Kawasan Sibuk, Dilarang Manja!!!

25 Mar

#Kaizen 14

“Capek itu manusiawi, mengeluh itu manja!”

Itu adalah kalimat pembuka saat sensei kami memberikan pengarahan beberapa waktu yang lalu.

Sebagai manusia, pasti kita merasakan capek serta lelah setelah melakukan sesuatu hal. Mulai hal yang sepele hingga yang berat. Hanya saja, cara menanggapi setiap orang lah yang berbeda.

Ada yang hanya diminta menyapu saja sudah bilang capek gak karuan. Namun, ada juga bapak-bapak di pasar yang mengangkat berkarung-karung beras dengan jarak tempuh yang tidak dekat, tetap tersenyum dan mengatakan biasa saja.

Lalu, letak capek itu dimana coba? Jika melihat dua cerita diatas? Boleh jadi kita memiliki jawaban yang sama, boleh jadi berbeda juga.

Hal itulah yang akan menjadi tantangan di tempat pelatihan kami. Jika ada orang yang mempunyai mental manja, sedikit-sedikit merasa capek, sedikit-sedikit mengeluh, boleh jadi orang itu tidak akan bertahan sampai pelatihan selesai.

Mengapa demikian? Kami disini, dipersiapkan untuk mengikuti tes IJEPA yang pendaftarannya sudah dibuka dan akan ditutup akhir mei tahun ini.

Tes tersebut diperuntukan bagi perawat yang baru lulus maupun yang sudah berpengalaman kerja. Baik yang lulusan diploma maupun sarjana.

Ada dua pilihan yang tersedia, mendaftar sebagai perawat atau careworker.

Sedikit info tentang careworker yang ada di Jepang. Careworker atau orang yang berprofesi sebagai perawat di panti jompo adalah profesi yang sangat berbeda dengan anggapan kebanyakan orang yang ada negeri ini. Boleh jadi, orang yang merawat lansia di negeri kita ini adalah mereka yang tidak hanya berlatar belakang kesehatan saja. Yang tidak berlatar belakang kesehatan pun bisa. Seperti mereka yang mempunyai panggilan hati serta memilki kesadaran sosial yang tinggi.

Kalau di Jepang, careworker adalah suatu profesi tersendiri dan untuk mempunyai gelar careworker pun butuh pendidikan setara diploma, yakni tiga tahun.

Kembali ke tempat pelatihan. Dengan melihat berbagai persyaratan untuk mengikuti tes. Maka pelatihan yang kami ikuti pun memiliki standar yang hampir sama dengan kehidupan di Jepang yang terkenal disiplin dan tentu saja, sibuk.

Jadwal pelatihan kami sangat padat. Belajar di kelas, tugas mandiri, bergantian memasak, bergantian menjadi ketua, bersih-bersih, yang kesemuanya itu kami lakukan setiap hari, kecuali hari libur tentunya. Dan hari libur pun, tidak lepas dari kesibukan mengulang pelajaran serta mempersiapkan pelajaran untuk hari esok.

Namun, bagi orang yang dengan senang hati menjalaninya. Mengikuti pelatihan dengan visi yang jelas, tujuan yang terukur, dan bisa menerima segala kesibukan yang ada, malah akan menjadi menyenangkan.

Yang dulu boleh jadi kurang disiplin, setelah disini bisa menjadi disiplin. Yang dulunya sopan santunnya kurang, disinilah tempat yang baik untuk melatihnya kembali. Dan kalau ingin belajar bahasa jepang, inilah tempat yang sangat memungkinkan kita untuk melatihnya tiap waktu. Mulai hal-hal dalam keseharian sampai persiapan untuk mengikuti tes yang sebentar lagi akan diadakan.

Hal ini memang terlihat sibuk, tapi menyenangkan.

Bahasa jepang untuk hal ini adalah “isogashi desu ga, omoshiroi desu” (sibuk, tapi menyenangkan)

Otsukaresamadeshita….

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: