sepedanya akan dilengkapi dengan “Hojoisu” (補助椅子・boncengan khusus untuk anak kecil).

Lalu, ketika malam, lampu sepeda wajib nyala. Dan juga tidak boleh parkir sembarangan, kalau tidak dipatuhi, resiko sepeda diciduk oleh aparat setempat. Serta masih banyak lagi.

Sebenarnya, saya dan beberapa teman ada yang ingin beli sepeda. Karena asik melihat para orang Jepang disini kemana-mana pakai sepeda. Sayangnya, memiliki sepeda saat masih pelatihan adalah larangan dari pihak asrama. Ya, gak jadi beli deh akhirnya. Alasannya ya itu tadi, karena ada syarat dan peraturan yang ketat.

Soal tempat parkir, ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Istilah jepangnya “yuuryou”(有料) dan “muryou”(無料). Kalau yang berbayar, beda tempat parkir beda tarifnya.

Semisal, ada yang 8 jam pertama gratis dan jam berikutnya harus membayar. Ada juga yang 24 jam harus membayar 200 yen. Dan macem-macem lainnya. Tinggal dilihat papan pengumuman di setiap tempat parkir, biasanya ada tarifnya terpampang disitu.

Mungkin saat sudah masuk dirumah sakit nanti, baru bisa membeli sepeda, hehe. Saya kan gak sabar pengen gowes lagi. Ada yang punya hobi sama?

Oh ya, setelah selesai menulis catatan ini, ternyata cuaca di luar cukup cerah. Tapi, sesuai perkiraan cuaca. Osaka hari ini akan hujan. Jadi yang mau jalan, sedia payung lebih baik.

Yap, selamat berakhir pekan buat semua ya…

Osaka, 25 September 2016, 07.00 waktu setempat
Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: