Catatan-Catatan Lama

6 Jun

#Kaizen 31

Konbanwa, selamat malam minggu lagi buat semua. Bagaimana kabar kalian semua? Di sini, tadi sore, matahari tenggelam di ufuk barat dengan anggun, terlihat tenang serta menyenangkan, turun perlahan seperti sebuah telur raksasa yang berwarna oranye yang memancarkan sinar hangatnya, tanpa diselimuti awan mendung. Alhamdulillah, hari sabtu pagi telah berganti dengan waktu malam.

Malam minggu, sepertinya merupakan waktu istimewa bagi sebagian orang. Ada yang menggunakannya untuk beristirahat setelah bekerja, pulang ke rumah yang berlainan kota bagi yang bekerja dengan jarak tempuh yang jauh, bercengkerama dengan sanak famili, jalan-jalan ke tempat yang seru dan mengasikkan, dan ada juga yang menggunakan malam minggunya untuk mengenang catatan-catatan lama yang pernah ditulis, seperti saya malam ini.

Eits, jangan salah paham dulu ya. Di sini saya bukan akan bercerita tentang kisah-kisah galau yang sudah memenuhi layar kaca pemirsa sekalian, Hehe. Walaupun entah nantinya akan sedikit menyinggung hal tersebut sih. Yang jelas, apakah ada gunanya kita melihat kembali catatan-catatan lama yang pernah kita buat? Baiklah, mari kita lanjutkan.

Pernahkan kalian membongkar lemari yang berisi buku-buku tulis saat masih SD? Saya sering. Terutama saat sedang bersih-bersih rumah. Kadang, membersihkan lemarinya hanya sebentar, malah lama saat membuka buku-buku yang (ternyata) penuh dengan kenangan tersebut. Saat saya membaca kalimat demi kalimat yang tertulis, seakan saya dibawa ke masa lampau, saat dimana permen YOSAN dan makanan ringan Krip-Krip masih sedang jaya-jayanya, haha. Hidup permen YOSAN!

Tulisannya jauuuuuuuh dari kata rapi. Lebih mirip dengan hasil cakaran ayam, kata orang-orang dulu menyebutnya. Belok sana belok sini semaunya. Namun, itulah salah satu kejujuran kita di masa lalu. Karena tulisan itu yang membuat adalah kita sendiri, boleh jadi saat melihatnya kita malah berkata, “masa sih ini tulisanku? Kok jelek banget ya,” bla, bla, bla, dan seterusnya. Hayo, pada ngaku, iya kan? Iya kan?

Namun, saat itulah kita menyadari satu hal. Ternyata kemampuan kita saat masih SD dengan kemampuan yang sekarang, entah sudah SMP, SMA, kuliah, atau bagi yang sudah bekerja, sudah berbeda. Ternyata kita telah berkembang.

Saya mencoba membandingkan tulisan saya yang dulu saat masih SD dengan tulisan tangan saya yang sekarang. Saat SD dulu, sudah tulisannya yang besar-besar, memenuhi setiap garis buku, dan ternyata sekarang, walaupun memang masih sama jeleknya, namun sudah mendingan lah, lumayan baik. Hehe. Walaupun tulisannya masih acak adut, namun memori yang terkandung dalam setiap tulisan itulah yang tidak akan pernah hilang.

Oleh sebab itu, ternyata banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan menuliskan hal-hal yang telah kita lakukan. Mulai hal-hal yang serius sampai yang konyol sekalipun tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita tidak menuliskan sama sekali kejadian yang telah terjadi. Karena bagi saya, tulisan yang pernah saya tulis adalah merupakan sebuah harta karun pribadi yang tidak akan pernah ada gantinya.

Masih dengan semangat bermalam minggu ria, saya mencoba membuka tulisan saya yang tersimpan di blog. Saya mulai meng-upload tulisan di blog pada awal januari 2013, dan di facebook sendiri mulai tahun 2009. Kalau di facebook, duh, ternyata saya pernah menjadi salah satu kaum alay, haha. Menulis sekenanya, sekehendak hati, dengan ukuran tulisan yang tidak sama alias besar kecil gak karuan. Yang kalau membacanya pun menjadi sakit di mata.

Kalau di blog, saya kembali menemukan tulisan di masa-masa galau saya. Namun, tidak apa-apa. Masa-masa galau pun ternyata bisa bermanfaat, asalkan kita bisa menggunakannya dengan baik. Nyatanya, saya bisa menuliskan sajak (kalau itu bisa disebut sajak) sebanyak 29 bagian dengan tulisan yang cukup panjang. Sajak tentang sebuah perjalanan yang saya campur adukkan antara nyata dan fiksi.

Catatan-catatan yang ditulis, juga menjadi sebuah brankas yang menampung berbagai kejadian yang pernah terjadi. Seperti seminggu ini, akhirnya saya dan teman-teman hampir menamatkan buku Minna Nihonggo I dengan berbagai tes kosakata dan tes di setiap akhir babnya. Alhamdulillah sudah sampai bab 24, jadi, insya allah minggu depan selesai di bab 25. Setelah itu kami akan melakukan persiapan untuk tes IJEPA yang pertama yaitu tes keperawatan dan psikotes yang insya allah akan dilaksanakan pada akhir bulan ini.

Dan juga, salah satu kejadian yang tidak kami duga adalah, kemarin, ada senpai (kakak tingkat) yang mengunjungi kami setelah kami melaksanakan kegiatan diskusi besar mingguan. Mas Ridho namanya. Insya allah dia akan berangkat ke Jepang besok tanggal 10 Juni. Bersama dengan direktur LPK kami, Pak Sony, mas Ridho bercerita dan berdiskusi tentang kisahnya hingga bisa sampai di JF (Japan Foundation) di Jakarta. Cerita yang disambung dengan tanya jawab tersebut berlangsung cukup seru, walaupun saya malah tidak mengajukan pertanyaan sama sekali karena sudah banyak teman yang bertanya.

Satu hal yang saya mengerti. Mas Ridho pernah ikut ujian di tahun sebelumnya, namun belum berhasil lolos. Lalu, untuk persiapan ujian tahun berikutnya, dia masuk dan mengikuti pelatihan di LPK ini. Dengan berbagai materi yang disampaikan oleh para sensei serta dukungan dari berbagai pihak, Alhamdulillah Mas Ridho beserta kawan-kawannya bisa lolos tes dan telah mengikuti pelatihan selama 6 bulan di Japan Foundation. Dan akhirnya, segenap usaha serta doa yang telah dilakukan itu berbuah manis. Mereka bisa berangkat ke Jepang untuk bekerja.

Catatan demi catatan, saya akan terus menuliskannya. Entah sampai kapan. Saya juga belum tahu. Karena dengan menulis, saya menjadi tahu kekurangan saya. Sederhananya, kalau saya sampai buntu dan tidak ada ide lagi untuk menulis, itu merupakan suat pertanda. Pertanda bahwa saatnya saya untuk membaca buku lebih banyak lagi.

Selamat malam minggu buat semua. Apakah ada yang ingin menulis juga malam ini?

*Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: