Tidak Cukup Hanya Di Kelas Saja

19 Des

#Benkyou 4

Layaknya perpindahan musim yang terjadi secara berangsur-angsur. Yang awalnya panas terik, kemudian menjadi sejuk lantaran hujan yang turun. Begitu pun dengan kami di sini. Berangsur-angsur, semakin hari, semakin banyak hal yang harus kami pelajari.

Saat mendaftar untuk mengikuti tes pada bulan April lalu. Kami memang tidak diharuskan untuk sudah paham tentang bahasa Jepang serta berbagai kebudayaan yang ada di dalamnya. Bagi yang belum bisa berbahasa Jepang boleh mendaftar, dan juga bagi yang sudah pernah mempelajarinya juga dipersilakan mendaftar.

Karena memang tidak hanya dari faktor bahasa Jepang saja kami dinilai. Namun, saya melihat bagi mereka yang sudah mempelajarinya terlebih dahulu memang menjadi nilai tambah tersendiri.

Setelah serangkaian tes yang cukup melelahkan itu usai, di tempat inilah kami memulai fase selanjutnya. Yaitu belajar, belajar, dan belajar.

Nama tempat ini adalah PPPPTK Bahasa yang terletak di Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Sebuah tempat menurut saya sangat cocok untuk digunakan untuk belajar. Bagaimana tidak, walaupun masih berada di area Jakarta yang sudah sangat terkenal dengan ramai serta macetnya. Hal itu seakan tidak terasa di tempat ini. Gedung-gedung yang berjejeran dipadu dengan pepohonan yang rindang, serta kontur tanah yang naik turun, menjadikan tempat ini serasa di sebuah perbukitan yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota.

Dan juga, bagi beberapa teman yang pernah bermimpi untuk menjejakkan kaki di Universitas Indonesia, hal itu bisa terwujud di sini. Karena letak Universitas Indonesia tidak jauh dari tempat ini. Mau naik angkot bisa, naik KRL juga hanya berjarak satu stasiun, dari stasiun UP (Universitas Pancasila) sampai stasiun UI Depok, kalau mau sambil joging juga bisa.

Yaaa, walaupun belum kesampaian untuk mengikuti perkuliahannya, minimal sudah sampai kampusnya terlebih dahulu, hehe. Siapa tahu suatu saat bisa belajar disitu, atau malah mengajar disitu. Karena masa depan masih menjadi misteri ilahi.

Kembali lagi ke pembelajaran di sini. Kami sudah melewati minggu ketiga dan segera memasuki minggu keempat.

Bagi kelas yang pada minggu pertama masih berkutat tentang bagaimana menulis huruf hiragana serta katakana dengan benar, di minggu ketiga ini sudah harus sudah bisa menulis dengan rapi serta cepat. Karena selain pembelajaran kanji pun sudah dimulai, pola serta tata bahasa di tiap bab pun sudah harus dikuasai. Kata kerja, kata benda, kata sifat serta berbagai kosakata baru pun harus sesegara mungkin dihafalkan.

Begitu pun dengan kelas-kelas lain yang pembelajarannya berbeda sesuai dengan tingkatan kemampuan bahasa jepang yang dimiliki. Semua memiliki beban masing-masing. Semua memiliki tugasnya masing-masing. Dari kelas 1 sampai kelas 16.

Boleh jadi, ada yang masih berusaha untuk bisa menulis hiragana dan katakana dengan lancar. Ada juga yang sudah sampai tahapan hafalan kosakata yang sering terlupa. Dan juga, ada yang sudah sampai pemahaman tata bahasa dasar yang butuh waktu berulang-ulang sampai paham.

Dari berbagai hal yang disampaikan di kelas, boleh jadi, belum tentu bisa langsung dipahami saat itu juga.  Apalagi kalau yang menjelaskan itu sensei yang sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia alias nihonjin (日本人/orang Jepang) tulen. Dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran selalu menggunakan bahasa Jepang. Boleh jadi itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta pelatihan.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, maka dalam pembelajaran kami diajarkan yang namanya Yoshuu suru (予習する) dan Fukushuu suru(復習する). Yoshuu suru yang berarti mempersiapkan pelajaran yang akan ajarkan serta dipelajari di kelas, serta fukushuu suru yang berarti mereview atau mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.

Yoshuu suru, yang artinya mempersiapkan pelajaran, bertujuan supaya kami selalu memperhatikan apa yang akan diajarkan di kelas. Untuk itu, kami diberi jadwal setiap minggu atau per dua minggu. Di jadwal tersebut pun tertera pelajaran dan ujian apa saja yang akan kami lakukan.

Kalau saat masih SD dulu, dalam jadwal pelajaran mungkin akan tertera MTK, BI, KTK, Penjaskes, dan sebagainya. Untuk saat ini, karena yang kami pelajari seputar Bahasa Jepang dan kebudayaannya, maka yang tertulis di jadwal pelajaran antara lain Bab 1 (Kosakata dan Tata Bahasa), lalu Kanji Unit 2, lalu ada fukushuu (review) bab 4, dokkai (membaca), choukai (Mendengarkan/listening), fukushuu tesuto bab 1-4 (Ujian yang mengulas tentang bab 1-4), dan di setiap hari sabtu pasti akan ada kelas tambahan yang isinya bervariasi. Seperti materi minggu lalu yang membahas tentang cara penanganan stres budaya (shock culture) ketika di luar negeri, dan sabtu ini jadwalnya menonton film Jepang.

Kalau kami tidak mempersiapkan pelajaran sebelumnya, maka ketika di kelas, pelajaran yang diajarkan tidak akan terserap secara maksimal. Dan tentu saja yang akan merasakan dampaknya ya diri kita sendiri.

Lalu Fukushuu suru, yang berarti mengulang pelajaran yang telah di ajarkan. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat penting. Karena boleh jadi, hal yang sudah dipelajari di kelas, walaupun saat itu sudah paham, bisa jadi ketika pembelajaran selesai, dan sampai di asrama, ada beberapa hal yang bisa terlupa.

Fukushuu di sini memang tidak jauh berbeda dengan metode ala Indonesia, yaitu adanya Shukudai (宿題/PR/Pekerjaan Rumah). Nah, Shukudai nya itu tergantung dari materi yang diajarkan. Kalau semisal hari itu ada pelajaran tata bahasa, kanji, choukai (listening), maka shukudai nya tentu saja akan banyak.

Namun, sebanyak apapun shukudai yang diberikan itu tentu saja untuk kebaikan kami. Agar kami selalu dan selalu berlatih bahasa Jepang.

Oleh karena itulah, pembelajaran tidak akan cukup kalau di kelas saja. Kalau ingin segera mencapai target yang ditentukan, yaitu lulus ujian JLPT N4, maka waktu 6 bulan ini akan terasa sangat singkat kalau dijalani.

Karena setelah lulus N4 saja ternyata masih belum cukup. Target selanjutnya adalah bisa lulus ujian negara di Jepang nanti, supaya bisa memperoleh lisensi sebagai perawat (kangoshi) dan perawat lansia (careworker/kaigofukushishi). Untuk bisa memahami soal-soal ujian negara (kokkashiken/国家試験) itu minimal harus mempunyai kemampuan bahasa Jepang setara N2. Artinya, minimal 1200 kanji harus hafal dan paham.

Ternyata, jalan kita masih panjang, Kawan!

頑張って下さい。。。

*Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: