Sekilas Tentang Tes Perawat Ke Jepang (Bagian Ketiga)

15 Nov

# Kaizen 44

Tahap kedua adalah tes tertulis yang terdiri atas tes kemampuan Keperawatan dan tes psikotes. Biaya masing-masing tes ini adalah 250 ribu. Jadi 2 tes ini membutuhkan biaya 500 ribu. Tes keperawatan terdiri atas 180 soal, berlangsung selama 180 menit, menggunakan lembar jawab komputer.

Untuk calon perawat, tesnya beragam, mulai dari Keperawatan Dasar, Keperawatan Medikal Bedah, Anak, Maternitas, Jiwa, Gerontik, dll. Untuk calon Perawat lansia, kata teman saya yang mengikuti, hampir 80 % tesnya membahas tentang Keperawatan lansia.

Setelah itu, tes psikotes. Kemarin, ada 7 jenis tes. Saya hanya ingat beberapa, diantara, tes Adkudag, hitung-hitungan, kraeplin atau tes koran dan EPPS yang soalnya bikin mual. Gimana gak mual, kita disuruh memilih diantara dua pilihan yang mungkin ada semua dalam diri kita, atau bahkan sebaliknya, kedua pilihan itu tidak ada dalam diri kita, dan kita diharuskan memilih salah satu. Bener-bener bikin puyeng.

Setelah tes tertulis selesai, maka menunggu lagi. Tidak main-main menunggunya, tesnya tanggal 2 Juni dan pengumumannya tanggal 29 Juli 2015. Hampir dua bulan. Setelah itu, maka tinggal tahap terakhir, yaitu wawancara, tes kesehatan, dan proses matching.

Tanggal 29 Juli 2015, pengumuman itu keluar. Sebagian besar lanjut, namun ada juga yang tersisih. Dari data yang saya baca, calon perawat (Kangoshi) yang ikut tes tertulis sebanyak 110 orang, dan yang lolos ke tahap wawancara ada 106 orang. 4 orang tidak lolos. Dan calon careworker/perawat lansia (Kaigofukushishi) yang ikut tes tertulis sekitar 525 peserta, dan yang lolos sekitar 475, ada sekitar 50 orang yang tidak lolos.

Dan peserta yang lolos tersebut akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara dan tes kesehatan. Tahap wawancara akan dimulai tanggal 19 agustus sampai 26 agustus. Beruntun, sesuai dengan nomor urut peserta. Tempatnya di Jakarta dan di Medan.

Tiap peserta pasti punya ceritanya masing-masing tentang sesi wawancara ini. Begitupun dengan saya. para peserta yang lolos di tahap ini, dikumpulkan di sebuah ballroom hotel dengan waktu yang sudah ditentukan, kemarin, wawancara kami bertempat di hotel Alila Jakarta pada tanggal 19 agustus.

Acara dimulai pukul 07.30 pagi, semua peserta sudah di dalam ruangan semua. Pakaian batik lengan panjang yang beraneka rupa menghiasi ruangan. Mengapa batik? Karena kami memang diwajibkan memakai pakaian khas Indonesia tersebut.

Sebelum masuk ruangan, kami dipersilahkan untuk mengisi daftar hadir dan kemudian diberi tanda pengenal yang kemudian dipakai masing-masing peserta.

Acara dimulai dengan pembukaan, lalu penjelasan rangkaian acara oleh pihak Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh orang dari BNP2TKI. Lalu penjelasan tentang tata cara wawancara oleh pihak Jepang dari JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Service).

Tahun ini, lowongan perawat yang ada sejumlah 58 lowongan dari 21 rumah sakit yang mengikuti program ini. Kalau careworker lowongannya ada 290 lowongan dari sekitar 120 panti lansia yang membuka lowongan. Nah, dari 21 rumah sakit yang membuka lowongan tersebut, 7 perwakilan diataranya hadir di ballroom tersebut untuk join interview.

Walaupun bisa hadir, mereka hanya bisa menjelaskan profil rumah sakitnya masing-masing, belum bisa memilih, karena proses memilih itu ada dalam bagiannya tersendiri, yaitu proses matching.

Dari 106 calon perawat yang lolos tes tertulis, ada sekitar 96 orang yang hadir di jakarta, selebihnya terjadwal mengikuti wawancara di Medan. Jadi, setelah sesi penjelasan selesai. Kami secara bergiliran masuk ke ruang wawancara. Setiap gelombang ada 10 orang yang masuk, selebihnya mengunjungi stan-stan yang ada. Begitu seterusnya sampai proses wawancara selesai.

Setelah wawancara selesai, kami tidak langsung pulang. Karena masih ada japanese quiz dan aptitude test. Japanese quiz berupa soal-soal kemampuan dasar dalam bahasa jepang. Seperti melengkapi huruf hiragana dan katakana. Lalu choukai atau mendengarkan kotoba (kosakata bahasa jepang), lalu mengerjakan perubahan kata kerja, dll. Aptitude test hampir mirip dengan psikotes saat tes tertulis pada bulan juni. Cukup melelahkan memang.

Nah, saat join interview itulah kesempatan kita untuk unjuk kebolehan.

Apakah peserta tes ini harus bisa berbahasa jepang? Saya kira jawabannya ada di sini. Disaat yang lain berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, dengan bantuan penerjemah, saya dan teman-teman yang memang sudah mempersiapkan diri untuk proses ini, tentu akan menggunakan bahasa jepang untuk berkomunikasi.

Layaknya kalau ada bule dari luar negeri yang mencoba berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia ala kadarnya kepada kita. tentu kita merasa senang, boleh jadi tersanjung. Kok mereka mau belajar bahasa kita ya. Boleh jadi demikian.

Kemampuan bahasa jepang saya juga masih rendah, namun, kemauan untuk berusaha itulah yang utama dan diperhatikan oleh mereka. Disaat saya mencoba menggunakannya untuk berkomunikasi. Salah di sana sini adalah hal yang biasa, malah beberapa kali saya dibetulkan dan dikoreksi. Namun, berkat itulah ada salah satu pihak rumah sakit yang memberikan respons baik kepada saya, dan setelah tes kesehatan dan proses matching, alhamdulillah di rumah sakit tersebutlah saya diterima.

Sehari setelah wawancara, kami diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan di tempat yang telah ditunjuk oleh pihak BNP2TKI. Biayanya 1 juta. Nah, hasil dari tes kesehatan inilah yang akan menentukan apakah calon peserta bisa lanjut apa tidak.

Memang, berharapnya semua bisa lolos dalam tahap ini. Namun, hasilnya ternyata berkata lain. Ada beberapa calon peserta yang hasil tes kesehatannya dalam kondisi unfit alias tidak dalam keadaan sehat. Ada yang bermasalah di bagian paru-paru, ada juga yang ternyata mengidap penyakit infeksi, namun jumlahnya tidak banyak.

Setelah calon peserta dinyatakan fit, barulah bisa mengikuti proses matching. Sebenarnya, saya agak kesulitan menjelaskan bagian ini. intinya begini saja, setelah wawancara, kita akan diberikan alamat web untuk membuka website Jicwels dan memasukkan nomor identitas serta password yang berbeda setiap peserta.

Lalu, kita akan mengisi biodata, riwayat pekerjaan, lantas akan muncul informasi rumah sakit yang ada. Infonya detail sekali. Mulai dari nama rumah sakit, alamat, jumlah bed, jumlah dokter dan perawat, nanti kita asrama apa tidak. Lalu, siapa yang akan membimbing kita selama di sana. Banyak informasi yang akan memudahkan kita untuk mengerti rumah sakit yang akan kita pilih.

Setelah itu, kita diberikan kesempatan untuk memilih 10 rumah sakit sesuai dengan prioritas. Nah, kalau saat join interview ada yang memberikan kesan bagus, tentu akan lebih memudahkan kita untuk memilih bukan? Lalu, setelah memasukkan semua data tersebut, klik ok. Maka kita tinggal menunggu dan berdoa. Karena pengumumannya akan diumumkan sebulan kemudian setelah proses matching ini.

Hari pengumuman pun tiba. Rasa dag-dig-dug pun memang tidak bisa ditahan setelah semalaman hampir susah memejamkan mata. Rasa penasaran yang menjadi tidak karuan memang wajar.

2 oktober 2015, pukul 8 pagi, email itu pun datang. Setelah di klik……..akhirnya Web itu pun terbuka. Saya masukkan nomor identitas serta password………dan, alhamdulillah, saya diterima di rumah sakit pilihan pertama saya saat matching.

Sebuah rumah sakit di ibukota Pulau Hokkaido, kota Sapporo. Sapporo Higashi Tokushukai Hospital namanya. Alhamdulillah, sujud syukur saya lakukan. Lantas, kedua orang tua saya kabari. Perjuangan panjang dan melelahkan ini pun akhirnya terbayar setelah pengumuman ini.

Senang itu boleh, namun, ini bukanlah akhir dari segalanya. Bukan berarti setelah pengumuman ini malah menjadi kendor belajarnya. Tantangan yang lebih berat sudah menanti. 26 November bulan ini akan dimulai lagi.

Sesuai dengan surat persetujuan yang ada. Saya akan menjalani kontrak selama 3 tahun. Dan setahun pertama tugasnya hanya belajar bahasa jepang. 6 bulan di Indonesia dan 6 bulan di jepang. Syarat untuk bisa ke jepang, yang tahun kemarin standarnya N5, tahun ini dinaikkan menjadi N4. Jika ujian kemampuan itu tidak bisa dipenuhi, maka berangkat ke jepang bisa jadi tertunda.

Ternyata cukup panjang juga tulisan ini, Hehe.  Boleh jadi, ada informasi yang bermanfaat di dalamnya, kalaupun belum ada, semoga bisa menjadi bacaan yang bisa menemani dan menyenangkan. Itu saja sudah lebih dari cukup buat saya.

Baiklah, masih ada sekitar 10 hari lagi sebelum masuk pelatihan di Jakarta. Tidak dapat dipungkiri, belajar itu memang berat rasanya. Namun, orang-orang besar lahir dari proses pembelajaran yang tidak mudah dan juga tidak menyenangkan.

Marilah kita belajar bersama-sama. Saling bahu membahu. Insya allah, kalau semua lancar, Juni tahun depan saya dan teman-teman peserta pelatihan bisa berangkat ke Jepang bersama-sama.

*Arsyad Syauqi

Iklan

5 Tanggapan to “Sekilas Tentang Tes Perawat Ke Jepang (Bagian Ketiga)”

  1. Mohamad Yusup 10 Februari 2016 pada 10:36 am #

    Saya sudah baca tulisan nya:) tulisan nya bagus2:)
    Salam kenal kangoshi epa-1,
    Mampir ya ke blog saya, tp jarang update

    • arsyad syauqi 10 Februari 2016 pada 11:26 am #

      Terima kasih mas. Tokorode, masih di jepang skrg? Semoga bisa jadi teman dan saudara baru 😊

      • Ach. Tirmidzi 11 Februari 2016 pada 1:39 pm #

        Assalamualaikum mas Arsyad…
        saya membcanya tulisaanya smean sperti baca novel mas,, hehe
        saya masih pada tahap #kaizen44 bagian pertama mas, jika berkenan saya ingin meminta media sosialnya samean yang lebih mudah untuk i hubungi mas, boleh email, fb, bbm, wa, Atau nomor telp mas
        terimakasih

      • arsyad syauqi 11 Februari 2016 pada 2:14 pm #

        Terima kasih mas ahmad tirmidzi atas apresiasinya. Facebook saya, arsyad syauqi, ada wa juga, 085725154234. Terima kasih.

  2. puji p 22 Mei 2016 pada 10:11 am #

    izin add wa.nya admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: