Ikan Atau Alat Pancing?

6 Mar

#Kaizen 4

Saya kira ini merupakan cerita klasik yang boleh jadi, sudah diceritakan turun temurun di berbagai daerah. Namun, karena kemarin sore sensei kami membahas hal ini, maka saya akan menuliskannya kembali, menurut versi saya tentunya.

Kita semua tahu, dalam sebuah pendidikan, dimanapun, sistem klasikal atau kelas akan dapat mudahnya kita temukan. Suatu sistem pengajaran dimana murid duduk, mendengarkan penjelasan dari seorang guru, kalau belum paham, tentunya sang murid akan bertanya. Bab pelajaran tentunya sudah dipersiapkan sebelumnya oleh guru tersebut, sesuai dengan takaran yang telah ditentukan juga.

Hal inilah yang akan kita sebut dengan ikan. Mengapa demikian? Karena kalau kita hanya menerima apa adanya yang disampaikan, tanpa mencari tahu lebih, hanya puas dengan yang telah diberikan di dalam kelas. Maka sejatinya, kita beresiko menjadi terbiasa untuk hanya menerima ikan. Apa adanya. Apakah itu tidak baik? Saya kira kali ini kita bukan membahas hal baik atau tidak baik. Namun, beresiko menjadi kebiasaan yang akan membelenggu kita untuk menjadi pribadi yang lebih. Lebih bisa belajar lebih, dan lebih bisa mencari apa yang sesungguhnya kita cari.

Kalau diri kita hanya mengandalkan apa yang akan disampaikan dalam kelas, ya hanya sampai disitu titik kepuasan kita.

Berbeda dengan orang yang mengandalkan alat pancing ketika belajar. Boleh jadi, dia tidak seperti orang-orang yang hanya belajar dalam kelas. Boleh jadi dia tidak hanya menerima ikan apa adanya. Namun, dia harus bersabar, lebih bersabar daripada yang hanya di dalam kelas. Karena, dia harus mencari rawa dan kolam yang berbeda-beda.

Boleh jadi, dia tidak langsung menerima ikan sebesar yang diterima oleh mereka yang ada di dalam kelas. Kadang, dia mendapatkan ikan yabg lebih kecil, namun banyak. Namun, di lain kesempatan, dengan usaha dan kesabaran yang lebih, boleh jadi, dia malah mendapatkan ikan yang lebih besar.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari ilmu ikan atau alat pancing ini. Berbeda orang, tentu berbeda cara memahami hal ini. Namun, satu hal yang pasti, tergantung diri kita, apakah kita sudah merasa puas dengan ikan yang ada, atau kita akan berusaha lebih menggunakan alat pancing?

Ohayou Gozaimasu!

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: