ABUI aka Akhir Bulan Januari

31 Jan

#Turn On 98

Sudah akhir bulan euy. Wah, besok sudah masuk bulan kedua. Akhir bulan ini bisa dibilang cukup istimewa, menurut versi saya tapi, hehe, karena akhir bulan ini juga bersamaan dengan akhir bulan Rabi’ul Awal dan juga pergantian tahun baru bagi kalender cina, Gong xi fa cai (bener gak nulisnya?) ya buat yang merayakan ya.

Semasa saya masih di kampung halaman, pergantian tahun bagi warga keturunan ini tidak terlalu terasa meriahnya, hanya tanggal merah saja, yang berarti sekolah libur, yeyeye, haha, kalau ngomongin soal libur nih jadi terasa senangnya, bagaimana tidak, setelah masuk lingkungan rumah sakit, sebagai perawat, semua tanggal di kelender gak ada warna merahnya, haha, adanya hijau semua, kuning pun tak ada. Liburnya ya gantian, hari ini saya masuk, besok gantian teman saya yang libur, karena pada hari minggu kuturut ayah ke kota, eh, salah, salah, karena pada hari minggu kami tetap ada yang jaga. Jaga-jaga kalau ada operasi cito aka emergency. Semisal ada yang kecelakaan ataupun kalau ada gawat janin. Ya, begitulah.

Walaupun di asrama kami rata-rata sekamar bertiga, namun, karena jadwalnya berbeda, jadi jarang ketemunya. Ketemu pun kadang yang di kamar, yang habis jaga, sudah masuk alam mimpi. Yang satu melek, yang satunya merem, hehe.

Kembali ke cerita utama, memang mau cerita apa ya?. Soal tahun baru cina saja, karena mayoritas penduduk di perumahan tempat asrama kami ini orang-orang bermata sipit tersebut. Tetangga asrama, rumah yang temboknya nempel dengan tembok bangunan kami, orang cina, jadi bisa dibayangkan suasana tadi malam sampai malam ini. Lingkungan perumahan kami berubah menjadi warna merah. Banyak lampion digantung disana sini. Suara petasan yang dag dig dug der terdengar semenjak semalam, dan barusan juga masih terdengar. Lagu-lagu yang saya belum mengerti artinya itu juga diputar berulang-ulang, di perumahan, di mall-mall, hampir dimana saja. Sudah seperti lebarannya orang muslim saja, ramai banget.

Asyik memperhatikan kejadian seperti ini, saat masih di Semarang dulu, karena tempat kuliah saya jauh dari pecinan, jadi kurang tahu tentang hal-hal seperti ini. Kalau sekarang, lingkungannya saja sudah banyak orang cina nya, jadi bisa diperhatikan dari jarak dekat, apa saja yang mereka lakukan selama perayaan tahun baru ini.

Jalanan pun menjadi lengang, ternyata mereka juga mengenal istilah mudik. Memang sih, jalanan di sini tidak seramai di ibu kota, namun, terasa lebih lengang, karena mayoritas mereka menggunakan mobil, jadi mobil-mobil yang biasanya ramai berlalu lalang di jalanan sekarang mungkin sedang istirahat di garasinya masing-masing, pemiliknya lagi mudik, haha.

Momen tahun ini memang seperti sebuah reuni keluarga bagi mereka, saya lihat tadi anak-anak kecil bersama orang tuanya, ada yang bermain kembang api, kembang api yang terlontar ke udara, lalu pecah dengan suara dor, dor nya, membentuk lingkaran dengan warna yang beraneka rupa, susul menyusul dengan suaranya yang keras, namun tetap menyenangkan melihatnya, ada juga yang kembang api yang ketika dinyalakan berputar-putar di atas tanah, dinyalakan di sepanjang jalanan di perumahan ini, lalu ada yang bersama keluarganya membuat tenda dome, tenda berbentuk kubah yang muat sampai tiga orang, dengan segala aktivitasnya, mungkin mereka sedang bercerita atau sekedar bercengkrama, ah, memang selalu menyenangkan melihat keakraban dalam sebuah keluarga.

Bulan januari memang segera berakhir, tinggal menunggu waktu saja, oh ya, beberapa waktu yang lalu kota ini juga kedatangan tamu dari Bandung. Aa Gym datang, lebih tepatnya diundang untuk ikut memeriahkan peringatan maulid nabi. Kabar kedatangan beliau memang sudah terdengar dua minggu sebelum beliau datang, ah, rasanya tidak sabar jika menunggu penceramah kondang seperti ini.

Tepatnya tanggal 28 kemarin beliau mengisi acara di dua tempat, sorenya, bertempat di Masjid Nurul Abidin di perumahan Citra Batam dan malamnya mengisi lagi di Masjid Agung Batam. Kebetulan saya itu jaga pagi, namun malamnya terjadwal oncall, jadi niat datang pas acara sorenya saja. Kalau malam terlalu beresiko ada operasi cito.

Well, hari yang ditunggu akhirnya datang. Setelah pulang jaga, yang akhirnya molor dua jam karena ada penyuluhan dari bidang PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) yang lagi gencar-gencarnya karena rumah sakit kami sedang persiapan menyambut akreditasi JCI, akhirnya saja pulang juga. setelah shalat ashar, langsung menuju ke TKP. Setelah tersesat beberapa saat, karena tempat yang kami tuju memang baru pertama kali ini kami datangi, alhamdulillah akhirnya sampai juga. itupun dengan bertanya beberapa kali, dengan anak kecil malahan, hehe.

Memanglah, kalau melihat beliau secara langsung dengan di layar kaca begitu berbeda. Aura wibawanya sungguh terasa, dan dengan segera kami pun hanyut dalam untaian kata beliau.

Pesan-pesan beliau insyaallah mengena di hati. Akan saya tuliskan beberapa pesan-pesan beliau yang saya pahami dari acara yang saya datangi, semoga bisa menambah keiilmuan Kawan semua,

Sibuk ingin dinilai manusia adalah kesibukan yang amat meletihkan batin dan merugikan dunia akherat,

Kiat melembutkan hati : lupakan kebaikan apapun yang sudah dilakukan, fokus saja sibuk berbuat kebaikan baru, lakukan dan lupakan,

Sibuk menasehati yang lain tapi lalai menasehati diri, sebagus apapun nasehat bisa jadi bahan cemoohan,

Sebaik baik nasehat adalah menasehari diri sendiri, sehingga lisan, sikap dan hati kita sama, insyaallah nasehat kita akan diterima,

Salah satu kunci melembutkan hati adalah adalah bergaul dan peduli dengan saudara kita yang dhuafa dan yang dilanda musibah,

Jangan mudah terpancing dan meladeni orang yang suka celetak celetuk, kalem dan abaikan saja, gak penting meladeni hal sepele,

Mana yang lebih kuat?, mengharap orang lain berubah, atau mengharap diri sendiri yang berubah?,

***

Ada satu lagi hal yang disampaikan oleh beliau yang insyallah akan memperdalam pemahaman kita semua akan pentingnya ilmu. Bahwa ilmu adalah pupuk iman, jikalau orang kurang ilmunya, maka imannya pun akan kurang. Maka, pesan beliau selanjutnya, marilah kita semua selalu membaca, selalu belajar, insyallah akan banyak keberkahan yang bisa didapatkan.

Sudah dulu tulisannya ya, maaf kalau agak gak nyambung antara tulisan yang pertama dengan yang kedua, anggap aja ini gado-gado, campur-campur tapi insyaallah tetap enak, semoga.

Batam, 31 Januari 2014, 09.39 PM

Arsyad Syauqi

Iklan

Satu Tanggapan to “ABUI aka Akhir Bulan Januari”

  1. devisariha 9 Maret 2014 pada 5:53 pm #

    Ditunggu ya catatan2 selanjutnya, tetap semangat menulis! Hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: