Sakit Perut

5 Mei

#Kaizen 27

Mengamati sekitar, boleh jadi adalah salah satu kegiatan yang asik. Hal ini juga menjadi salah satu salah satu kesukaan saya. Apalagi setelah membaca beberapa buku, khususnya novel yang menggambarkan si penulisnya mampu melihat berbagai hal dari berbagai sudut pandang. Tentu sangat mengasikkan.

Seperti contoh, dalam salah satu bukunya. Seorang yang menggunakan nama pena Awy Ameer Qolawun menulis sebuah artikel dengan judul “Ilham WC”. Boleh jadi, kita akan tergelitik dengan judul seperti ini. Namun, hal ini ada benarnya juga. Mungkin, karena ini juga menurut pandangan saya, karena suasana yang tenang di dalam toilet akan membuat imajinasi bisa terbuka.

Dan karena di toiletlah, saya mendapatkan bahan untuk menulis kali ini, Hehe.

Orang pergi ke toilet, salah satu penyebabnya adalah sakit perut. Ini sudah lumrah. Namun, penyebab sakit perut itu bermacam-macam. Bisa karena habis makan makanan yang pedas, bisa juga karena makan makanan yang kurang bersih sehingga terjadi keracunan, dan juga bisa karena stres. Dan sesuai dengan kejadian beberapa hari ini, maka saya tertarik untuk membahasnya.

Sakit perut karena stres, kok bisa?

Dalam keseharian kita, boleh jadi kita akan menemukan kejadian seperti ini. Saat akan menghadapi ujian atau menjadi pemimpin upacara misalnya, tiba-tiba perut menjadi sakit. Orang Jawa bilangnya “mules”. Sakit perut yang tiba-tiba terasa. Saat pergi ke toilet, eh, ternyata “tidak keluar” (maaf kalau kata-katanya kurang berkenan). Lalu keluar kamar mandi karena merasa merasa “tidak keluar”. Eh, saat waktu upacara hendak dimulai misalnya, tiba-tiba rasa mules itu datang lagi.

Mengapa bisa demikian?

Saat belum membaca literatur yang ada kaitannya dengan hal ini, pendapat saya pun mengikuti kebanyakan orang yang asal mengeluarkan pendapat. Malah ada yang bilang, “Ya, memang wajar kalau demikian.” Hmpt, lalu bagaimana yang benar dong?

Secara ilmu Anatomi Fisiologi, khususnya di pembahasan fisiologisnya, kita akan menjumpai penjelasan seputar peningkatan aktivitas neuroendokrin yang menyebabkan metabolisme meningkat. Nah, kalau metabolisme meningkat, bagian usus yang merupakan salah satu bagian pencernaan juga akan meningkatkan gerakannya, yang saat SMA dulu kita kenal dengan nama gerakan peristaltik. Saya yakin masih pada ingat soal ini. Kalau gerakan usus meningkat, yang harusnya di sini terjadi penyerapan sari-sari makanan serta air, menjadi tidak maksimal. Bagaimana penyerapan bisa maksimal kalau usus “bergoyang-goyang” terus. Iya kan? Inilah yang akhirnya kita menjadi mules lalu bisa menjadi diare alias BAB encer.

Dan hal itu bisa terjadi saat kita mengalami nervous, grogi, stres, atau apapun lah namanya.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Tiap orang pasti memiliki cara untuk mengatasi rasa groginya. Atau dalam bahasa Keperawatan kita mengenalnya dengan nama “Koping Mekanisme”. Dan sesuai dengan pengalaman saya dan teman-teman saya terkait hal ini, caranya adalah dengan menghadapi masalah yang ada.

Memang, wajar, grogi saat pertama kali ditunjuk menjadi pemimpin upacara, yang kemudian menjadi mules. Namun, boleh jadi hal itu akan berkurang atau bahkan hilang saat kita menjadi pemimpin upacara untuk yang kesekian kalinya. Saat kali kedua, boleh jadi masih agak merasa mules, begitu juga yang ketiga. Namun, bila sudah lebih dari tiga kali, saya yakin akan lebih siap.

Nah, kalau sudah lebih dari tiga kali tetap merasa mules? Bagamana? Boleh jadi, ada dua hal yang bisa menjadi jawaban. Orang tersebut tidak belajar dari pengalaman pertama sampai ketiganya sehingga selalu tidak siap, atau memang sebelum maju ke arena dia makan pedas atau kurang higienis, Hehe.

Hemat saya, segala sesuatu itu pasti ada kali pertamanya. Saat kita mulai belajar berjalan, belajar naik sepeda, belajar membaca, serta belajar berbicara di depan orang banyak. Pasti ada yang pertama. Yang jelas, satu hal yang tidak boleh kita lewati, yaitu mencobanya.

Sebagai penutup, boleh jadi banyak dari kita yang sering mendengar pertanyaan ini. “Bagaimana kita bisa menguasainya tanpa pernah mencobanya.” Sepakat?

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: