​Menuliskan Mimpi

9 Jul

#Benkyou 16

Tulisan ke enam belas di minggu kedua bulan maret. Sudah 15 minggu kami di sini. Tambah seminggu lagi, maka genap sudah kami berada empat bulan di tempat pelatihan ini.

Kurang lebih sudah ada 15 tulisan yang pernah saya tulis selama di tempat pelatihan ini. tentang suka duka, tentang bagaimana kami menjalani hari-hari selama pelatihan, atau sekedar tulisan iseng saat tidak ada ide. Yang jelas, tiap minggu saya usahakan menulis.

Sebelum menulis tulisan ini, saya mencoba stalking tulisan saya sendiri. Saya scroll ke bawah, terus ke bawah, ternyata selama hampir 4 bulan di sini, banyak kejadian yang bisa saya dokumentasikan. Menurut pandangan saya, serta kutipan-kutipan dari teman-teman yang berada di sini.

Boleh jadi, untuk saat ini, tulisan-tulisan tersebut belum ada artinya. Tapi saya yakin, 5 tahun dari sekarang, tulisan tersebut akan menjadi kenangan yang tiada tergantikan.

Nah, kaitannya dengan tulis menulis. Ada satu hal yang ketika kita diminta menulis saja kita akan merasa takut. Ya, menuliskan tentang mimpi sendiri.

Pada awalnya, saya pikir itu akan menjadi hal yang biasa-biasa saja. Namun, selama kami di sini, kami diberi lembaran yang di sebut “mokuhyou shiito” yang artinya lembar target. Dan menulis lembar target tersebut, entah mengapa, terkadang ada rasa takut tersendiri. Yang paling sering dirasa adalah, bagaimana kalau nanti tidak bisa mencapai target yang telah dituliskan tersebut.

Sampai di sini, saya merenungkan satu hal. Mengapa untuk menuliskan target, atau kita sebut saja, mimpi, menjadi suatu ketakutan tersendiri? Mungkin bagi setiap orang jawabannya akan berbeda-beda. Begitupun dengan saya, terkadang ada rasa takut jika yang saya tulis itu hanya akan menjadi tulisan belaka.

Namun, sensei kami meyakinkan. Tulislah yang ingin kalian capai! 

Kami secara berkelanjutan diajari untuk memanage diri kami sendiri. Kami diajari untuk berani bermimpi. Karena, tanpa tujuan yang jelas, sejauh apapun kaki ini melangkah, sejauh apapun mata ini memandang, maka perjalanan hanya akan menjadi sebuah perjalanan tanpa ujung. Hanya akan menjadi perjalanan yang tidak terarah.

Saat pertama kali kami masuk, 3 bulan yang lalu. Kami diberi selembar kertas yang berisi target yang ingin dicapai di akhir bulan ke 3 dan akhir bulan ke 6 pelatihan. 

Lalu, sekarang, setelah 3 bulan, kami diberi kertas lagi dengan 3 pertanyaan. Pertama, mimpi kami di masa depan itu apa? Kedua, target kami pada akhir masa pelatihan di Indonesia itu apa? Dan yang ketiga, target kami setelah menempuh masa pelatihan selama 12 bulan itu apa?

Pada akhirnya, saya menyadari, terkadang hanya untuk bermimpi saja kita sudah merasa takut. Sehingga kita menjadi merasa nyaman untuk berjalan di tempat saja.

Oleh karena itulah. Salah satu hal penting yang saya dapat selama menjalani pelatihan di sini adalah, Jangan takut untuk bermimpi! Mimpi itu ada untuk dicapai!

Mari kita menuliskan mimpi kita masing-masing.

Srengseng sawah, 13 Maret 2016

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: