*Terkadang

18 Nov

Seorang bijak pernah mengatakan bahwa  seseorang, di masa lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang boleh jadi akan mengalami hal yang demikian,

Terkadang, kita merasa memikirkan banyak hal di dalam kepala kita, merasa seakan-akan hal itu berat, sehingga kita tak bisa mengendalikannya, namun, sejatinya, kita hanya merasa takut terhadap apa yang akan terjadi, takut terhadap berbagai kemungkinan yang kita pikir-pikir sendiri, seolah pikiran kita telah merencakan semuanya dan juga merusak semuanya.

Terkadang, kita merasa lelah terhadap hal-hal yang telah kita perbuat, seakan semuanya percuma, sia-sia, apakah yang kita lakukan ini sesuai dengan tujuan kita? Dengan gairah kita? Atau malah sebaliknya? Hanya menjadi pelarian terhadap ketidakmampuan kita dalam menggapai apa yang kita inginkan?

Terkadang, boleh jadi kita bahkan merasa tidak mengerti terhadap apa yang kita pikirkan, seolah kita berusaha berfikir, namun sejatinya kita sedang berusaha berfikir tentang apa yang sedang kita pikirkan, terlihat rumit memang, seolah pikiran kita lari dari diri kita, tidak mau kita ajak berfikir tentang apa yang seharusnya kita pikirkan.

Terkadang, ketika penat melanda, kita ingin berteriak sekencang-kencangnya, entah itu ada di tepi pantai yang tidak berpenghuni, ataupun di tepi jurang yang lebar dan dalam, berteriak, berharap semua akan menjadi lega setelah kita lampiaskan semuanya, menjadi plong.

Terkadang, terkadang, dan terkadang yang lain yang masih banyak lagi.

Ketika salah satu, atau banyak hal yang demikian itu terjadi, boleh jadi, karena kita terlalu lama berdiam diri di kamar kita yang sempit, hanya meratapi keberhasilan orang yang ada di sekeliling kita, tidak berbahagia atas keberhasilan mereka, namun malah sebaliknya, kita membenci saat mereka berhasil, kita membenci saat mereka bisa selangkah lebih maju, kita sakit hati saat mereka tersenyum bahagia karena telah berhasil melewati berbagai hal rumit yang menjadi ujian mereka, sekolah mereka, perkuliahan mereka, pekerjaan mereka, dan masih banyak lagi.

Kita hanya meratapi, menyumpahi diri sendiri tanpa memulai langkah untuk maju, untuk mencoba, terlalu sibuk menonton dan mengomel tentang orang lain, sehingga lupa terhadap diri sendiri, lupa terhadap kemampuan diri sendiri yang telah menghantarkan diri kita sampai di titik ini, sampai pada kegiatan kita saat ini.

Kita lupa bahwa mereka yang berhasil di luar sana,betapapun tingginya iri hati serta kebencian kita terhadap keberhasilan mereka, yang hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap mereka, sejatinya kita tidak pernah tahu pasti apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka bisa sampai sejauh itu, bisa menggapai apa yang mereka inginkan, kita tidak pernah tahu pasti seberapa hebat penderitaan, perjuangan, serta pengorbanan yang telah mereka lakukan sehingga mereka bisa mencapai titik tersebut.

Kita, menjadi demikian karena berhenti dari pergerakan, layaknya sebuah sepeda yang berhenti dikayuh, pasti akan jatuh, demikian juga dengan diri kita, saat kita memutuskan untuk berhenti untuk bergerak, boleh jadi akan menjadikan diri kita jatuh, secara fisik dan mental.

Kita semua punya pilihan. Memilih untuk diam atau mulai untuk bergerak.

Kita bisa diam, hanya berdiam diri, layaknya air yang didiamkan, tidak dialirkan, maka lambat laun air yang menggenang itu akan berubah warna yang asalnya jernih menjadi gelap, yang asalnya tidak berbau menjadi musuh bagi indra pembau, yang asalnya tidak berisi menjadi penuh dengan bakteri yang mematikan!

Kita bisa bergerak. Memang tidak selalu mudah, jalan tidak selamanya mulus. Ombak tidak selamanya tenang. Namun, sekali lagi orang bijak berkata, “Ombak yang tenang tidak akan pernah menjadikan pelaut menjadi tangguh dan berpengalaman.”

Iya, terkadang sesuatu bisa mudah untuk dipahami,

Terkadang, butuh waktu beberapa saat untuk memahaminya,

Terkadang.

Sebuah Catatan Fiksi

Batam, 18 November 2014, 14.14 PM

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: