Ia Dan Membaca

20 Agu

Lembut sepoi angin malam itu, menelusup masuk ke dalam ruangan yang dihuninya. Lembut, membasuh wajahnya yang tersenyum ceria, betapa tidak, anak-anak didiknya yang masih usia belia sudah mampu memahami apa yang disampaikannya.

Dalam mengajar, sekalipun, ia tidak pernah memposisikan dirinya sebagai “guru” yang memberikan pelajaran serta pengajaran kepada mereka. Ia lebih memposisikan diri sebagai seorang “teman” yang selalu ada di samping mereka. Membantu setiap persoalan yang ditemui, memberikan tanggapan yang memancing mereka untuk lebih mencari tahu lagi, menjadikan ia seorang yang dekat seperti seorang sahabat karib yang sudah lama berteman, dan itu ia lakukan dalam setiap pertemuannya dengan mereka.

Hal seperti itu, memang tidak terjadi dalam sekejap. Tidak simsalabim kemudian mereka dekat dengannya. Tidak. Ia memulai langkah tersebut setapak demi setapak. Sejengkal demi sejengkal. Sabar. Penuh pengharapan. Agar apa yang dipikirkannya ini bisa tersampaikan keada mereka, anak-anak didiknya.

Ia merupakan pribadi yang menarik, dan, salah satu rahasianya adalah kegemarannya membaca. Hal inilah yang akan disampaikan kepada mereka. Terdengar sederhana. Mudah dilakukan. Namun, jangan salah. Menanamkan kebiasaan membaca ini butuh proses serta kesabaran yang luar biasa baginya.

Namun, bukan dirinya kalau hanya hal ini menjadikannya menyerah. Menjadikannya putus asa. Apa pepatah itu bilang, setiap ada kemauan pasti ada jalan. Nah, sudah jelas bunyinya bukan.

Suatu ketika, seperti biasanya. Dalam setiap pertemuan, ia menyampaikan sebuah cerita. Dan hal inilah yang menjadi salah satu senjata andalannya dalam “menaklukkan” mereka.

“Nak, orang tua kita pernah memberikan nasehat bahwa banyak sekali salah paham, buruk sangka, tuduhan, hinaan, bahkan perang antar umat manusia tidak akan terjadi jika semua memilih membaca dulu dengan baik dari pada bicara dulu.

Ia mengambil napas sejenak, kemudian melanjutkan ceritanya,

“Betapa bermanfaatnya kegiatan membaca itu sendiri. Memang, terkadang ada yang bilang, ada yang cerita bahwa membaca itu tidak bermanfaat, buang-buang waktu. Itu merupakan pendapat yang kurang tepat. Jikalau membaca itu tidak bermanfaat sekarang, yakinlah, esok lusa pasti akan berguna. Maka, banyak-banyaklah membaca sekarang, esok lusa akan berguna banyak. Sungguh, tidak akan menyesal orang yang suka membaca.

Anak-anak didiknya terdiam, menyimak, mendengarkan dengan seksama. Ia pun melanjutkan,

“Kalian tahu, negara tetangga kita yang luasnya seluas pulau Madura itu mengapa bisa maju sekali. Inilah salah satu jawabannya. Sebuah data pada tahun 2007 menunjukkan, perpustakaan nasional mereka dikunjungi oleh 37 juta pengunjung, atau 100 ribu lebih pengunjung per hari. Jadi kita tidak usah heran mengapa negara tetangga kita itu bisa masuk dalam daftar negara-negara maju, bersih, jujur, dan masih banyak hal hebat lainnya.

“Tentu saja hal ini berbeda dengan orang-orang yang merasa tahu. Orang-orang jenis ini pada umumnya sedikit sekali membaca buku. Juga yang termasuk asal celoteh di jejaring sosial, tentu juga termasuk bagian yang minim sekali membaca. Tapi dengan senang hati, maksimal sekali menunjukkan hal-hal tersebut lewat komen-komennya. Mereka merasa tahu padahal semua yang keluar itu hanya sebatas yang mereka tahu saja. Tidak berdasarkan sumber yang jelas.

“Lalu, jika masih ada yang bilang bahwa membaca itu butuh uang, butuh modal untuk membeli buku, yang katanya mahal, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Coba kita perhatikan sekitar kita. Mereka yang menghabiskan ratusan ribu pulsa tiap bulan tidak merasa bermasalah. Mereka yang makan di kafe-kafe, kedai fast food dengan harga yang lebih dari warung biasa, no problem. Mereka yang mampu membeli gadget jutaan, kosmetik, pakaian, tidak pernah sekalipun melontarkan alasan mereka. Dan, yang lebih mengesankan lagi, jika masih ada yang memberikan alasan bahwa membaca itu mahal. Lihatlah, Nak. Betapa masih banyak yang menghabiskan 10-20 ribu perhari untuk merokok, seakan lumrah saja di negeri kita ini.

“Sungguh, tidak akan merugi orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan membaca.

-Qi-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: