Osouji Di Hari Sabtu

13 Jun

#Kaizen 32

Konbanwa minasan, selamat malam minggu buat semua. Bagaimana kabar kalian di akhir minggu ini? Semoga selalu dalam keadaan disiplin diri, raih prestasi, sehat semua, dan mendunia! Hidup Mahasiswa! (pinjem moto saat masih mahasiswa dulu).

Baiklah, baiknya cerita apa ya kali ini? Mumpung akhir pekan dan cuaca sedang tidak hujan. Dan juga kondisi badan alhamdulillah sedang baik, semoga tulisan kali ini enak untuk dibaca ya.

Meminjam kata-kata para pujangga. Selayaknya akhir pekan, merupakan waktu yang baik untuk berkumpul serta bercengkerama dengan orang-orang terdekat. Menikmati malam sambil melihat bulan serta bintang gemintang yang bertabur di angkasa sana. Sesekali terlihat bintang jatuh yang melesat cepat, secepat perjalanan pelatihan yang sebentar lagi akan masuk masa-masa finalnya. Ya, sebentar lagi kami akan mulai tes demi tes yang akan menentukan perjalanan kami ke depan.

Masa akhir pekan yang biasanya digunakan untuk bersantai, setelah lima hari digunakan untuk bekerja. Ternyata tidak berlaku bagi saya. Setidaknya itu masih saya rasakan saat masih kuliah dulu. Saat saya sudah mulai bekerja, hal itu sudah menjadi hal yang berbeda. Bahkan, acap kali saya sudah lupa kalau hari itu merupakan akhir pekan. Bagaimana tidak, kan kami bekerja dengan menggunakan sistem shift. Misal jadwalnya, pagi, pagi, siang, siang, malam, malam, terus libur dua hari. Jadi liburnya ya bermacam-macam harinya. Kadang liburnya hari minggu, rabu, dan bisa kapan saja.

Dan sekarang, saat masa-masa pelatihan di Bandung. Hari sabtu dan minggu memang terjadwal libur. Namun, masih ada kegiatan yang rutin kami lakukan. Hari sabtu pagi merupakan hari Osouji (bersih-bersih besar). Jadi, kami yang berada di asrama, sekitar 50 orang, dibagi tugas untuk membersihkan ruangan yang sudah diatur oleh Ryoucho (ketua asrama). Jadi, ada yang membersihkan kantor, kelas, kamar tidur, lorong ruangan, dapur dan ruang makan, gudang, serta kamar mandi.

Sebelum kami membersihkan ruangan-ruangan tersebut, kami turun dulu ke halaman untuk membersihkan halaman sampai trotoar di tepi jalan. Kami membersihkan daun-daun kering yang berguguran, karena di sekitar asrama kami alhamdulillah masih banyak tumbuhan hijau yang tertata rapi. Mulai dari jambu, sirsak, jambu air, yang itu semua jarang kami lihat buahnya, haha. Entah, siapa yang mengambilnya.

Lalu, masih ada rumput-rumput yang rajin tumbuh walaupun setiap sabtu kami selalu mencabutinya. Dan terakhir, kami mengambil sampah-sampah plastik yang kadang dibuang sembarangan oleh orang-orang lewat di trotoar di tepi jalan.

Setelah selesai di area halaman, yang tentunya akan di cek oleh Rida* (dari kata bahasa inggris “leader” dan menjadi kata serapan di bahasa Jepang yang ditulis menggunakan huruf katakana sehingga menjadi rida). Maka kami akan pindah ke asrama yang berada di lantai 2 gedung Al Ihsan Center. Lalu kami akan mulai membersihkan ruangan-ruangan sesuai dengan bagian kami masing-masing.

Bagi yang tidak biasa melihat hal ini. Boleh jadi hal ini terlihat seperti kami akan menyambut acara besar seperti tahun baru atau lebaran. Namun, bagi kami, inilah kebiasaan kami. Kebiasaan yang sesuai dengan salah satu budaya kehidupan di Jepang, yaitu Souji.

Kami tidak hanya melakukannya di hari sabtu saja. Kalau hari sabtu namanya adalah Osouji, yaitu bersih-bersih besar. Namun, untuk hari-hari biasa, kami terbiasa melakukannya dua kali sehari. Pagi hari, kami melakukannya setelah Rajio Taisou (senam pagi). Jadi, kami melakukan senam dari jam 5 pagi, selama 10 menit, lalu kami dibagi tugas untuk bersih-bersih. Yang tidak terjadwal bersih-bersih, maka akan segera mandi. Lalu, sore hari, kami juga bersih-bersih setelah pelajaran usai. Kami di sini, belajar dari jam 07.45 sampai 16.15. jadi, setelah jam pelajaran selesai, kami segera melakukan bersih-bersih lagi.

Apakah itu semua menyenangkan? Boleh jadi, bagi yang pertama kali melakukannya, pasti akan terasa sangat tidak menyenangkan. Apalagi bagi sebagian orang yang tidak terbiasa memegang sapu dan pel, bahkan tidak terbiasa membersihkan toilet!

Namun, itulah kebanggaan kami di sini. Sudah banyak tamu-tamu penting yang datang ke sini. Mulai dari tingkat kota, dinas tingkat provinsi, bahkan kunjungan langsung dari perwakilan BNP2TKI. Ruangan kami bersih, tempat tidur kami penataannya sejajar, lipatan selimutnya sama, dan lantai kamar mandi selalu kering!

Boleh jadi, pada awalnya sebelum kami datang ke sini. Kami adalah orang-orang yang masih berantakan, termasuk saya tentunya. Berantakan dalam hal kerapian, sikap, dan kedisiplinan. Namun, dengan berjalannya waktu, dengan semangat perubahan, serta berbagai materi serta praktek nyata yang kami lakukan setiap hari. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Ternyata kebiasaan kami yang kurang baik itu bisa sedikit demi sedikit terkikis dan sekarang kami menjadi orang-orang yang berbeda.

Sensei kami mengatakan, bahwa kebersihan adalah awal dari segalanya. Kalau ruangan yang kami gunakan belajar ini tidak bersih, maka akan menyulitkan kami untuk menerima pelajaran. Dan saya sangat sependapat dengan hal ini. bukankah dalam agama kita diajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman bukan?

Kami semua yang di sini tidak hanya mengucapkan kata-kata tersebut. Namun, kami secara terus menerus melakukannya.

Bandung, 12 Juni 2015, 21.15 WIB

Uki

*Rida adalah ketua harian yang dipilih oleh ketua asrama, sehingga yang menjadi rida akan bertanggung jawab atas kegiatan di asrama selama sehari. Mulai dari memimpin chourei (apel), memimpin doa saat mau makan dan setelah makan. Serta memimpin saat bersih-bersih. Yang itu semua menggunakan bahasa Jepang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: