Dari Batam Menuju Kota Di Kaki Gunung

23 Feb

#Kaizen 1

Jreng, jrenggggg. Akhirnya saya bisa memposting tulisan lagi setelah cukup lama tidak menulis. Memang, namanya kebiasaan kalau sudah berhenti beberapa saat kadang butuh paksaan lagi untuk memulai lagi. seperti orang yang sudah terbiasa bersepeda, kalau sudah lama tidak bersepeda, bukan berarti orang tersebut tidak bisa mengendarai sepeda, bukan. Namun, pastinya orang itu pasti tidak akan sekuat dulu, saat masih sering latihan. Nah, sama juga dengan menulis, kalau sudah cukup lama tidak menulis, maka perlu “paksaan” lagi untuk menulis.

Saat menulis tentang tulisan ini, saya sudah tidak berada di Batam lagi. karena semenjak awal februari lalu saya sudah pindah ke Bandung. Tepatnya Kabupaten Bandung. Bukan di Kota Bandung loh ya, beda. Kalau di Kota Bandung kan ada Kang Emil, kalau disini ada kang siapa ya? Hehe.

Mengapa saya pindah? Apakah saya pindah tempat kerja? Kadang ada beberapa teman yang bertanya (entah ada apa tidak, hehe) mengapa saya pindah. Nah, mungkin itu akan menjadi awal tulisan saya kali ini.

Alhamdulillah, sudah tiga tahun lewat saya belajar di Batam, tepatnya tiga tahun dua bulan dua hari. Kok bisa gitu ya. Haha, entahlah. Karena memang saya masuk kerja tanggal 18 November 2011 dan mengundurkan diri dari tempat kerja pada tanggal 20 Januari 2015 kemarin. Entah hitungan saya tepat atau keliru, ya kurang lebih begitulah.

Sebenarnya saya sudah akan mengundurkan diri saat tepat kontrak saya habis tahun lalu. Karena memang saat saya menandatangani perjanjian kerja dengan pihak rumah sakit, saya menyepakati untuk kontrak selama dua tahun. Namun, karena ada beberapa hal yang masih perlu saya pelajari, waktu dua tahun saya rasa masih kurang. Terlebih saat itu ada beberapa karyawan baru yang merupakan super senior, hehe, dalam arti ada beberapa karyawan yang didatangkan pihak rumah sakit sebagai tempat konsultasi kami-kami para karyawan junior. Jadi saya manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan tersebut untuk belajar. Beberapa karyawan baru itulah yang turut mengubah saya menjadi bentuk seperti ini (memang bentuk seperti apa ya?? hehe)

Saat masa kerja saya melewati tahun kedua, ada beberapa informasi yang saya terima dari beberapa teman yang akan mengikuti tes ke luar negeri, tepatnya ke Middle East. Ini memang sesuai dengan cita-cita saya. Saya ingin mengelilingi dunia, melihat tempat-tempat baru, mempelajari bahasa serta budaya yang berbeda, serta di akhir perjalanan tersebut, saya ingin memiliki sudut pandang yang baru terhadap sesuatu hal. Haha. agak njelimet yak.

Selama satu tahun, beberapa kali saya bolak-balik Batam-Jakarta. Informasi dari teman saya manfaatkan sebaik-baiknya. Saya pun mengikuti beberapa proses, mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas, hingga persiapan tes berupa latihan wawancara. Namun terkadang, tidak semua proses yang kita lakukan berakhir sesuai dengan yang kita inginkan. Inginnya, setiap proses yang ada berakhir dengan baik. Dalam arti, semisal, ketika mengikuti ujian berakhir dengan hasil bagus, nilai yang tinggi. Semisal mendaki gunung ya berakhir dengan sampainya di puncak. Saya pun begitu, inginnya, dalam mengikuti proses ini langsung bisa lancar, setelah pendaftaran, pemberkasan, mengikuti latihan, lalu User datang, wawancara, dan tadaaaaaaa, terjadilah peristiwa yang saya impikan. Penandatangan surat kesepakatan kerja dengan pihak luar negeri. Inginnya ya seperti itu. Namun, akhirnya saya pun harus belajar untuk menghargai proses. Tidak semua proses berakhir dengan yang saya impikan. Hasil memang penting, namun belajar dari sebuah proses merupakan hal yang lebih penting bagi pelajaran kehidupan saya. Saya harus belajar untuk menerima kegagalan. Kalau ini disebut sebagai kegagalan. Saya juga harus bisa menerima pembelajaran dari sebuah proses. Kalau ini saya sebut sebagai penerimaan. Penerimaan bahwa tidak semua agen perusahaan yang bergerak di bidang jasa pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri itu baik. Terkadang, mereka bicara di awal bagaimana, bicara di akhir bagaimana. Saya juga menyadari bahwa untuk bekerja di luar negeri memiliki tantangan yang berbeda dengan tantangan ingin bekerja di dalam negeri sendiri. Untuk itu, life must go on! Saya tidak boleh menyerah!

Setelah mengevaluasi berbagai hal yang terjadi di tahun 2014, setelah beberapa kali terbang dari Batam ke Jakarta, setelah berbagai proses yang memberikan pembelajaran baru bagi saya. Semisal, saya jadi tahu bahwa untuk membuat SKCK internasional itu saya tidak perlu pulang ke rumah, padahal pembuatan SKCK internasional itu lumayan ribet karena harus ngurusin perijinan dari pihak RT sampai ditandatangi di Polda provinsi asli domisili. Saya juga tahu tempat-tempat baru di Jakarta, karena dengan mengikuti proses tersebut, saya jadi menginap selama dua minggu di daerah Lenteng Agung, dekat Universitas Pancasila, yang kalau naik KRL sekali bisa sampai UI Depok. Dan yang terpenting, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya jadi tahu bahwa tidak semua proses yang kita lakukan berakhir sesuai yang kita bayangkan. Saya jadi teringat seorang guru pernah mengatakan bahwa kalau semua hal yang kita inginkan terjadi begitu saja, lalu dimana pembelajarannya?

Lalu, sekarang, saya sedang menempuh persiapan untuk mengikuti tes program G to G ke Jepang yang diadakan oleh pemerintah setiap tahun. Bagaimana saya mengikuti program ini, apa saja yang terjadi, apakah ada suka dukanya, bagaimana kehidupan selama saya di asrama baru yang sangatĀ  ketat dalam hal kebersihan ini, insyaallah akan ceritakan lain waktu. Pokoknya, seru!

Oh ya, kalau kemarin saya membuat tulisan dengan tema Turn On, atau saya baru menghidupkan kebiasaan saya untuk menulis. Kali ini, saya akan memulai tulisan ini dengan tema Kaizen (dari kata bahasa jepang yang berarti perubahan, dalam arti berubah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya). Karena hidup selalu berubah, kehidupan kita selalu berubah dari waktu ke waktu, untuk itu kita harus selalu siap dengan perubahan dengan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Begitu pula dengan tulisan saya ini.

Kombanwa, Oyasuminasai!

Adios!

Uki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: