Godaan ketika Belajar

17 Jan

#Benkyou 8

Hari minggu sudah masuk waktu sore menjelang malam. Burung-burung camar pun sudah terlihat melayang-layang. Eh, memangnya saya di laut. Dan……..saya belum dapat ide untuk menulis apa kali ini. Sejenak berhenti dari rutinitas yang ada, saya membayangkan kejadian apa saja yang terjadi dalam seminggu ini. Juga yang terjadi ketika saya berada di sini.

Sejak awal menulis dengan hastag #Benkyou kali ini, memang saya niatkan untuk mencoba menulis seminggu sekali secara rutin. Terkadang, saat lagi banyak-banyaknya ide, menulis itu terasa begitu mudahnya. Namun, ketika ide itu benar-benar sedang tidak ada, atau mungkin sedang pulang kampung, boro-boro menulis sebuah tulisan, menulis satu kalimat saja ketik, hapus, ketik lagi, dan hapus lagi. Betul-betul susah rasanya.

Namun, apapun halangan serta godaan itu, saya mencoba untuk menembusnya. Entah, jadinya seperti apa tulisan saya, saya belum tahu. Yang jelas, saya hanya ingin terus menulis dan menulis. Karena sekali saja saya berhenti, maka yang berat adalah memulainya lagi. Saya kira itu juga berlaku untuk banyak hal.

Begitu juga dengan proses belajar di sini. Bukan berarti proses yang kami lalui di sini mulus-mulus saja. Tanpa ada gangguan dan godaan.

Nah, kali ini saya akan mencoba menulis tentang godaan-godaan apa saja yang terjadi dan beruntungnya, bisa saya amati ketika sedang belajar di sini. Boleh jadi ada juga yang merasakannya juga, hehe.

Dari hasil coret-coret di sebuah kertas tadi siang, minimal ada empat godaan yang saya amati ketika sedang belajar.

Pertama. Kenapa eh kenapa, ketika baru mulai belajar kok tiba-tiba rasa ngantuk itu melanda. Membaca buku serasa membawa beban yang berat. Berat sekali mata ini untuk melanjutkan membaca. Apalagi ketika sedang menulis kanji. Sudah hurufnya bentuknya gak karuan, ditambah dengan ngantuk, bisa-bisa huruf kanji itu berubah menjadi bentuk baru yang lebih aneh lagi nantinya.

Ketika baru belajar 1 jam, rasanya seakan sudah membaca banyak hal, serta kayaknya sudah merasa belajarnya sudah lamaaaaaaa betul. Nah, namanya orang ngantuk itu pasti akan muncul banyak alasan. Misalnya, yaudah, namanya ngantuk, istirahat bentar. Lalu bermain hp sebentar. Ya, sebentar. Beneran kok, sebentar saja deh. Lalu jari-jari ini mulai membuka sosmed, nge like status, membalas chating, iseng-iseng ganti tema, sambil sandaran, ketik ini ketik itu. Lah kok tiba-tiba sudah 3 jam berlalu. Hmpt, sudah 3 jam ternyata.

Kedua. Ketika sedang belajar, walaupun tadinya sudah makan. Eh, kenapa kok tiba-tiba rasanya jadi lapar lagi. Lalu munculah perdebatan dalam pikiran yang kurang lebih sebagai berikut. Kan laper, yaudah, istirahat sebentar. Beli makan sebentar. Nanti kalau sudah kenyang lanjut belajar lagi.

Nah, kalau kejadian ini sudah terjadi. Maka buku pelajaran pun ditutup. PR pun dipending dulu. Yang penting rasa lapar teratasi dulu. Lalu meluncurlah ke warung indomie di pojokan asrama. Pesan. Sambil ngobrol dengan beberapa teman yang kebetulan lewat. Eh, kok malah jadi tidak ngantuk ya. Pesanan jadi. Makan dulu. Lalu setelah itu kembali ke kamar untuk melanjutkan belajar. Eh, lah kok malah jadi ngantuk ya habis makan. Yaudah, tiduran sebentar deh. Kemudian……..tiba-tiba pagi, hehe.

Ketiga. Ketika niat belajar kelompok berubah menjadi ngobrol kelompok. Kalau yang satu ini, mungkin, saya bilang mungkin loh ya, memang tergantung dari pribadi masing-masing. Ketika belajar sendiri sudah mencapai batasnya, dalam artian memang butuh teman untuk sharing tentang pelajaran yang belum diketahui. Maka belajar secara berkelompok adalah salah satu solusinya.

Namun, godaan ketika belajar kelompok pun ada. Yaitu ketika belajar kelompok berubah menjadi ngobrol secara berjamaah. Awalnya yang dibahas adalah soal pelajaran. Tapi, lama-lama kok yang dibahas itu kok ya harga smartphone yang baru, lalu makanan di perempatan jalan itu kok enak ternyata ya, dan lain-lain, hehe. Ngobrol itu boleh, asalkan tugas sudah selesai. Gak lucu juga kalau awalnya sudah berkumpul untuk belajar kelompok, eh, ketika sudah berkumpul malah jadinya ngegosip, eh.

Keempat. Sebuah ekspektasi agung ketika hari libur tiba. Ketika hari libur tiba, maka akan muncul sebuah target dadakan. Kira-kira seperti ini, saya akan menggunakan hari libur ini untuk mereview soal-soal yang belum saya pahami. Lalu saya akan menghafal kosakata sebanyak mungkin. Lalu saya akan menulis kanji sampai saya memahaminya. Dan lain sebagainya.

Namun, ekspektasi yang luat biasa tersebut ternyata beratnya bukan main untuk dijalani. ketika hari libur benar-benar tiba, maka sebagian besar kejadian yang terjadi adalah bangunnya malah telat. Lalu akan muncul pemikiran, kan masih pagi, nanti agak siangan ah belajarnya. Ketika sudah siang, makan siang dulu, kan tadi pagi belum sarapan. Sudah makan siang, kok ngantuk ya. Tidur sebentar ah. Bangun-bangun sudah sore, dan sebentar lagi malam menjelang. Ketika sudah malam, barulah mulai belajar. Baru mulai belajar, eh, kok laper ya, yaudah, ke warung indomie yang ada di pojokan asrama ahh, hehe. Bu, pesen yang pedes ya……

****

Boleh jadi tulisan ini adalah fiksi, seperti cerita si kancil dan pak tani yang sudah diceritakan berulang-ulang ketika saya masih kecil. Namun, jika memang ada yang merasakannya, marilah kita sama-sama berubah. Berubah untuk pesan indomie pedes di warung pojokan asrama, eh, berubah agar bisa belajar lebih giat lagi maksudnya, hehe.

Ganbatte Kudasai….

Srengseng Sawah, 17 Januari 2016

*Uki

Iklan

4 Tanggapan to “Godaan ketika Belajar”

  1. Ryuzaki 14 Mei 2016 pada 6:56 am #

    Wah gak kerasa udah baca sampai tulisan terakir 😀
    inyallah kalau sdh lulus kuliah nyusul 😀
    Ganbatte ne~

    • arsyad syauqi 14 Mei 2016 pada 7:20 am #

      Terima kasih sudah baca2 tulisan saya. Saya gak nyangka ada yg baca sampai terakhir saya upload. Btw, skrg sudah sampai tulisan ke 24, tapi belum saya upload ke blog, masih di facebook. Silahkan kalau mau baca2, di facebook saya, Arsyad Syauqi. Arigatou..

  2. Ryuzaki 14 Mei 2016 pada 11:01 pm #

    Oke.. kapan2 share mengenai pembelajaran2 dasar ujian nasional nya kak. Hehe..
    itung itung belajar mantapin dr sekarang. Btw, Alamat emali dan whatsapp udah saved 😀

    • arsyad syauqi 14 Mei 2016 pada 11:08 pm #

      Oke, silahkan kalau mau diskusi lebih lanjut 😊😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: