Mulai Pelatihan (Lagi)

28 Nov

#Benkyou 1

Perjalanan baru pun dimulai.

Begitupun dengan tulisan ini. Judul ini adalah awal bagian ketiga dari topik tulisan yang saya buat. Yang pertama dulu, waktu masih bekerja di Batam, saya menulis dengan tanda #Turn On.

Arti gampangnya, menyalakan, menghidupkan. Dengan ide sederhana saat itu, saya ingin menjadikan kegiatan menulis itu menjadi sebuah hobi. Apa saja saya tulis. Saking bersemangatnya, saya bisa menulis sampai tiga tulisan dalam satu minggu. Tulisan di Batam kemarin, kalau tidak salah, ada sekitar 104 judul. Lalu, kalau saya lagi iseng membuka catatan lama, rasanya seperti membuka sebuah album foto yang yang sudah usang. Kadang saya juga merasa, kok bisa ya saat itu menulis seperti itu.

Lalu, setelah saya pindah ke Bandung untuk mengikuti pelatihan guna mempersiapkan diri mengikuti tes pengiriman perawat ke Jepang, saya ganti tagarnya dengan tanda #Kaizen. Kaizen, adalah sebuah kata dalam bahasa jepang yang artinya kurang lebih perubahan secara berkesinambungan.

Mengapa saya mengambil topik demikian? Awalnya saya hanya tertarik dengan kata tersebut. Karena saat di tempat pelatihan saya yang ada di Bandung, tulisan Kaizen tersebut tertempel di papan pengumuman. Setelah mengetahui artinya, saya menjadi tertarik. Karena, setelah saya memulai menulis di Batam, akan sangat disayangkan kalau saya berhenti begitu saja tanpa ada lanjutannya.

Maka saya kira, fase di Bandung adalah sebuah fase untuk memberbaiki tulisan-tulisan saya, begitupun dengan kegiatan yang saya lakukan. Pelatihan yang akan membawa saya menuju masa depan yang lebih baik lagi. Dan masa depan yang lebih baik tersebut, saya rasa, tidak akan di dapatkan dengan jalan yang instan. Dengan serta merta tanpa ada usaha, tidak dengan simsalabim, lalu berubah menjadi lebih baik lagi.

Karena itulah, perubahan perlu dilakukan. Lantas, apakah fase perubahan itu menyenangkan?

Jawabannya sudah pasti. Tidak sama sekali. Belajar, disiplin, bangun pagi, tidur larut, jadwal bersih-bersih, bergantian jadwal masak, dan tentu saja tugas-tugas yang perlu dikerjakan. Apalagi saat itu saya sudah mengundurkan diri dari status karyawan tetap di rumah sakit tempat saya bekerja sebelumnya. Dengan artian, kalau saya sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, sementara saya belajarnya tidak sungguh-sungguh, maka saya akan menambah daftar jumlah pengangguran di negeri ini!

Masa-masa pelatihan di Bandung sudah saya lalui. Predikat sebagai siswa terbaik memang tidak saya dapatkan, karena saya menyadari, bahwa saya masih banyak sekali kurangnya.

Namun, dengan banyak kekurangan yang saya miliki tersebut saya menjadi mengerti. Bahwa saya perlu dan harus belajar lebih giat lagi. Saya perlu mendalami berbagai materi yang ternyata tidak bisa saya pahami hanya dengan membacanya satu kali. Perlu dua, tiga, sampai empat kali atau lebih baru mungkin bisa paham terhadap apapun itu yang saya pelajari.

Oleh karena itulah, dalam topik tulisan saya mulai kali ini, saya mengambil tanda #Benkyou, yang dalam bahasa Indonesianya berarti belajar.

Hari jumat kemarin, tanggal 27 November 2015, bertempat di Aula H.B. Jassin, P4TK Bahasa di Jakarta Selatan, acara pembukaan pelatihan kami, para calon Perawat (Kangoshi) dan Perawat Lansia (Kaigofukushishi), secara resmi telah dibuka. Yang berarti masa-masa perjuangan untuk mengusai berbagai materi serta pelajaran yang bertujuan minimal bisa lulus ujian JLPT N4 telah dimulai.

Dalam 6 bulan ke depan, kami sudah diberikan menu pelajaran yang sangat luar biasa. Tentu saja mulai belajar huruf hiragana, katakana, kosakata, tata bahasa, serta minimal kami harus menguasai sekitar 310 huruf kanji dari sekitar 2800 huruf kanji yang ada.

Kalau target minimal itu tidak bisa kami penuhi, memang ada kemungkinan tidak bisa berangkat ke Jepang untuk bekerja di sana. Mulai besok hari senin, 293 peserta pelatihan akan mulai masuk ke kelas yang telah ditentukan oleh hasil ujian penempatan kelas yang diadakan kemarin.

Apakah tahun kemarin ada yang tidak berangkat setelah mengikuti pelatihan selama enam bulan? Jawabannya ada. Yang memberikan informasi adalah pihak dari Japan Foundation yang menjadi penanggung jawab dalam pelatihan kami kali ini.

Nah, insya allah, semoga saya bisa menuliskan berbagai lika-liku cerita semasa pelatihan saya di sini setiap akhir pekan. Semoga saya bisa mengalahkan rasa malas saya, yang terkadang menjadikan adanya tugas-tugas dari lembaga pelatihan menjadi kambing hitam hingga saya absen dalam menulis.

Baiklah, kira itu dulu kali ini. insya allah saya sambung lagi minggu depan.

Minasan, Ganbatte Kudasai. Selalu tetap semangat, ya!

*Arsyad Syauqi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: