Acara Tujuh Belasan ala Anak KKC Osaka

14 Agu
DSC_0450

Kumpul semua, peserta EPA Indonesia dan Filipina

DSC_0210

Tina, Nai, dan saya. tim pembawa acara

‪#‎Bunka‬ 10

Kalau grup band Jamrud punya lagu “Selamat Ulang Tahun”, boleh jadi lagu itu bakalan pas banget kalau dinyanyikan beberapa hari lagi. Secara, tanah air tercinta bakalan merayakan ulang tahunnya yang ke 71.

Dan disaat seperti ini, di berbagai penjuru kota dan kampung di Nusantara, sedang sibuk-sibuknya menyiapkan berbagai perlombaan guna memeriahkan perayaan akbar tahun ini.

Disini, kami pun tidak mau ketinggalan!

Sejak 3 minggu yang lalu, melalui divisi olahraga, kami berdiskusi dan akhirnya membuahkan sebuah ide. Akan diadakan pesta pertukaran antar peserta program EPA yang sekarang sedang sama-sama melakukan pelatihan bahasa jepang di Osaka. Yaitu teman-teman calon perawat dari Filipina.

Disini, tidak hanya peserta dari Indonesia saja yang melakukan pelatihan bahasa jepang. Namun, ada juga peserta dari Filipina, Vietnam, Thailand, India, China, Meksiko, Mongolia, dan masih ada beberapa lagi yang sedang sama-sama melakukan pelatihan.

Tentu programnya berbeda-beda. Kalau kami, melalui program IJ-EPA, melakukan pelatihan sebagai persiapan untuk masuk ke Rumah sakit atau tempat pelayanan lansia, sesuai jalur yang kami pilih, yaitu kangoshi atau kaigofukushishi.

Selain itu, ada juga program pelatihan 6 minggu, 13 minggu, dan masih ada yang lain juga bagi peserta yang dikirim dari perusahaan Jepang dari negeri yang mengirim. Semisal dari Indonesia, perusahaan yang mengirim adalah Astra, Mitsubishi, dan masih banyak lagi.

Kembali ke topik awal.

Setelah berbagai diskusi, akhirnya diputuskan akan diadakan acara pesta pertukaran antar peserta program EPA, yaitu antara peserta dari Indonesia dan Filipina dengan jumlah sekitar140 orang.

Bagi kami, ibarat sebuah istilah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali kegiatan ini terlaksana, maka akan banyak hal yang kami dapatkan.

Pertama, sebagai pengganti acara tujuh belasan. Jadi, lombanya tidak hanya diikuti oleh Indonesia saja, tapi melibatkan orang dari negara lain.

Yang kedua, menambah teman baru di perantauan itu hal yang penting, apalagi beberapa dari orang Filipina itu ada yang bakalan jadi rekan kerja satu institusi di rumah sakit nanti.

Yang ketiga, memperlancar kemampuan berbicara dengan bahasa jepang tentunya. Sudah jadi rahasia umum, dalam belajar bahasa apa saja. Kalau belajar ngomong atau percakapan dengan teman satu negara, kalau sudah buntu, ujung-ujungnya bakalan menggunakan bahasa ibu pertiwi bukan?

Nah, kalau belajar dengan orang jepang asli, atau disaat pertukaran peserta antar negara ini, maka bahasa asal otomatis tidak bisa digunakan. Secara, orang Filipina juga gak “ngeh” kalau diajak bicara bahasa Indonesia. Apalagi bahasa asli mereka adalah bahasa Tagalog, mana ngerti kita.

Oleh karena itu, saat acara berlangsung, maka setiap grup akan berisi orang Indonesia dan Filipina!

Ada 5 perlombaan dan sedikit pemanasan sebelum perlombaan berupa yel-yel. Setelah acara dimulai, maka teman-teman satu kelompok mulai berkenalan dengan yang lain, terutama dengan teman baru. Lalu segera membuat yel-yel singkat namun meriah.

Dan lombanya, dimulai dari lomba menyampaikan pesan dalam bahasa jepang atau mirip dengan komunikata, namun bukan satu kata, melainkan satu kalimat. Nah loh, jadinya “komunikalimat” dong? Haha.

Lalu lomba lari adu cepat dengan menggunakan pijakan berupa piring kertas. Jadi, peserta diharuskan menggunakan piring kertas tersebut sebagai pijakan saat berjalan cepat lalu mengelilingi tanda berupa botol minum yang telah disediakan oleh panitia. Setiap grup diwakili oleh 5 orang peserta, namun tidak boleh berasal dari negara yang sama. Harus campur antara Indonesia dan Filipina.

Lomba yang ketiga adalah tebak gambar dengan kosakata bahasa jepang. Kosakata yang sudah dipejalari ternyata menjadi menarik saat dijadikan perlombaan ternyata.

Lalu keempat adalah memasukan botol ke dalam sumpit, eh, kebalik, memasukan sumpit ke dalam botol! Setiap grup diwakili oleh 5 orang campuran.

Dan yang terakhir adalah lomba Tarik tambang. Karena tali tambang yang ada di gedung olahraga kami ini besar bak tali kapal, akhirnya dari panitia menyiapkan penggantinya. Yaitu dengan tali rafia yang didesain sedemikan rupa hingga menjadi kuat! Dan hasilnya? Memuaskan!

tidak hanya perlombaan saja, saat jeda di waktu istirahat, ada penampilan tari daerah dan tari modern yang dibawakan oleh perwakilan Indonesia dan Filipina. Lalu ada juga penampilan tarik suara yang tak kalah menariknya. Bahkan, ada beberapa teman yang tak kuat membendung air matanya tatkala lagu “Tanah Airku” karya ibu Sud dinyanyikan secara bersama-sama.

Akhirnya, dari 8 grup yang saling berlomba, keluarlah pemenang grup pink, biru, dan merah sebagai juara satu sampai tiga! Walaupun ada yang kalah dan menang, namun semua merasakan kegembiraan yang tidak tergantikan.

Juara bukanlah tujuan utama, namun, pembelajaran, keakraban, menjalin kerjasama dengan teman baru yang berbeda negara, adalah hal yang lebih penting dari sekedar mencari juara.

Dan saya, dari awal sampai akhir pertandingan, tidak ada satupun perlombaan yang saya ikuti. Karena saya terjebak menjadi pembawa acara di acara tersebut, hehe.

Osaka, 13 Agustus 2016, 23.45 waktu setempat
Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: