Hal Sederhana Yang Sering Terlupa

25 Mar

#Kaizen 15

Terkadang, pikiran kita terasa penuh. Penuh dengan kepenatan akan hiruk pikuknya hari-hari yang kita jalani

Hati terasa tidak tenang dengan berbagai hal. Entah mengapa. Entah kenapa.

Padahal, seakan kita telah berbuat banyak. Sudah melakukan apa saja yang menurut kita itu bisa bermanfaat bagi sesama. Hanya saja, itu masih menurut kita.

Banyak kejadian di sekitar kita yang boleh jadi lebih berat daripada yang kita jalani sekarang.

Saat kita merasa penat dalam belajar, merasa berat dalam memahami bab demi bab yang diajarkan. Mari kita lihat di luar sana, masih banyak yang sambil belajar mereka juga memanggul karung demi karung ke pasar untuk sekedar membayar biaya pendidikan.

Banyak juga para orang tua yang sebenarnya tidak mampu, namun melihat anak-anaknya semangat belajar, entah darimana kekuatan itu, akhirnya mereka mampu-mampukan. Tidak memilki biaya, apapun mereka korbankan.

Hanya saja, jarang dari kita yang menyadari hal tersebut. Sebenarnya kita tahu, namun belum sadar. Atau boleh jadi kita sadar, namun apakah terlanjur mengabaikan?

Lantas hal paling sederhana yang sering terlupa adalah, kita jarang bersyukur. Berterima kasih atas segala hal yang telah diberikanNya. Mulai dari hal kecil yang sering tidak kita sadari, sampai berbagai hal besar yang banyak juga kita abaikan.

Boleh jadi, kita jarang menerima kesempatan untuk meraih hal-hal yang besar adalah karena seringkali kita abai terhadap hal yang kita anggap kecil. Termasuk rasa syukur.

Logika sederhananya, bagaimana kita akan diberikan hal yang besar jika hal kecil saja belum bisa kita syukuri.

Mari kita tutup hari ini dengan rasa syukur yang baik, berterima kasih dengan baik, terutama kepada Sang Maha Kuasa yang telah mmeberikan kita segalanya.

Rasa syukur, walaupun dengan dosis kecil saja, Insyaallah akan bisa merubah banyak hal dalam diri kita.

Semoga kita semua senantiasa bisa selalu bersyukur, terhadap apapun yang terjadi pada diri kita.

*Kalimat-kalimat diatas adalah sebagian dari nasehat guru-guru yang telah mengabdikan dirinya bagi orang banyak.

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: