Lebaranku, Lebaranmu, dan Lebaran Kita

18 Jul

#Kaizen 36

Suara takbir bergema, suara kembang api bersahut-sahutan, yap, akhirnya tanggal lebaran pun diumumkan oleh bapak Menteri Agama kamis sore lalu. Setelah sidang isbat yang kali ini dilaksanakan tertutup selesai dilaksanakan, akhirnya informasi itu pun diumumkan. Lebaran tahun ini tetap jatuh pada tanggal 1 syawal 1436 H.

Yap, lebaran memang tetap tanggal 1 syawal untuk penanggalan hijriyah, dan untuk penanggalan masehinya, jatuh pada tanggal 17 juli 2015. Jadi, puasa tahun ini tidak genap 30 hari, hanya 29 hari saja. Hayoooo, ada yang bolong gak puasanya? Kalau para mbak-mbak dan ibu-ibu memang adakalanya bolong puasanya karena ada tamu bulanan. Nah, bagi yang para kaum adam pada lengkap puasanya kan?

Malam takbiran, memang selalu ramai di kampung kami. Takbir yang bergema di setiap mushola dan masjid, anak-anak yang selalu bersemangat melantunkan takbir dengan suara terbaiknya, urusan fals atau tidak itu belakangan, yang penting bersuara. Lalu, setelah shalat isya, jalanan berubah menjadi panggung pertunjukan.

Setiap kampung mempersembahkan karya terbaiknya untuk memeriahkan acara takbir keliling. Ada yang membuat ornamen dengan bentuk gajah, burung, kuda, ikan, laba-laba, unta, dan masih banyak lagi, yang kesemuanya itu tentu saja dalam bentuk raksasa.

Para pemuda mengurusi ornamen tersebut , lalu dalam box mobil pick up, para pemain rebana mengiringi suara vokalis yang melantunkan takbir dengan suara terbaiknya. Ramai, sungguh ramai sekali.

Anak-anak yang masih berusia SD, berbaris rapi di belakang ornamen tadi, membentuk barisan sambil memegang lidi yang dihias dengan kertas minyak sehingga menyerupai bunga kelapa atau manggar. Ada juga yang memegang bendera dengan nama kampung masing-masing. Kesemuanya itu meriah, menjadikan malam takbiran sebagai wujud syukur atas datangnya hari raya idul fitri.

Setelah semalaman ramai dengan suara takbir, yang tentu saja saingan dengan suara petasan dan kembang api yang menjadikan jalanan berbau belerang, akhirnya datanglah pagi. Saatnya bersiap-siap shalat id.

Lebaran hari pertama, selalu istimewa dan menjadi hari yang begitu ditunggu oleh banyak orang di negeri ini. Karena hari inilah, ratusan ribu manusia di berbagai belahan kota, provinsi, yang di Jawa maupun di luar Jawa, bahkan di luar negeri pun, kalau kesempatannya ada, akan berusaha untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Pulang, dengan tujuan untuk berkumpul dengan sanak keluarga.

Sejauh apapun orang merantau, selama apapun orang itu menetap di kampung orang, lebaran hari pertama tetap akan membuat orang tersebut memiliki rasa rindu untuk pulang. Setidaknya satu hari itu saja. Karena setelah hari itu, boleh jadi bagi yang memiliki urusan lain, akan segera mengerjakan urusannya tersebut.

Lebaran hari pertama, sungguh momen yang sangat berharga bagi sebagian banyak orang. Namun, adakalanya tugas serta tanggung jawab membuat sebagian yang lain belum bisa ikut berkumpul dengan sanak famili.

Oleh karena itulah, seyogyanya kita juga mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Antara lain, kepada para perawat, bidan, serta dokter yang ada di rumah sakit. Boleh jadi, saat kita sedang menikmati hidangan setelah melaksanakan sholat id, di ICU, mereka sedang merawat pasien yang sedang kritis, lalu di UGD, mereka sedang menangani pasien yang baru masuk rumah sakit karena berbagai sebab, lalu di kamar operasi, mereka sedang melaksanakan tindakan operasi emergency, lalu di ruangan perawatan, mereka sedang menunggu pasien baik di ruangan pasca bedah maupun ruangan penyakit dalam,  lalu di ruang bersalin, para bidan juga sedang membantu ibu-ibu hamil tua yang hendak melahirkan, serta masih banyak lagi lainnya.

Begitupun dengan profesi penunjang yang lain, para radiografer yang standby untuk membantu proses perawatan pasien, para analis yang standby untuk mengecek berbagai berbagai spesimen dari pasien, para apoteker yang siap membantu meracik obat sesuai dengan instruksi, serta masih ada petugas rekam medis, petugas maintenance, para sekuriti, serta masih banyak yang lain yang ada di rumah sakit.

Di jalan, kita bisa menemui para petugas dari kepolisian yang membantu mengatur jalannya transportasi guna kelancaran arus mudik, lalu para supir bus antar kota, para masinis, nakhoda, pilot, kondektur, pramugari, pramugara, petugas loket, petugas pengecekan tiket, petugas x-ray bandara, para penunggu warung makan siap saji, serta masih banyak profesi lainnya yang saat lebaran hari pertama belum bisa ikut berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga sambil menikmati lontong opor.

Oleh karena itulah, boleh jadi, salah satu hikmah lebaran adalah mengajarkan kita untuk terus menginstropeksi diri serta tidak mudah menjadi sombong.

Ternyata masih banyak saudara kita, baik yang sehat maupun yang sedang sakit, saat ini belum bisa berlebaran bersama keluarga.

Dan bagi kita, para pembelajar, jangan hanya karena kita bisa berlebaran bersama keluarga menjadikan kita lalai akan tugas-tugas kita. Lebaran tetap berjalan, namun, proses pembelajaran juga harus tetap berjalan.

Apalagi bagi yang sama-sama sedang menunggu hasil tes IJEPA kemarin, masih banyak hal yang perlu kita persiapkan, Kawan.

Terlepas dari itu semua, saya pribadi mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1436 H. Saya mohon maaf lahir dan batin dari hati yang terdalam, karena saya menyadari banyak kekurangan dalam tingkah laku serta tulisan-tulisan saya selama setahun ini.

Saya menyadari, pasti dalam keseharian saya, baik tingkah laku serta dalam tulisan-tulisan saya, boleh jadi ada yang merasa tidak berkenan. Oleh karena itulah, perkenanlah saya sekali lagi untuk mengucapkan,

Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir serta batin.

Kudus, 18 Juli 2015

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: