Seminggu Yang Luar Biasa

8 Jul

#Kaizen 35

Wah, ternyata hari ini sudah hari rabu. Rencana yang saya tetapkan untuk diri sendiri, agar bisa menulis di akhir pekan ternyata ada kendalanya juga. Hmpt, baiklah, saatnya mengevaluasi hal tersebut.

Mengapa sabtu kemarin bisa terlewat ya? *berpikir sejenak*

Setelah saya ingat-ingat kembali, ternyata seminggu yang lalu memang cukup sibuk. Boleh jadi, seminggu tersibuk semenjak saya mengikuti pelatihan.

Setidaknya, ada tiga agenda besar yang terjadwal di minggu kemarin. Yang pertama, tahap kedua dari rangkaian seleksi calon Nurse dan Careworker yang berada di hari kamis. Yang kedua, agenda buka puasa bersama di tempat pelatihan yang ada di hari jumat. Dan yang ketiga, ujian kemampuan bahasa Jepang atau Noryoukushiken yang ada di hari minggu.

Benar-benar seminggu yang luar biasa.

Tiga hari sebelum seminggu yang lalu, kami sudah diberi menu jadwal latihan oleh sensei kami. Menu tersebut benar-benar bisa membuat orang mabok. Namun, tidak ada jalan lain. jadwal ujian sudah keluar, kami harus segera beradaptasi dengan keadaan. Sesuai dengan salah satu ikrar siswa kami, yaitu orang yang mau bekerja keras, jujur, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Baiklah. Ujian pertama adalah ujian kompetensi perawat dan psikotes di hari kamis. Ini adalah tahapan kedua setelah yang pertama dulu, yaitu pemberkasan. Ujian kami, yang mendaftar di Bandung, bertempat di aula Prodi Keperawatan Poltekkes Bandung yang berada di jalan Dr. Otten.

Rame. Rame sekali. Kurang lebih ada 150 lebih pendaftar yang lolos pemberkasan yang mengikuti ujian di tempat ini. setelah datang, segera kami mengantri untuk daftar ulang dengan formasi ular naga panjangnya bukan kepalang. Setelah mendaftar ulang, kami ditempatkan di kursi-kursi di aula sesuai dengan nomor pendaftaran kami.

Rasa dag-dig-dug pasti ada. Boleh jadi tidak hanya saya yang merasakannya. Ujian kompetensi keperawatan, 180 soal, lembar jawab komputer, dan waktu selama 180 menit, ternyata serasa begitu cepat. Entah, Mengapa sering seperti itu saat mengikuti ujian. Namun, alhamdulillah, sebagian besar dari kami bisa menyeselesaikannya tepat waktu. Saya sendiri alhamdulillah selesai 5 menit sebelum waktu dinyatakan selesai.

Memang, ada yang mengerjakan dengan tempo yang sangat cepat. Saya juga heran, entah, anak mana itu. Baru 2 jam, sudah mengumpulkan lembar soal dan jawaban. Mungkin soal-soal tersebut terlalu mudah baginya, atau entah dengan alasan yang lain. padahal, sebagian besar dari kami masih sibuk mengerjakan dan melingkari bulatan yang ada di lembar jawab komputer.

Setelah ujian kompetensi, lalu ada ujian psikotes. Ada tujuh jenis soal yang diujikan. Ada TIU 5, Adkudag 3 dan 5, Army Alfa test dan saudaranya, Army Beta test, dan 2 jenis soal lagi yang kata teman saya yang pernah ikut tahun lalu, menjadi menu wajib psikotes, yaitu Kraeplin dan EPPS.

Boleh jadi, kalau itu baru pertama kalinya ikut psikotes, kepala akan pusing serta mual tidak akan terhindarkan. Karena saking banyaknya tes yang seakan mempermainkan logika peserta. Namun, alhamdulillah, kami sudah melakukan persiapan sebelumnya. Jadi, untuk psikotes sendiri, insyallah, kami semua bisa mengerjakan dengan lancar.

Alhamdulillah, tes tersebut telah kami lalui. Sekarang tinggal berdoa, semoga semua yang mengerjakan bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan lolos ke tahap selanjutnya. Yaitu wawancara. Aamiin.

Setelah tes seharian, malamnya saya langsung tepar. Setelah berbuka, shalat, kemudian tidur.  Dan ketika bangun, eh, ternyata sudah waktu sahur lagi. Benar-benar terasa cepat sekali.

Jumatnya, tempat pelatihan kami mengadakan acara buka bersama. Loh, bukannya setiap hari buka bersama ya? Iya, memang, kami tiap hari buka bersama, sahur bersama, namanya juga di tempat pelatihan yang diasrama, Heze.

Namun, kali ini berbeda. Buka bersama kali ini selain diikuti oleh peserta wajib, yaitu kami, para peserta pelatihan, juga diikuti oleh seluruh sensei dan staf di tempat pelatihan. Dan……….sebelum buka bersama, ada kata sambutan serta persembahan pentas seni dari masing-masing angkatan.

Ada yang menyanyi sambil diiringi oleh petikan gitar, dan ada juga yang menampilkan parodi yang disertai dengan persembahan pencak silat. Seru. Padahal di sini kami serasa tidak ada waktu luang selain belajar, belajar, dan belajar. Namun, antusias dari teman-teman peserta pelatihan ternyata bisa membuat hal tersebut menjadi nyata. Salut!

Dan minggu kemarin, kami mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang yang diadakan setiap tahunnya. Ujian ini dalam bahasa Jepangnya disebut Noryoukushiken. Kami terbagi menjadi dua bagian, ada yang ikut ujian N5 dan N4. Sedikit catatan, ujian ini bertingkat atau berlevel. Level paling tinggi adalah N1.

Untuk ujian yang N5 bertempat di Unsada Jakarta. Dan yang N4 di SMA 70 Jakarta.

Karena ujiannya pagi yaitu jam 9 sudah harus di tempat ujian. Mau tidak mau kami juga harus berangkat dini hari. Saat orang-orang pada sahur, kami sudah harus berangkat. Jam 2 kami sudah bangun, siap-siap, menyiapkan bekal untuk sahur, dan tepat jam 3, kami sudah di dalam bus yang mempunyai tempat duduk berjumlah 48 ini.

Bus berjalan lancar, pukul 04.30 kami beristirahat di Km. 32, Cikarang, untuk melakukan shalat shubuh. Setelah itu, bus berjalan lagi dan alhamdulillah, jam 06.30 sudah sampai di Unsada, menurunkan peserta yang mengikuti ujian N5. Kemudian bus melaju lagi menuju tempat SMA 70, yang kata teman saya, itu sekolahnya penulis novel Kambing Jantan itu lho, yap, sekolahnya Raditya Dika.

Padahal saat itu malah saya tidak tahu, haha. Dasar. Masih banyak hal yang belum saya ketahui ternyata.

Di SMA 70 inilah, kami berjuang melawan soal-soal bahasa Jepang yang dibagi ke dalam tiga bagian. Mojigoi (tes kosakata), Dokkai-Bunpou (tes bacaan dan tata bahasa), dan Choukai (tes mendengarkan atau listening).  Aneh-aneh ya namanya? Tapi memang begitulah adanya.

Ujiannya hanya sebentar, namun bisa membuat mabok yang mengerjakan. Serasa kurang waktu saat mengerjakan.

Terlepas dari realita bahwa soal-soal itu memang sulit dan menyulitkan, ada satu hal yang membuat saya terkesan dalam ujian ini. Yaitu soal kedisiplinan yang sangat dijunjung tinggi.

Pengawas ujian di ruang saya ada dua. Yang pertama, ibu-ibu berjilbab yang memang keturunan Indo asli, dan yang satunya lagi, matanya agak sipit yang setelah dikenalkan ternyata adalah keturunan Indo-Jepang. Saya bukan akan membahas kedua pengawas tadi, namun kejadian gara-gara ada HP berbunyi di saat ujian sedang berlangsung.

Dalam peraturan, saat ujian berlangsung, disebutkan bahwa HP harus dinonaktifkan. Tujuannya jelas, agar tidak mengganggu konsentrasi  saat sedang mengerjakan ujian. Harus mati, tidak boleh di silent, harus mati. Bergetar saja tidak boleh. Karena memang ada beberapa jenis HP yang kalau bergetar, suaranya masih kenceng terdengar.

Nah! Saat ujian Mojigoi berlangsung, ada satu peserta yang datang terlambat. Memang tidak lebih dari 10 menit terlambatnya. Karena, dalam peraturan, telat lebih dari 10 menit berarti gugur. Si peserta yang telat tadi duduk di pojokan. Selang beberapa saat kemudian, terdengarlah bunyi-bunyian dari si peserta yang telat tadi. Ternyata di ditelpon. Entah, siapa yang menelpon. Yang jelas, HP nya berbunyi.

Langsung saja, si ibu pengawas menghampirinya, lalu memintanya ke ruang pengawas utama untuk melaporkan kejadian HP berbunyi tadi. Eh, setelah itu, dia masuk ke kelas, mengambil tas, dan sayonaraaaaaa, dia dipulangkan alias di diskualifikasi dalam ujian.

Waduh. Jadi ini peraturan Jepang yang terkenal itu? pikir saya. Kalau di kita kan, boleh jadi, mungkin, ini mungkin loh ya, masih banyak pertimbangan di sana-sini, masih kasihan, toh hanya HP yang “tidak sengaja” berbunyi. Dan mungkin masih diperbolehkan ikut ujian kembali.

Namun, saat ujian kemarin, si peserta yang HP nya berbunyi itu langsung bye-bye. Tidak diizinkan kembali ikut ujian. Boleh ikut lagi, tahun depan tetapi.

Wah, ternyata seminggu ini cukup sibuk ya. Pantas saja saya sabtu malam kemarin tidak menulis. *ngeles*

Bandung, 8 Juli 2015

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: