Tugas Kami Adalah Belajar

13 Des

#Benkyou 3

Sudah dua minggu kami di sini. Berarti, waktu belajar untuk memenuhi target lulus ujian bahasa Jepang setara N4 tinggal 5 bulan 2 minggu dari batas waktu 6 bulan yang disediakan.

Apakah ujian bahasa Jepang setara N4 itu susah?

Boleh jadi hal ini akan menarik untuk dibicarakan. Nah, sebagai gambaran awalnya, jumlah huruf kanji itu jumlahnya ada dua ribu lebih. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa huruf kanji itu berjumlah sampai sekitar 2800 buah.

Dan untuk memenuhi target lulus N4, minimal kami harus belajar huruf kanji sekitar 400 buah dari jumlah yang ada. Belum lagi harus menghafalkan kosakata serta mempelajari tata bahasanya. Tentu saja hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami yang ada di tempat pelatihan ini.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menakuti, bukan. Namun, lebih sebagai pengingat serta pemicu motivasi belajar bagi saya khususnya, serta teman-teman yang sedang menempuh pelatihan yang berangsur-angsur akan semakin memasuki tahapan yang semakin berat.

Kami di sini, berjumlah sekitar 292 peserta yang nantinya akan bekerja di Jepang dengan wilayah yang berbeda-beda, juga berasal dari latar belakang yang berbeda-beda juga. Mulai dari perbedaan daerah asal yang beragam, ada yang dari Nias sampai Wakatobi, ada yang dari Padang dan ada juga yang dari Kupang. Ada yang sudah cukup mengerti bahasa Jepang, dan ada juga yang memang baru benar-benar belajar.

Beragam, seperti hal nya Indonesia yang sangat kaya akan keberagaman yang kemudian disatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika. Begitu pun dengan kami. Keberagaman yang ada karena perbedaan wilayah asal tempat tinggal, perbedaan motivasi untuk bekerja di Jepang, serta perbedaan kemampuan yang ada di masing-masing individu, disatukan di tempat ini dengan satu tujuan. Lulus ujian kemampuan N4 agar bisa berangkat bersama-sama ke Jepang.

Karena kalau kami tidak lulus ujian tersebut, sebagaimana telah dijelaskan kepada kami sebelumnya, maka kami tidak bisa berangkat alias ter“eleminasi” dari program ini. Karena itulah kami harus belajar dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi target tersebut.

Karena memang tugas kami di sini hanya belajar saja. Namun, rasanya kurang adil kalau saya hanya menulis tentang tugas, tugas, dan tugas saja tanpa membicarakan fasilitas yang diberikan.

Sebagaimana tertulis dalam surat perjanjian kami dengan pihak Jepang. Untuk calon Kangoshi (perawat) akan dikontrak selama 3 tahun, dan untuk calon Kaigofukushishi (careworker/perawat lansia) akan dikontrak selama 4 tahun.

Nah, satu tahun pertama itu tugasnya hanya belajar. 6 bulan belajar di Jakarta dan kemudian 6 bulan berikutnya pembelajaran akan dilaksanakan di Jepang.

Selama pelatihan di Jakarta, kami memang belum mendapatkan gaji full sebagaimana yang tertulis di surat persetujuan kerja, namun, kami di sini sudah mendapatkan uang saku sejumlah 10 US Dollar perhari.

Lalu tentang asrama, jangan dibayangkan kami satu kamar diisi banyak orang sehingga jadi sumpek. Rata-rata satu kamar diisi dua sampai 3 orang. Ukuran kamar yang lumayan besar dengan kamar mandi dalam serta AC di setiap kamarnya. Lalu disediakan meja belajar di setiap kamar dan ada meja belajar besar di ruang tengah.

Setiap asrama dilengkapi hotspot dengan kecepatan tinggi alias ngebut. Kuotanya cukup bahkan lebih untuk seluruh penghuni asrama. Lalu, di setiap asrama ada TV LED berukuran 32 inci, diperuntukkan bagi yang ingin menyaksikan berita atau kalau akhir pekan ingin menyaksikan pertandingan sepakbola misalnya.

Lalu urusan makan? Prasmanan! Tinggal datang sesuai dengan waktu makan yang ditentukan. Sarapan, makan siang, serta makan malam. Kita tinggal datang, ambil piring, antri, ambil nasi, lauk pauk, sayur, dan setiap makan malam ada buahnya yang bervariasi. setiap pagi disediakan teh hangat serta kopi bagi yang mau membuat.

Setelah makan, piring serta gelas yang sudah dipakai tinggal dikumpulkan di tempat yang telah ditentukan, habis itu dicuci oleh petugas yang bertanggung jawab di kantin.

Begitupun dengan buku pelajaran yang diberikan. Semuanya asli kiriman dari Jepang dengan daftar harga yang masih terpampang di sampul belakangnya. Ada yang harganya 1400 yen, ada yang 2000 yen, dan buku yang paling tebal harganya 3100 yen. Dan masing-masing peserta pelatihan mendapatkan sekitar 15 buku atau lebih, sesuai dengan kelas tentunya. Padahal kurs mata uang yen ke rupiah sekitar 110 rupiah. Jadi kisaran harga bukunya mulai dari 150 ribu sampai 350 ribu. Dan itu semua gratis.

Dengan berbagai fasilitas yang menurut saya itu sangat melebihi kata cukup, maka tidak heran target yang diberikan kepada kami cukup tinggi. Menjalani hari dengan berbagai tugas serta pekerjaan rumah alias PR merupakan makanan kami sehari-hari di sini.

Nah, karena semua fasilitas sudah disediakan secara maksimal, sekarang tinggal kembali ke diri masing-masing. Kalau rajin serta tekun belajar maka kemungkinan lulusnya juga akan tinggi. Namun, sebaliknya, kalau terlena dengan berbagai fasilitas yang ada dan menjadi malas untuk belajar, maka hal yang kurang baik kemungkinan akan terjadi di kemudian hari.

Sebagai penutup, saya akan mengutip sebuah kata mutiara dari Petinju Legendaris Dunia, Muhammad Ali,

Saya benci latihan pada setiap menitnya, tetapi saya berkata, “Jangan berhenti. Lebih baik menderita sekarang dan kemudian menjalani sisa kehidupan sebagai seorang juara.”

Mari kita sama-sama belajar, serta bersemangat untuk mencapai tujuan kita.

Ganbatte Kudasai….

*Uki

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: