Dari Kudus Hingga Kobe

24 Jul

‪#‎Bunka‬ 7

Mari kita jalan-jalan. Sebelum ke Jepang, ada baiknya kita singgah di kampung halaman saya dulu.

Ada yang pernah mendengar nama kota Kudus? Atau Bahkan ada yang sudah pernah mengunjunginya?

Bagi yang belum, saya akan ceritakan sekilas tentang kudus. Tentu tidak akan sedetail di buku panduan wisata yang ada. Bagi yang sudah pernah, bolehlah untuk sekedar berbagi pengalamannya juga tentang kesan-kesan ketika berada di Kota sederhana ini.

Kudus, adalah sebuah kota kecil di jalur pantai utara, atau lebih dikenal dengan nama jalur pantura, yang menghubungkan kota-kota di pesisir pantai utara mulai dari Jakarta hingga Surabaya.

Kalau dari ibukota Jawa Tengah, yaitu Semarang, bisa ditempuh dengan menggunakan Bus kurang lebih selama 1 jam saja. Kalau ingin sampai di desa saya, yaitu desa Undaan Kidul, tambah kira-kira 30 menit dari pusat kotanya.

Apa yang terkenal di Kudus?

Mulai dari tempat wisata religi, makanan, tarian, rumah adat, dan masih banyak lagi kalau mau dikupas satu persatu. Namun, kali ini, saya hanya akan fokus tentang Masjid bersejarah yang ada di kota kami ini. Karena selanjutnya saya akan sedikit bercerita perjalanan ketika mengunjungi masjid di Osaka dan di Kobe beberapa saat yang lalu.

Kembali ke Kudus. Kalau menilik sejarah yang ada. Islam mulai masuk ke pulau Jawa sekitar 1000 tahun yang lalu. Dan pemeluk agama islam mulai bertambah banyak ketika ajaran agama ini disebarkan oleh beliau-beliau yang disebut dengan Walisongo.

Nah, dari 9 Walisongo yang ada, dua diantara ada di Kota Kudus. Yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Dan Masjid Al Aqsa yang ada di kota Kudus ini, adalah salah satu peninggalan sunan Kudus di masa lampau. Sebuah peninggalan yang menerjemahkan banyak hal. Salah satu diantara banyak peninggalan kebaikan-kebaikan tersebut adalah sikap toleransi.

Ya, Toleransi. Kalau Anda melihat sebuah menara yang ada di depan masjid ini, maka kesan suasana Hindu akan kental dalam bangunan tersebut. Bangunan yang berupa menara yang dipergunakan untuk mengumandangkan adzan ini, mirip dengan bangunan di tempat ibadah umat Hindu yang berupa candi.

Bahkan, beberapa saat yang lalu ketika masih pelatihan di Jakarta, saat saya mempresentasikan tentang kebudayaan yang ada di Kudus, teman saya yang dari Bali bilang bahwa bangunan tersebut sangat mirip dengan candi yang ada di Bali.

Begitupun dengan ornamen-ornamen yang ada di dalamnya. Masjid yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini memiliki keunikan tata bangunannnya yang memadukan budaya islam dan hindu yang menunjukan adanya akulturasi islam di tanah Jawa.

Perlu diketahui, sebelum islam ada di Kudus, masyarakat di Kudus banyak yang memeluk agama Hindu.

Untuk mencapai tempat ini cukup mudah, dikarenakan Kudus itu kota yang cukup kecil, jadi akses kemana-mana cukup mudah. Kalau dari rumah saya, bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor kurang lebih selama 30 menit saja.

Dari Kudus, mari kita lanjutkan ke Osaka.

Karena sudah sampai di Osaka, salah satu tempat yang ingin saya kunjungi tentu masjid Osaka. Setelah cari alamatnya di google maps, akhirnya ketemu.

Jarak dari tempat pelatihan saya yang ada di Sumiyoshi-Ku ini tidak terlalu jauh, bisa ditempuh dengan kereta kurang lebih selama 1 jam.

Alamatnya ada di 555-0032 Osaka-Fu, Osaka-Shi, NIshiyodogawa-Ku, Owada, 4-12-16.

Rutenya, dari tempat pelatihan saya jalan kaki sekitar 900 meter menuju stasiun chikatetsu (subway) terdekat, yaitu Abiko Eki (Eki adalah bahasa Jepang untuk stasiun), lalu naik kereta Midosuji line dengan jurusan Senri Chuo. Kira-kira perjalanan 23 menit, turun di Umeda Eki. Di Umeda, turun dan jalan sebentar kira-kira 5 menit untuk ganti kereta dan jalur. Ganti kendaraan dalam Bahasa Jepangnya adalah Norikae.

Kira-kira 5 menit perjalanan, lalu masuk ke Hanshin Umeda Eki. Pilih kereta Hansin Line dengan jurusan Kobe-Sannomiya. Perjalanannya tidak lama, sekitar 9 menit saja, karena harus turun di Chibune Eki. Nah, dari Chibune Eki tersebut jalan kaki sebentar, sekitar 6 menit maka akan sampai di Masjid Osaka.

Bangunan masjid Osaka memang tidak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah khas masjid pada umumnya. Bangunan masjid menggunakan gedung beberapa lantai yang telah ditata sedemikian rupa demi kenyamanan pengunjung.

Terdapat 4 lantai di bangunan ini. Lantai pertama digunakan sebagai tempat wudhu dan toilet untuk jamaah laki-laki, dan juga ada minimarket halalnya.

Berbagai makanan halal dijual disini. Produk Indonesia juga masuk, diantara ada sirup marjan, indomie, kecap ABC, kopi kapal api, dan masih banyak lagi.

Hanya saja, tentu beda harganya. Lha wong sirup marjannya naik pesawat sampai Osaka, maka harganya menjadi 950 yen sebotol, atau sekitar 110 ribu dalam rupiah. Indomie yang kalau di Indonesia harganya 2 ribuan, maka ketika sudah naik pesawat berubah menjadi 100 yen perbungkusnya, atau sekitar12ribu.

Oleh karena itu, kita juga harus naik pesawat juga, pergi ke tempat yang jauh dan berbeda, biar bisa menjadi mahal juga, hehe.

Lalu lantai dua dipergunakan untuk tempat shalat laki-laki, perempuan, dan tempat wudhu serta toilet bagi perempuan. Lalu lantai tiga dipergunakan sebagai madrasah atau tempat belajar agama islam. Dan lantai 4 adalah tempat tinggal imam masjid, dapur masjid dan ruang pertemuan.

Di depan masjid, terdapat warung makan halal yang dikelola oleh orang Pakistan. Saat itu, saya membeli ayam bakar untuk lauk berbuka puasa. Ayam yang telah dimasak sedemikan rupa berwarna merah karena bumbunya, entah rempah-rempah apa yang dipakai.

Oh ya, saat itu saya bertemu dengan mbak-mbak dari Indonesia yang arubaito (kerja sambilan) di warung makan tersebut. Namanya mbak nia, dia sedang menempuh kuliah S1 jurusan arsitektur di kampus yang terletak persis di depan masjid.

Saya belum bisa bayangkan, belajar Bahasa Jepang saja, saya masih belepotan. Nah, si mbaknya itu belajar arsitektur dengan Bahasa pengantar Bahasa Jepang. Pokoknya semangatlah mbak, semoga kami bisa menjadi sepertimu yang sudah lulus N2 dan lancar berbahasa Jepangnya.

Dari Osaka, mari kita ke Kobe yang ada di perfektur Hyogo.

Minggu lalu, selepas menulis catatan mingguan. Saya bersiap-siap menuju masjid Kobe. Alamat masjid ini adalah 2-25-14 Nakayamatedori, Chuo-Ku, Kobe, Hyogo-Ken 650-0004.

Rute dari tempat pelatihan saya adalah, pertama, jalan kaki sekitar 900 meter menuju Abiko Eki. Lalu naik Midosuji line dengan jurusan Senri Chuo. Habis itu, turun di Umeda Eki untuk ganti kereta. Lalu naik Hankyu-Kobe line jurusan Kobe Sannomiya. Dan di Kobe sannomoya eki lah kami berhenti.

Dari stasiun, jalan kaki sekitar 800 m. Rute dari stasiun kea rah masjid cukup ramai karena di daerah pertokoan. Juga ada kuil yang bertama Ikuta. Kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto ria, hehe.

Ketika akan sampai masjid Kobe, kami melihat minimarket kecil denan tulisan “Kobe Halal Food” di papannya. Sejenak saya berhenti, itu kan yang sering saya lihat di gambar-gambar yang terpajang di google, piker saya. Alhamdululillah saya sudah sampai disini. Berarti jarak ke Masjid tinggal sebentar lagi.

Di minimarket tersebut sejenak kami singgah, dan lagi-lagi kami bertemu dengan mahasiswa asal Indonesia yang sedang kuliah di Kobe. Jadinya ngobrol pake Bahasa Indonesia deh.

Namun, penjaga yang perempuan adalah mbak-mbak orang Jepang tulen, katika kami ajak ngobrol, lah, malah dijawab pakai Bahasa Indonesia, haha.
Setelah beberapa saat di minimarket, segera kami melanjutkan perjalanan ke masjid.

Dan benar saja, tidak jauh dari situ masjid terlihat sempurna dengan kubahnya. Mendadak kami menjadi terharu. Bagaimana tidak, sampir sebulan disini kami belum pernah mendengar suara adzan di ruang umum, dan juga baru kali itu saya melihat kubah masjid di negeri antah berantah.

Campur-campur lah pokoknya. Segera kami ambil wudhu dan shalat di dalamnya.

Soal foto memfoto, kami dipersilahkan untuk mengambil foto dimana saja, kecuali di dalam area shalat. Jadi, saya hanya bisa memfoto bagian luar gedungnya saja.

Setelah shalat, kami sejenak berbincang-bincang dengan pengurus masjid yang bernama Yamaguchi san. Nama lengkapnya Abdur Rahim Yamaguchi. Jadi, orang Jepang yang sudah masuk islam biasanya memiliki dua nama. Nama barunya yang menggunakan Bahasa arab, dan tetap mempertahankan nama asli keluarganya.

Setelah shalat, kami segera menuju warung makan halal di sebela masjid yang dikelola oleh orang Timur tengah, saya kurang tahu daerah asalnya. Dia sendiri yang masak, menjadi waiter, sekaligus kasir. Mungkin belum ada yang kerja sambilan disitu kayaknya.
Menunya khas timur tengah, Nasi Briyani!

Saat itu, kami terlihat agak ragu ketika akan memesan. Bagaimana tidak, harga seporsi nasi briyani dengan ayam adalah 1800 yen (sekitar200ribu). Busyett, harga segitu kalau di Indonesia bisa buat makan sekeluarga, haha.

Memang begitulah orang Indonesia yang baru pertama datang di Jepang, apa-apa yang berbau yen terkadang masih suka di rupiahkan, haha.

Melihat kondisi kami, si empunya toko datang dan bilang. “Pesan saja nasi briyani yang 1800 yen, nanti saya akan bagi menjadi empat porsi (karena saat itu saya pergi berempat), dan saya akan tambahi porsinya, saya tahu kalian adalah musafir,” begitu ucapnya.

Tanpa ragu lagi, kemudian kami pesan dan makan dengan lahap. Alhamdulillah. Soal minum, kami dapat air putih dingin dan sebotol besar coca cola, free!

Ya, perjalanan, akan membuka wawasan baru, bahwa benar Bumi Allah ini luas. Banyak hal menarik yang belum saya ketahui. Dan juga masih banyak tempat yang masih menunggu untuk dijelajahi.

Oh ya, bagi teman-teman yang mendaftar EPA angkatan 10, semoga lancar tesnya besok tanggal 28 Juli ya.

Kami tunggu kalian di Jepang!!!

Osaka, 24 Juli 2016, 07.00 waktu setempat
Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: