Belajar

9 Jul

#Benkyou 27
Malam ini, di halaman masjid Graha Ihsan Cita, Depok, saya menuliskan catatan ini.

Selama 6 bulan terakhir, saya menulis berbagai catatan, yang masih jauh dari kata bagus tentunya, hingga masuk catatan ke 27 malam ini.

25 catatan saya tulis selama pelatihan bahasa Jepang di Srengseng Sawah, 1 catatan saya tulis di Kudus saat liburan kemarin, dan kali ini, saya menulis di Depok, tempat saya dan teman-teman pelatihan menjalani PDO (Pre Departure Orientation) sebelum take off tanggal 14 dan 15 nanti.

Seperti hashtag yang saya pakai selama menulis catatan selama pelatihan ini, yaitu Benkyou, yang dalam bahasa Indonesianya artinya adalah belajar. Maka, catatan yang saya buat adalah untuk sekedar pengingat apa saja yang telah saya pelajari.

Setelah saya renungi berbagai hal serta perjalanan hingga malam ini, masih terlalu banyak hal yang saya belum mengerti, masih banyak hal yang masih belum bisa saya pahami.

Ibarat mendaki gunung untuk mencapai puncak tertinggi, entah, mungkin saya baru menapaki beberapa anak tangga saja. Puncak gunung masih jauh, masih tertutup awan, belum terlihat.

Selama perjalanan, namanya manusia biasa, rasa letih, sedih, frustasi terkadang hinggap begitu saja.

Terkadang, ketika belajar materi yang dihadapi, kok rasanya susah masuk, kok rasanya gak paham-paham, kok rasanya yang lain mudah paham, kok rasanya begini, kok rasanya begitu, ada saja yang dirasakan.

Boleh jadi, hal tersebut tidak hanya saya yang merasakan.

Ternyata, yang sering terjadi pada diri saya adalah, begitu mudahnya menyerah ketika belum paham. Itu yang saya rasakan.

Baru membaca sekali, belum paham, rasanya kok sudah gak karuan. Lantas mulai menyalahkan diri sendiri yang lemot lah, lama pahamnya lah, habis itu malah jadi malas-malasan dan kemudian merasa cukup dan enggan belajar lagi.

Itulah yang saya rasakan ketika enggan belajar dan kemudian mencari kambing hitam sebagai tameng, pelajarannya sulit! Itulah hal yang mudah untuk dipersalahkan!

Saya terus merenung, lantas, mulai membaca banyak hal, mulai menemui banyak orang untuk mengurai benang kusut yang mengganggu pikiran saya ini.

Apa sih definisi kesuksesan? Apa sih definisi keberhasilan?

Apakah kesuksesan itu milik mereka yang selalu mendapat nilai 100 di kelas? Apakah keberhasilan itu milik mereka yang tidak pernah mengulang pelajarannya? Atau bagaimana?

Terkadang, kalau mendefinisikan sukses itu adalah sempurna di kelas dalam pelajaran, maka tujuan belajar menjadi bergeser. Dari yang bagaimana awalnya kita bisa menikmati pelajaran dan memahaminya, menjadi bagaimana kita agar selalu mendapatkan nilai sempurna bagaimanapun caranya.

Berangkat dari hal itulah, saya mulai menata ulang hati serta pikiran saya kembali.

Nilai sempurna memang dambaan bagi siapa saja yang sedang belajar. Namun, perlu diketahui, yang tidak mendapatkan nilai sempurna bukan berarti dia tidak pandai.

Ketika ada kesalahan, berarti itulah kesempatan saya untuk belajar kembali. Ya, ternyata masih ada kekurangan, dan kekurangan itulah yang harus saya perbaiki.

Kembali saya menata hati untuk bisa menikmati proses ini. Capek memang pasti. Lelah memang tidak bisa dihindari. Namun, apapun yang terjadi, perjalanan harus terus dilanjutkan.

Bagaikan air. Ilmu sabarnya air bisa menjadi hal yang patut kita pelajari. Air mengalir, ketika bertemu rintangan, ia berbelok. Ketika bertemu dengan tempat yang tinggi, ia berhenti sejenak, mengumpulkan diri untuk kemudian melewatinya kembali.

Begitupun dengan proses pembelajaran ini. Kalau belum bisa sabar, dan ketika tidak sengaja “mengeluh” beberapa saat saja, maka akan semakin tambah berat dalam belajar. Itu yang saya rasakan.

Belajar adalah proses yang sangat panjang. Belum bisa dikatakan berilmu kalau baru membaca satu buku lantas mencukupkan diri. Ilmu yang ada di sekitar kita ini sungguh sangat banyak. hingga habis usia kita, boleh jadi kita baru mempelajarinya sedikit saja.

Oleh sebab itu, mari kita menata ulang niat kita dalam belajar. Semoga apa yang lita pelajari, bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan sesama.

Dan akhir pekan ini, Insyaallah, adalah pekan terakhir saya di Indonesia. Insyaallah tulisan di akhir pekan depan, saya akan menuliskannya di bawah langit kota Osaka, Jepang.

Mohon doa dari semua, agar perjalanan dan pelatihan kami diberi kelancaran. Dan semoga kami bisa menjadi golongan yang tidak segera puas terhadap apa yang kami pelajari.

Depok, 11 Juni 2016

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: