​5 Terrafarma

9 Jul

Tak usah kau risaukan, Ayah, aku berkelana bukan untuk dunia semata.
Jangan kau kusutkan keningmu, Ibu, langkah kakiku adalah hangatnya peluk dan doamu.

Mungkin ini adalah akhir, dari pencarianku, terhadap diriku sendiri.

Di tanah ini, aku terdampar dan mematrikan janji di dalam hati, kepada Sang Mahapasti.

Mungkin pula ini adalah awal dari semangat yang menggumpal.

Di tepian teluk ini, napasku beradu sendu dengan impian dan udara masa depan.

Dari kebasnya rasa cinta dan benci, aku mengerti.

Dari sebuah impian suci yang abadi, aku mengerti.

Dari percikan suara alam yang berteriak sunyi, aku mengerti.

Dari guratan firasat yang tak bertepi, aku mengerti.

Perjalananku adalah perjalanan jauh ke dalam hati untuk hari esok yang lebih berarti.

*Saya kutip dari halaman kedua, dari buku “30 Paspor di Kelas Sang Profesor Bagian Pertama” karya J.S. Khairen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: