Membaca

9 Jul

​#Benkyou 24
Bulan mei sudah hampir melewati minggu pertamanya. Masih ada sekitar tiga minggu lagi untuk menuju bulan selanjutnya. Dan waktu untuk bisa belajar di sini pun tinggal 2 minggu lagi, setelah itu, saya dan teman-teman akan menikmati libur sejenak di kampung halaman.

Dan…..waktu keberangkatan sudah dekat ternyata.

Di minggu-minggu akhir ini, sembari dinanti oleh mbak-mbak cakep yang bernama ujian, yang antri dengan rapi, saya lagi kumat untuk membaca novel yang lumayan tebal. Dua novel yang lagi nangkring manis di meja belajar saya, yang berada di sebelahnya buku-buku bahasa Jepang, adalah novel karya Kang Abik, atau Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ayat-Ayat Cinta 2 dan Api Tauhid.

Ayat-Ayat Cinta 2 sudah saya tamatkan 2 minggu yang lalu. Kebetulan pas ujian lagi gak ada, novel setebal 690 an halaman ini saya habiskan dalam waktu 9 hari. Cukup lama untuk ukuran para penggila novel. Ada teman saya yang bisa membaca novel setebal 400 halaman dalam waktu kurang dari 6 jam! Rasanya saya belum sanggup kalau secepat itu.

Dan yang saat ini sedang saya baca, dengan sesempatnya, adalah Api Tauhid. Novel yang bertajuk novel sejarah pembangun jiwa ini sungguh sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. 

Saya memang  penggemar novel, namun tidak semua genre saya suka, atau gampangnya, tidak semua saya bisa mengerti. Karena masih tergolong pemula, novel sekelas Supernova dan sekuelnya karya Dee itu saya belum bisa mengikuti alurnya. Apalagi novelnya Tasaro GK, saya hanya bisa senyum-senyum sendiri saat membacanya. Imajinasi saya belum sampai.

Kalau novel Laskar Pelangi karyanya Andrea Hirata, sudah lebih dari 7 kali saya membacanya. Saking seringnya, sampai cover nya gak berbentuk lagi. Lalu, berturut-turut sekuelnya, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Cinta Dalam Gelas, Padang Bulan, Sebelas Patriot, dan yang paling terbaru, Ayah, sudah saya baca. Kesan saya, sungguh mengesankan!

Lalu ada novelnya Bang Ahmad Fuadi, Trilogi Negeri Lima Menara. Gara-gara membaca novel itu, saat saya masih duduk di tingkat kedua kuliah, saya punya niat untuk berhenti dan ingin belajar di Gontor. Alih-alih kesampaian, saya tidak jadi keluar dan malah adik saya yang bisa menikmati sekolah di sana. Dan sebentar lagi dia diwisuda.

Dan koleksi yang paling banyak adalah novelnya Bang Tere Liye, hingga novel terakhirnya yang terbit, yaitu Hujan, saya sudah punya semuannya. Kecuali bukunya yang berisi tentang kumpulan sajak, saya belum punya. 

Sedikit demi sedikit, saya berusaha untuk mengoleksi buku-buku yang saya suka. Karena salah satu cita-cita saya adalah kelak saya ingin memiliki taman bacaan yang bisa diakses oleh orang banyak. Betapa bahagianya saya ketika melihat banyak orang yang berkumpul berdiskusi tentang suatu cerita, membedah suatu buku, betapa indahnya pengetahuan itu bisa tersebar.

Bukan omong kosong ketika buku diibaratkan sebagai jendela dunia. Ketika suatu buku dibuka, maka kita akan masuk ke dalam dunia yang benar-benar berbeda, memasuki peradaban yang berbeda, budaya yang berbeda, aroma perjalanan yang membentang sungguh sangat menggoda ketika baris demi baris dibaca dengan perasaan yang nyaman.

Sebagai penutup, saya selalu suka membaca berulang-ulang kutipan dari Tere liye berikut ini,

Bacalah 10 buku, maka kita akan tiba-tiba merasa sok tahu dan merasa paling pintar. Tapi tahan dulu sok tahunya….

Bacalah 50 buku, maka sok tahu-nya akan mulai berkurang, meski tetap merasa lebih pintar. Tapi juga tetap tahan dulu….

Bacalah 100 buku, maka sok tahu-nya semakin berkurang, pun merasa pintarnya. Tapi tetap tahan dulu….

Bacalah 500 buku, maka kita akan menghela nafas panjang, ternyata semakin banyak saja yang tidak kita tahu, semakin merasa belum ada apa-apanya….

Bacalah 1000 buku, dstnya.

Maka my dear anggota page, itulah kenapa orang2 yang tidak membaca buku, atau hanya 1-2 buku saja setahun terakhir, jika dia termasuk senga, belagu maka posisinya ada di titik paling ekstrem orang2 sok tahu; itu sudah rumus alam.

Srengseng sawah, 7 Mei 2016

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: