​Mada Mada Desu (Belum Ada Apa-apanya)

9 Jul

#Benkyou 22

Sabtu malam minggu, riak-riak guntur menghiasi langit daerah Srengseng sawah kali ini. Sudah dari tadi siang cuaca panas, terkadang mendung, namun air hujan tak kunjung juga turun. Mungkin sebentar lagi, mungkin esok pagi.

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk bisa menuangkan aksara dalam tulisan kali ini. Tulisan di minggu ke dua puluh satu selama pelatihan di sini. 

Kalau melihat jadwal pelajaran di kalender pelatihan, waktu belajar efektif tinggal tiga minggu lagi, dan ada tambahan satu minggu lagi yang isinya ujian, ujian, dan ujian. Ada ujian besar atau Dai tesuto, ada ujian JLPT, ujian kaiwa, dan boleh jadi masih ada yang lain. Berbeda kelas, berbeda juga ujian yang akan diujikan.

Setelah itu, akan ada upacara penutupan pelatihan, lalu akan waktu libur sementara waktu, lalu balik lagi untuk mengikuti PDO (Pre Departure Orientation) selama 3 hari, lalu berangkat ke Jepang untuk menempuh pelatihan lagi selama 6 bulan sebelum masuk ke tempat kerja masing-masing.

Ternyata, pelatihan kami di tempat ini sebentar lagi akan usai.

Selama perjalanan pelatihan kami di sini, sangat jarang kami bertemu dengan teman-teman dari kelas lain saat jam pelajaran. Memang ada waktu berkumpul yang kesemuanya menjadi satu, yaitu setiap hari sabtu ketika ada kuliah umum yang dilaksanakan di aula. Namun, saat kuliah umum tersebut berlangsung, kami hanya duduk dan mendengarkan. Walaupun ada interaksi yang terjadi, hanya beberapa orang saja yang bisa menyuarakan pendapat atau pertanyaannya, itupun dalam bahasa Indonesia.

Berbeda dengan hari ini tadi, di mana kami melaksanakan presentasi dalam pelajaran Shirabe Gakushu (調べ学習), atau dalam bahasa indonesianya, pembelajaran berbasis penelitian. 

Dari sekitar 288 peserta pelatihan, dibentuk kelompok kecil yang beranggotakan sekitar 12 orang atau lebih, dimulai dari kelompok A sampai Z. Jadi, ada 26 kelompok sesuai dengan nama abjad yang ada.

Pembentukan kelompok ini sebenarnya sudah dibentuk 3 minggu yang lalu. Kelompok ini dibentuk oleh sensei, yang anggotanya berisi orang yang berlainan kelas. Jadi, tidak ada kelompok yang isinya teman sekelas. Semisal kelompok saya, ada siswa dari kelas 1, 3, 4, 5, 7, 8, sampai 16 yang berjumlah 12 orang. begitupun dengan kelompok lain. Jadi, kami diberi kesempatan untuk bisa bersosialisai dengan teman-teman yang berasal dari kelas lain.

Setelah kelompok terbentuk, kami diminta untuk memilih tema yang ada. Tema besar nya ada 3. Pertama, tema tentang Indonesia, kedua, tema tentang Jepang, yang ketiga, membandingkan budaya yang ada di Indonesia serta yang ada di Jepang.

Lalu, tema kecilnya, diantaranya, percintaan, pernikahan, upacara kematian, pertanian, toilet, hantu, makanan, bangunan, lalu lintas, serta masih banyak lagi.

Syaratnya, tema kecilnya hanya boleh diambil maksimal oleh 3 kelompok. Jadi, sempat ada proses suit untuk memperbutkan tema yang ingin di presentasikan, karena tema itu dipilih oleh lebih tiga kelompok. Misalnya tema tentang makanan dan hantu. Entah mengapa, begitu menariknya tema tersebut.

Setelah itu, kami diberikan lembar panduan serta dua lembar kertas karton dan spidol untuk membuat poster sebagai media presentasi. Dan itu wajib dibuat. Semisal dari kelompok ingin menambah media presentasinya dengan menggunakan power point, dipersilakan. Dan juga diperbolehkan menggunakan video sebagai media tambahan, hanya saja, ada syaratnya, yaitu videonya tidak boleh lebih dari satu menit dan tidak boleh ada suaranya.

Sebelas hari sebelum presentasi, yaitu hari rabu di minggu kemarin, poster dan naskah presentasi harus sudah jadi dan harus dikonsultasikan ke sensei pembimbing yang telah ditentukan. Jadi, ada beberapa kelompok yang dikoreksi, ada juga kelompok yang tanpa revisi sama sekali. Ya, beda pembimbing tentu berbeda cara membimbing tentunya.

Lalu, setelah direvisi, seminggu yang lalu, diadakan gladi bersih sebelum tampil. Setiap kelompok yang beranggotakan sekitar 12 orang, dibagi lagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing berisi 4 orang. jadi, setiap kelompok memiliki waktu presentasi yang berbeda-beda. 

Sebagai contoh, ada kelompok yang bernama Hana (花), yang memiliki arti bunga. Nah, kelompok ini dibagi menjadi kelompok Hana 1, Hana 2, dan Hana 3. Begitupun dengan 25 kelompok lainnya.

Walaupun temanya sama, namun, setiap kelompok kecil itu diminta untuk menampilkan isi yang berbeda, sesuai dengan kemampuan kelompok dalam menggunakan bahasa jepang.

Sebagai contoh, tema yang diambil adalah tema tentang hantu. Jadi, walaupun sama-sama akan memperkenalkan hantu khas Indonesia, diantaranya kuntilanak, sundel bolong, genderuwo, dan kawan-kawannya, namun, penjelasan yang disampaikan memiliki isi yang berbeda. Ketika naskahnya sama isinya, kemungkinan besar akan diminta oleh sensei pembimbing untuk memperbaiki. Boleh ada kesamaan, tapi jangan sama persis.

Nah, setelah proses gladi bersih selesai. Jarak seminggu kemudian, yaitu tadi pagi, kami harus mempresentasikan di depan teman-teman dari kelompok lain, dan juga sensei pembimbing dari kelompok lain.

Waktu presentasi, ketika kelompok Hana 1 sedang presentasi, maka kelompok Hana 2 dan Hana 3, akan melakukan kengaku (見学), atau berkunjung ke kelompok lain untuk melihat presentasi yang berbeda. Jadi, ketika kelompok Hana 1 tampil, maka kelompok Hana 2 akan berkunjung ke kelompok Kokoro 1 (心) misalnya (kokoro memiliki arti hati), yang akan mempresentasikan tema yang berbeda, semisal tema yang akan dipresentasikan adalah tentang pernikahan.

Lalu, setelah kelompok pertama selesai melakukan presentasi. Maka kelompok kedua akan kembali keruangan presentasi, dan kelompok pertama dan ketiga akan melakukan kunjungan lagi.

Ribet ya penjelasannya? Hehe.

Namun, dibalik semua itu, ada satu hal utama yang sangat menarik perhatian saya. Yaitu, kemampuan teman-teman dalam berbahasa jepang, meningkat drastis!

Ada beberapa teman yang ketika awal masuk pelatihan dulu, begitu kesulitan ketika masih dalam taraf menulis hiragana dan katakana, namun, ketika saya melihat penampilannya tadi, sungguh saya seperti melihat orang yang berbeda. Naskah yang dibuat bersama anggota kelompok, bisa dihapalkan dengan baik, dan bisa dipresentasikan dengan baik. Ketika sesi tanya jawab, pertanyaan demi pertanyaan bisa dijawab meskipun masih agak kesulitan dalam mengungkapkan jawaban yang sebenarnya sudah ada dalam kepala.

Benar adanya apa yang sering dikatakan oleh sensei kami. Kemampuan seseorang itu bukan hanya dari faktor kecerdasan semata, namun lebih banyak orang yang meningkatkan kemampuannya dengan cara berjuang lebih keras dibandingkan yang lainnya. Dengan cara belajar lebih giat dibandingkan dengan yang lainnya. Dengan cara tidak mudah menyerah dibanding yang lainnya.

Ketika teman saya tersebut dipuji oleh sensei, “Happyou wa sugokatta desu” (penampilannya bagus), dengan rendah hati teman saya menjawab, “iie, sensei. Mada mada desu” (Tidak sensei, ini masih belum ada apa-apanya).

Ya, itulah salah satu budaya rendah hati yang selalu diajarkan ke kami.

Kemampuan seseorang, ketika diasah terus menerus, tentu akan meningkat dan meningkat ke tahap berikutnya. 

Namun, ketika dipuji atau diberikan komentar positif oleh orang lain, maka jawaban yang selalu nyaman di hati adalah, mada mada desu. Karena, kemampuan kami masih belum seberapa. Kemampuan kami masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan para sensei yang telah dengan susah payah mengajar kami.

Kita pun sebenarnya punya istilah yang kurang lebih sama artinya. Yaitu, filosofi padi, semakin berisi semakin menunduk.

Semoga, semakin banyak ilmu yang kita terima, semakin menunduk juga hati kita. Bukan menjadi sebaliknya.

Selamat berakhir pekan buat semua…

:):)

Srengseng Sawah, 23 April 2016, 21.07 pm

*Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: