Liburan Itu Perlu

10 Des

#Turn On 88

Sore ini, awan mendung masih dengan riang menggelayut di langit kota ini. sedari pagi, setelah hampir semalaman menumpahkan berjuta-juta butir ait dari atas sana. Dan sampai sore ini, langit masih memperlihatkan awan mendung yang seakan terlihat diam. Mematung. Mengeheningkan dirinya. Memandang ke bawah. Memandangi orang-orang yang lalu lalang dengan kesibukannya masing.

Masih di hari kamis awal bulan dua belas. Tentu saja banyak kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang. dengan latar pekerjaan apapun. Yang di kantoran atau yang di lapangan. Semua bekerja. bahkan pengangguran pun ikut meramaikan kegiatan hari ini. Dengan menganggur tentu saja. banyak sekali kegiatan yang berlangsung di bawah awan mendung kota ini. Dan disamping berbagai macam kegiatan yang dilakukan, ada juga yang sedang menikmati liburan. Termasuk saya.

Saya pernah mendengar pendapat, dari siapa saya lupa, bahwa manusia adalah makhluk yang paling cepat bosan. Dan saya sependapat dengan hal ini. Hal ini mudah dibuktikan. Coba saja ada salah seorang yang diberi makan tempe terus menerus. Dengan jenis olahan yang sama. Maka akan bosan. Begitu juga kalau dikasih ayam terus. Dengan jenis olahan yang sama. Maka akan bosan juga. itu baru lidah pengecap yang kita miliki.

Bagaimana dengan yang lain. Misal, melakukan sesuatu yang sama. Tidak pernah berubah, atau kita sebut saja dengan nama rutinitas. Maka akan menjadi kebosanan juga. maka perlu adanya hal lain atau kerjaan lain yang perlu dilakukan. Dalam bahasa orang banyak hal ini disebut inovasi. Pembaharuan.

Disamping itu, pekerjaan yang terus menerus dilakukan pun perlu adanya waktu untuk rehat. Untuk beristirahat agar kualitas pekerjaan yang dilakukan tidak menurun. Disamping untuk istirahat, hal ini juga baik digunakan untuk mengevaluasi segala sesuatu yang telah dilakukan. Apakah yang telah dilakukan itu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, ataukah malah menjauh sama sekali?. Dalam hal ini, dibutuhkan liburan.

Bicara tentang liburan. Banyak yang berfikir hal ini harus dilakukan dengan bepergian jauh. Pergi ke tempat-tempat wisata. Atau ke tempat-tempat yang menyediakan wahana hiburan yang mewah. Hal ini memang tidak salah, namun liburan tidak selalu berarti seperti itu.

Liburan bisa diisi dengan hanya diam di suatu tempat, namun pikiran bisa menjelajah ke berbagai tempat yang belum bahkan belum pernah dikenal. Hal ini bisa didapatkan dengan membaca. Semisal dengan membaca buku Laskar Pelangi. Maka dari halaman pertama, kita akan disuguhkan keadaan sekolah Ikal, Lintang, Mahar, dan kawan-kawannya yang berada di Belitong sana.

Kisah kocak nan jenaka akan memberikan angin segar pada pikiran kita yang kadang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau apapun yang kita lakukan. Hal-hal yang mudah seringkali menjadi runyam tatkala pikiran sudah tidak jernih lagi. Penat dengan segala macam hal yang seringkali kita yang membuatnya rumit. Dengan kesederhanaan para anggota Laskar Pelangi, keceriaannya, hangatnya persahabatan mereka, akan memberikan suasana baru dalam hati dan pikiran kita.

Belum lagi dengan novel-novel karangan Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang kehidupan pesantren di Gontor. Pola pendidikannya, jalan ceritanya, suasana belajarnya, ah, saya jadi ingin kesana lagi. Tapi sebagai pengunjung tentu saja. Karena yang sedang studi disana adalah adik saya. Begitu memikat dan memberikan inspirasi bagi pikiran-pikiran yang terlalu jenuh dengan segala macam hiruk pikuk pekerjaan orang dewasa. Yang sekali lagi banyak hal yang sebenarnya mudah namun kita yang sering membuatnya runyam.

Dan tulisan-tulisan tentang perasaan. Baru-baru ini saya telah membaca sekitar tujuh buah bukunya Tere Liye. Tulisannya yang menawan, penggambaran tokohnya yang cemerlang, dipadu dengan pemikiran alur cerita yang berani. Saya kira bisa membuat siapapun yang membacanya akan luruh dan seakan menjadi salah satu tokoh dalam ceritanya.

Tulisan-tulisannya sarat akan pesan moral dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani. Dan dengan membaca buku-buku seperti ini, walaupun fisik kita terlihat diam di tempat, namun pikiran dan hati kita akan berpetualang ke tempat-tempat yang dilukiskan dalam cerita.

Salah satu hal yang saya sukai adalah menemukan tempat-tempat yang nyaman untuk membaca. Ada beberapa tempat yang nyaman di kota ini yang nyaman untuk melakukan hal itu. Perpustakaan Umum yang bertempat di gedung BP Batam adalah salah satunya. Semenjak tahun lalu, saya sering mengunjungi tempat ini. Perpustakaan yang berada di dekat pelabuhan Batam Centre ini memang masih sedikit koleksi bukunya. Namun, tempatnya sangatlah nyaman digunakan untuk membaca.

Perpustakaan yang bersebelahan dengan pantai ini memiliki ruang baca yang nyaman. Meja berbentuk lingkaran dengan empat buah kursi di setiap mejanya dipadu pengharum ruangan yang sangat memanjakan siapa saja yang ingin berlama-lama disini. Ada musholla kecil dan beberapa toilet yang bersih guna mendukung kenyamanan yanga ada. Saya rindu tempat itu, sudah beberapa bulan saya belum kesana lagi semenjak saya sering membeli buku bacaan sendiri.

Dan sore ini, saya berada di salah satu Masjid di Kota ini. Masjid yang terletak di sebuat bukit di kawanan Nagoya. Dekat dengan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Batam. Pusat perbelanjaan yang di dalamnya rumpah ruah pengunjung lokal maupun bule-bule yang bertebarab dan sangat mudah ditemukan. Dan saya, berada di Masjid di dekatnya.

Namanya Masjid Jabal Arafah. Masjid ini sangat nyaman, desainnya berkelas dan futurisktik. Selain berada di perbukitan yang membuat angin selalu sepoi-sepoi, ada juga perpustakaan disamping masjid. Tentu saja ini membuat para pengunjung bisa berlama-lama disini. Termasuk yang menulis ini tentu saja, hehe. Namun saya sudah membawa bahan bacaan saya sendiri, termasuk laptop dan kawan-kawannya. Siapa tahu di tempat seperti ini ada keinginan untuk menulis. Karena kalau ada ide dan keinginan menulis itu muncul, sangatlah sayang untuk dilewatkan.

Masih menikmati keindahan Kota ini dari daerah perbukitan. Hari ini pas hari libur saya. Karena bulan ini saya kebagian libur di hari kamis. Salah satu konsekuensi kerja dengan sistem shift. Namun, tidak mengapa. Liburan, di hari apapun. Harus maksimal. Digunakan sebagaimana mestinya. Kerja pun sama. Harus diusahakan dengan maksimal. Bukankah pekerjaan ataupun liburan yang setengah-setengah itu tidak mengasikkan?, hehe.

Akhir catatab, Selamat liburan kepada siapa saja yang hari ini sedang menikmati liburan. Mari kita isi liburan dengan hal-hal yang membuat pikiran dan hati ini menjadi lebih segar. Agar apapun pekerjaan yang kita lakukan esok bisa lebih semangat lagi.

Batam, 5 Desember 2013, 04.45 PM

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: