Belajar Adalah Sebuah Hadiah

14 Mar

#Kaizen 11

Hari ini adalah sabtu, hari yang sebagaimana mestinya digunakan untuk berakhir pekan, berlibur, bersantai, bersama orang-orang terdekat. Namun, hari libur merupakan waktu tambahan buat kami untuk belajar, sebagaimana tadi pagi, kami mempelajari salah budaya yang ada di Jepang, yaitu Tanabata.

Ada yang ingin tahu apa itu Tanabata? Silahkan ditanyain ke mbah google ya, Insyaallah beliau baik dan mau membantu, hehe.

Bukannya saya tidak mau mengulas apa itu Tanabata, namun, bukan itu hal yang ingin saya bahas.

Dua hari yang lalu, saat chorei atau apel pagi. Sensei kami memberikan kata mutiara yang ada kaitannya dengan belajar. Kalimat sakti itu adalah,

“Belajar adalah sebuah hadiah, walaupun rasa sakit yang menjadi gurunya.”

Kelihatannya sederhana, namun, itulah yang perlu kita pahami bersama.

Mengapa disebut hadiah? Belajar boleh jadi adalah sebuah kenikmatan bagi orang-orang yang sedang butuh akan ilmu pengetahuan tersebut. Karena mereka tahu, tanpa ilmu, mereka tidak akan mengerti apa-apa. Jika tidak mengerti apapun, maka apapun yang mereka lakukan hanya sebatas yang diketahui saja. Jika itu terjadi, maka mudah saja akan ditebak. Jadi gak karuan.

Semisal, yang sederhana saja. Orang yang biasanya mencangkul, dan tidak terbiasa menyapu. Maka, jika orang tersebut diminta menyapu, maka kira-kira akan jadi apa coba? Ilmu mencangkul digunakan untuk menyapu?

Begitu juga dengan bahasa. Tanpa mengerti suatu bahasa, maka kita tidak akan mengerti apa yang disampaikan jika menggunakan bahasa yang belum kita kuasai. Dan untuk mempelajari bahasa baru, pasti akan banyak tantangan dan rintangannya. Pasti.

Untuk belajar dalam waktu yang relatif singkat, maka, saya mengikuti kelas yang mulai pagi sampai sore. Dengan intensitas ujian yang boleh jadi, hampir setiap hari diadakan. Mulai dari tes kosakata, menulis, mendengarkan percakapan, sampai tes mengulang bab yang telah disampaikan.

Seakan, jika ada waktu luang pasti akan dipergunakan sebaik-baiknya. konsekuensinya, jika kondisi badan tidak dijaga dengan baik. Maka beresiko terkena panyakit. Biasanya, ada yang radang, demam, flu, dan pilek. Yah, penyakit umum di masyarakat sih. Namun, jika sekali terkena, maka akan sangat tidak nyaman saat mengikuti pelajaran dengan kondisi yang unfit.

Namun, jika dijalani dengan hati yang riang, senang dengan materi serta hal-hal baru yang ada, pasti akan sangat antusias dalam mengikuti pelajaran. Hanya saja, kadang untuk menahan rasa kantuk itu butuh perjuangan, hehe. Disitu kadang saya merasa sedih (pinjem istilah yang lagi trend, hehe).

Bagi siapapun yang lagi belajar, entah yang sedang mengulang pelajaran, menghafal, menyelesaikan tugas akhir, karya tulis, dan masih banyak lagi, ingatlah, kawan. Banyak saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan kesempatan belajar seperti kita.

Maka benarlah apa yang disampaikan oleh sensei kami, bahwa belajar adalah sebuah hadiah, walaupun rasa sakit yang menjadi gurunya.

Oyasuminasai….

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: