​Jam Pembelajaran Pelatihan

9 Jul

#Benkyou 15
Bulan maret, masih akrab dengan suasana dingin khas musim hujannya. Musim hujan kali ini terasa berbeda, karena di tengah musim hujan kali ini, kami harus belajar bahasa yang baru sembari hujan rintik-rintik yang terus turun membasahi alam jagat raya Indonesia raya ini.

Musim hujan. Tatkala hujan turun, duh, alangkah enaknya ketika suasana dingin, belajar sambil menyeduh kopi atau cokelat hangat. Entah, yang ada malah semakin menikmati hidangan yang tersedia, belajarnya malah jadi nanti-nanti. Abunai, abunai. Bahaya!

Baiklah, kali ini, masih dalam suasana musim hujan yang turunnya kadang “semaunya”, saya ingin membicarakan tentang jam pelajaran yang kami lakukan selama pelatihan di sini.

Hubungannya dengan musim hujan apa ya? (entahlah, semoga nyambung, hehe)

Jam belajar, saya kira semua orang yang pernah mendengarnya. Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga perguruan tinggi telah akrab dengan kata-kata yang satu ini.

Pertanyaannya? Jam pembelajaran kami itu seperti apa?

Dari pertanyaan itulah, tertulis catatan dibawah ini.

Saya akan ceritakan kegiatan yang rutin kami lakukan di sini. Khususnya tentang pembelajaran yang setiap hari kami lakukan.

Kami belajar dari hari senin sampai hari sabtu. Hari senin sampai hari jumat adalah jam belajar bahasa jepang di kelas masing-masing, semisal tata bahasa, kanji, dan sebagainya. Nah, untuk hari sabtu, kami di kumpulkan menjadi satu di aula, dari kelas 1 sampai kelas 16, untuk mengikuti kuliah bersama. Jadwalnya berubah-ubah, setiap hari sabtu materi dan pematerinya berbeda. Semisal, kuliah tentang cara penanganan stres ketika pertama kali ke luar negeri, lalu kuliah tentang budaya jepang, lalu terakhir kemarin, kami melakukan “game” bersama yang isinya tebak-tebakan kanji, kosakata dasar dalam keperawatan, dan lain sebagainya.

Untuk jam belajarnya. Setiap hari senin sampai kamis, pembelajaran dimulai pukul 08.30 sampai pukul 16.10. Kami harus datang minimal 10 menit sebelum pembalajaran dimulai, kalau telat, walau hanya semenit, siap-siap saja dengan segala resikonya! Mulai dari teguran yang paling ringan, dan bisa sampai tidak diijinkan mengikuti pembelajaran. Karena pada dasarnya, kami di sini adalah sudah dianggap bekerja. Jadi, segala tingkah polah kami akan dilaporkan kepada institusi di Jepang yang telah menerima kami.

Lanjut. Setiap jam pelajaran durasinya 50 menit. Jadi, pembelajaran jam pertama mulai dari pukul 08.30 sampai pukul 09.20, lalu istirahat sepuluh menit. Pembelajaran jam kedua dilanjutkan lagi pukul 09.30 dan seterusnya sampai jam ketiga berakhir yaitu pukul 11.20. jam keempat, alias 11.30 sampai 12.20 adalah jam belajar mandiri. Jadi, setiap kelas berhak menentukan jenis pembalajaran apa yang akan dilakukan saat jam tersebut. Bisa dilakukan permainan-permainan yang tentunya masih berkaitan dengan pembelajaran, bisa diisi dengan pembahasan materi yang belum dipahami, dan sebagainya.

Setelah jam keempat, waktunya istirahat selama satu jam. Mulai pukul 12.20 sampai 13.20. waktu istirahat ini digunakan untuk makan siang serta shalat dhuhur. 

Lalu, karena masuk ke jam kelima pukul 13.20, maka minimal pukul 13.10 kami harus sudah di kelas. Karena sensei nya juga biasanya sudah hadir pada pukul segitu. Lalu pembelajaran berlanjut sampai jam ke tujuh yang selesainya pada pukul 16.10.

Berbeda dengan hari senin sampai kamis, hari jumat memiliki jam belajar tersendiri. Mengapa demikian? karena ada ibadah shalat jumat bagi peserta laki-laki tentunya. Jam pertama sampai jam ketiga sama, yaitu mulai pukul 08.30 sampai 11.20. bedanya, jam keempat tidak diisi dengan jam belajar mandiri, namun langsung istirahat yang kemudian digunakan untuk shalat jumat dan makan. 

Waktu masuk jam keempat, yaitu pukul 13.00, yang berturut-turut sampai jam keenam sampai pukul 15.50. setelah istirahat sepuluh menit, maka jam ketujuh adalah jam belajar mandiri. Kalau hari jumat biasanya digunakan untuk evaluasi masing-masing kelas untuk membahas kegiatan yang telah dilaksanakan selama seminggu.

Lalu, untuk hari sabtu, waktu pembelajaran di aula besar yang menampung seluruh peserta, dimulai pukul 08.30 sampai 11.30. di sela-sela pembelajaran ada istirahat selama 20 menit yang bisa digunakan untuk ke toilet.

Mengapa kami harus datang minimal 10 menit sebelum pembelajaran? Jawaban sederhananya sih memang karena kami tidak boleh telat, titik. Namun, sudah menjadi kebiasaan yang ketat bagi orang jepang, bahwa kedisiplinan adalah awal dari segalanya. Saya kira, informasi tentang kereta di jepang yang dalam setahun tingkat keterlambatannya hanya hitungan detik, bukanlah sebuah informasi yang baru. Karena mereka sangat menghargai waktu dengan baik.

Sudah menjadi kebiasaan bagi sensei kami untuk datang ke kelas sepuluh menit sebelum pembelajaran dimulai. Mereka datang, kemudian mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan, semisal laptopnya dicolokkan ke proyektor, mengabsen para peserta, kemudian jika waktu belum menunjukkan pukul 08.30, maka waktu yang ada digunakan untuk mengobrol dengan para peserta. Menanyakan kabar, apakah ada kesulitan dalam belajar tadi malam, dan sebagainya.

Betul-betul melakukan tugasnya sebagai seorang pengajar yang profesional!

Oleh karena itulah, para sensei kami sangat layak untuk kami jadikan role model dalam kedisiplinan. Masa iya senseinya sudah datang, sedangkan peserta belum datang. Jadinya kan malu.

Kurang lebih seperti itulah kegiatan sehari-hari kami di sini. Semoga bisa memberikan informasi bagi yang membutuhkan, dan semoga tulisan kali ini tidak begitu membosankan.

Hari sudah siang menjelang sore, langit mulai mendung lagi, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun lagi.

Hujan, 30 persen adalah air, 70 persen adalah kenangan (gak nyambung).

Srengseng sawah, 6 Maret 2016

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: