Angka-Angka Yang Melapangkan

6 Jan

#Turn On 95

Terkadang, hal-hal yang menjadi rutinitas, yang sekiranya dikerjakan berulang-ulang, boleh jadi akan membuat kita menjadi bosan. Menjadi penat. Salah satu resep terbaik yang pernah saya baca adalah membaca itu sendiri.

Banyak hal yang bisa kita peroleh, cerita, dongeng, berbagai petuah serta banyak hal yang bisa kita renungkan. Walaupun saya belum pandai menulis, setidaknya saya masih bisa membaca hal-hal yang menjadikan diri ini menjadi semangat lagi tatkala down melanda. Tatkala hati sedang dalam keadaan gak karuan. Bahasa sekarang bilang, “lagi Galo”

Seringnya, dalam hal apapun, kita selalu berhitung dengan keadaan. Apakah ini menguntungkan, apakah ini kurang menguntungkan. Wajar saja. Sah-sah saja. Saya pikir ini sudah masuk ke dalam salah satu sifat manusia.

Namun kawan, seorang Guru pernah berujar. Bahwa Allah, Tuhan Semesta Alam ini, sungguh Maha Pemurah. Tidak perhitungan terhadap hambaNya. Kasih sayangnya sunggu meliputi jagad raya. Dari ujug timur paling timur hingga mentok ujung barat. Sampai ujung yang belum pernah kita ketahui sampai saat ini.

Ada sebuah catatan menarik dari Guru itu, selamat membaca, semoga pemahaman baik kita bisa bertambah dalam memandang sesuatu yang ada di sekitar kita.

***

Jika kita disuruh berhitung dari angka 1 sampai dengan 100.000 selama 24 jam, siang malam, tidak boleh tidur, tidak boleh makan, terus saja berhitung, maka, rasa-rasanya, kita semua tidak akan kuat. Berhitung hingga 1.000 saja sudah ribet, apalagi hingga 100.000, bisa keplintet, plintet bibir kita berhitung. Tapi ada yang bisa melakukannya, terus ‘berhitung’, tiada henti, tiada error, terusss saja ‘berhitung’, siang malam, tiap menit, tiap detik, sesuai dengan ritmenya, itulah jantung kita. Menurut penelitian, jantung manusia rata2 berdetak 72 kali setiap menit, alias 103ribu kali selama 24 jam, tidak bosan, tidak lelah, tidak tertukar. Jika usia kita hingga 66 tahun, maka itu berarti jantung kita berdetak tiada henti hingga 2,5 milyar kali. Baru berhenti jika kita telah dingin membeku.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Pernahkah kita berdiri di bawah air terjun? Pasti banyak yang pernah. Amat menyenangkan duduk di bawah air terjun setinggi 2-3 meter, seperti dipijat oleh airnya. Jika tingginya 4-10 meter, pijatannya semakin keras. Jika tinggi air terjunnya 100 meter? Coba saja kunjungi, banyak air terjun di Indonesia yang tingginya diatas 100 meter. Bukan dipijat lagi, derasnya air jatuh bahkan bisa membahayakan. Nah, jika air terjunnya seperti Angel Falls, Venezuela, yang tingginga nyaris 1000 meter? Saya belum pernah ke Venezuela, tapi rasa-rasanya berdiri di bawah air terjun itu, menyambut derasnya air, sama saja mencari masalah. Tapi, sungguh Tuhan punya skenario yang sempurna saat menurunkan hujan. Tinggi awan-awan itu ribuan meter, bahkan awan cumulus nimbus bisa menjejak tinggi 16 kilometer. Apa jadinya jika air hujan diturunkan seperti menumpahkan air dari ember? Binasa semua kehidupan di bawah, terkena tsunami vertikal. Tuhan mendesain, menurunkannya dengan tetes-tetes air saja. Yang saat turun, bahkan sedemikian rupa bisa melambat dengan sendirinya (tidak seperti batu jatuh yg justeru semakin cepat), tetes air hujan tiba di permukaan bumi hanya dgn kecepatan 6-30km/jam. Kecepatan yg sangat aman. Kaca mobil tidak pecah, kepala manusia tidak berdarah, atap rumah tidak berlubang. Menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Ada banyak sekali ‘angka-angka’ di sekitar kita. Tidak perlu pengetahuan matematika atau pengetahuan alam tingkat tinggi untuk memahaminya. Dengan resep kecil: selalu menggunakan sudut pandang yang berbeda, maka semoga semua hal itu mampu memberikan rasa lapang di hati. Rasa bersyukur. Bahwa hidup kita ini selalu dalam naungan kasih sayang Tuhan. Tidak terkecuali–bahkan orang jahat sekalipun.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

***

Selamat pagi buat Kawan semua, semoga kenikmatan membaca tetap dilimpahkan kepada kita semua.

Batam, 6 Januari 2014, 06.38 AM

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: