Perpustakaanku

26 Jan

#Turn On 96

Ruangan itu cukup besar, dibanding dengan ruangan lain di rumah ini. Selalu saja aku merasa nyaman ketika memasukinya. Bau yang khas itu selalu saja memanjakanku untuk selalu berlama-lama ketika memasuki ruangan ini. Beberapa rak serta lemari buku terlihat berjejer-jejer, rapi, walaupun sejatinya sudah semakin sesak oleh koleksi buku yang selalu bertambah, namun dengan bantuannya, yang selalu memberikan saran serta masukan, dan juga beberapa kolega serta informasi dari dunia maya, tempat ini selalu saja spesial buatku, buatnya juga.

Ruangan itu kuberi nama “Perpustakaanku”. Ruangannya memang cukup besar, namun bagi sebagian orang kolega ada yang bilang itu merupakan ruangan yang kecil, beberapa yang lain bilang itu merupakan ruangan yang sederhana, beberapa yang lain entah ada yang bilang apalagi, hehe. Aku hanya tersenyum saja ketika teman-temanku iseng bergurau tentang luas kecilnya ruangan itu. Hanya saja, satu hal yang sama dari pendapat mereka, mereka juga merasa nyaman ketika memasuki ruangan itu.

Buku-buku yang tersusun rapi. Lagi-lagi aku mempelajari teknik bagaimana menyusun buku yang baik dari banyak orang, juga darinya. Bagaimana rak-rak itu terlihat rapi, memunculkan kesan ruangan tetap terlihat luas serta sederhana. Bagaimana lemari-lemari itu, yang hanya beberapa buah, memberikan kesan menyenangkan, untuk melihatnya, serta mengambil beberapa buku yang ada di dalamnya. Bagaimana tempat duduk serta meja itu terlihat rapi, serta nyaman untuk ditempati, serta bisa memberikan kenyamanan ketika ada yang berlama-lama untuk membaca buku-buku yang sudah kukoleksi sedari dulu, semenjak aku masih sekolah, sampai hari ini, juga koleksi buku-bukunya, karena kami mempunyai kesamaan dalam membaca serta mengoleksi buku.

Bicara tentang buku, Aku memang paling tidak tahan ketika sudah memasuki toko buku, tidak tahan untuk memasukannya ke dalam keranjang belanja. Minimal satu setiap bulan. Kadang bisa sampai lima atau enam buku. Daftar buku-buku best seller selalu menjadi salah satu yang masuk keranjang belanjaku. Buku-buku cerita dan novel menjadi kesukaanku. Kisah-kisah teladan juga tak luput dari tanganku ketika sedang berkeliling. Berkeliling di toko buku selalu menyenangkan, itu juga yang menjadi salah satu inspirasiku untuk memiliki ruangan yang penuh buku-buku. Dan perpustakaanku inilah cikal bakalnya.

Aku selalu senang ketika ada hari libur. Bagaimana aku dan Ia menerima banyak tamu, kebanyakan anak-anak dari rumah-rumah sekitar. Waktu libur selalu spesial bagi kami dan juga mereka. Buku-buku yang awalnya masih diam di tempatnya, berubah tempat ke tangan anak-anak yang datang itu, beberapa datang bersama orang tuanya. Beberapa remaja juga datang. Ruangan yang sederhana itu berubah agak penuh. Beberapa ada yang membaca di ruang tamu, di teras, di kebun kecil kami, dimana saja, ah, membaca buku memang selalu menjadi hal yang istimewa. Apalagi jika ada hadiah buku, entah dari siapa saja. Itu juga menjadi hal yang spesial bagi kami.

Hal itu, yang kadang dianggap hal kecil bagi sebagian orang, hanya kegiatan membaca buku mereka bilangnya, namun, bagi kami, hal itu adalah lompatan besar dalam bidang ilmu pengetahuan. Karena dengan membaca, banyal hal bisa diperoleh. Oleh karena itu, kami sangat tidak berkeberatan jika banyak orang datang untuk membaca buku di Perpustakaanku.

Dengan membaca, maka pembicaraan yang keluar dari mulut ini akan menjadi tertata, oleh tata bahasa serta sopan santun yang dibaca melalui buku-buku itu. Dengan membaca, maka tulisan yang dibuat akan menjadi kaya akan kosakata serta informasi. Dengan membaca, maka waktu yang ada tidak akan terbuang sia-sia, dibandingkan dengan kegiatan yang sarat akan hura-hura. Dengan membaca, pikiran akan menjadi lebih terbuka, wawasan dari berbagai kota, provinsi, bahkan cerita dari negeri antah berantah bisa didapatkan. Dengan membaca, pengalaman dari orang-orang hebat di masa lalu bisa ditiru. Dengan membaca, kesalahan yang pernah dibuat oleh orang di masa lalu tidak perlu kita ulangi, setidaknya bisa mencegah kita untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa berakibat fatal. Ah, masih banyak hal yang bisa didapatkan.

Aku selalu senang ketika ia menceritakan habis membaca buku apa, habis mendapat informasi apa, habis mendapatkan hal baru berupa apasaja dari buku-buku yang dibacanya. Menyenangkan mendapatkan dia yang juga suka membaca. Untuk hal ini, terima kasih kepada Sang Maha Pengabul Doa atas dijawabnya doa-doaku di masa itu.

Satu, dua, tiga, dan seterusnya, yang awalnya kuhitung, dan sekarang menjadi jumlah yang banyak. Hampir dua ribuan mungkin jumlahnya, dan insyaallah akan terus bertambah. Aku dan Ia hanya berharap, buku-buku yang ada di Perpurtakaanku ini bisa memberikan jendela informasi, bisa memberikan cerita-cerita bagi orang banyak, juga bisa memberikan teladan bagi si kecil bahwa buku adalah salah satu hal spesial yang ada di muka bumi ini.

***

Sampai saat itu tiba, itulah harapan dari lamunanku malam ini. Semoga suatu saat bisa menjadi nyata.

Selamat malam kawan, lantunkan juga doa serta harapanmu. Mimpi-mimpimu. Karena salah seorang pujangga sastra pernah menulis, “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”.

Batam, 13 Januari 2014, 11.31 PM

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: