Birunya Langit Malam ini

2 Des

#Turn On 87

Sudah tanggal dua bulan dua belas, sebentar lagi akan segera tanggal tiga. Rasa-rasanya, waktu ini begitu cepat berlalu. Waktu yang diberikan sama olehNya ini, dalam sehari memiliki waktu dua puluh empat jam, tidak kurang, tidak lebih. Dari belahan bumi paling utara sampai paling selatan. Sama. Belum pernah ada berita bahwa belahan bumi utara memiliki waktu dua puluh lima jam sehari sedangkan belahan bumi bagian selatan memiliki waktu dua puluh tiga jam sehari. Belum pernah ada beritanya.

Setiap bulan berganti. Setiap itu pula masa perenungan tiba. Setiap tamu yang bernama akhir bulan berpamitan. Tamu bernama awal bulan pulan pun mengetuk pintu kehidupan kita. Dengan segala kerendahan hati ia masuk dan bertamu dalam antrian yang sudah ditetapkan. Awal bulan. memang selalu datang. Tepat waktu. Tak pernah terlambat. Tak pernah ingkar janji.

Tamu yang bernama akhir bulan itu, tidak pergi begitu saja. Namun, setelah sebulan bertamu, pasti ada saja cerita yang didengar dari sang pemilik rumah. Cerita tentang kehidupan dan keseharian selama tiga puluh hari di bulan sebelas. Cerita hari demi hari yang tersusun rapi dalam buku abstrak yang akan kita ketahu kelak.

Berbagai cerita terekam dengan jelas. Tertulis dengan baik. Namun, memang tidak semua cerita berjalan baik. Adakalanya cerita itu terjadi dalam suasana baik. Adakalanya cerita itu tertulis dengan jalan cerita yang kurang baik. Adakalanya juga cerita itu tertulis dengan suasana mengharu biru. Mengecewakan. Penuh dengan kegalauan. Gundah gulana. Berlinangan air mata. Baik air mata kesedihan maupun air mata kebahagiaan.

Semua yang telah terjadi sudah tertulis. Dengan rapi. Dengan seksama. Ditulis dengan tinta khusus dan oleh penulis yang khusus juga. setiap orang yang didatangi oleh tamu yang bernama akhir bulan itu selalu mempunyai dua penulis pribadi. Penulis yang tak pernah lelah. Tak pernah tidur. Penulis yang selalu menuliskan apa saja yang terjadi. bahkan dalam setiap hembusan napas yang keluar. Ditulis dengan rapi. Penulis yang selalu menjalankan amanat TuanNya dengan segala rasa ikhlas yang terpancar dalam setiap tulisan yang dibuatnya.

Tulisan memang selalu memukau. Cerita memang selalu membawa kejutan. Memberikan nasehat dan juga sebagai pengingat. Memberikan kenangan dan sebagai hal yang menarik untuk direnungkan. Sebagai pengingat akan segala yang terjadi dan menjadi hal yang patut membuat diri ini berinstropeksi. Segala cerita yang terjadi, seakan berjuta rasanya.

Apa saja yang telah terjadi dalam tiga puluh hari di bulan sebelasmu kawan?. Apakah semua berjalan biasa-biasa saja?, ataukah ada hal menarik yang membuatmu berbeda dengan bulan sepuluhmu?. Apakah bulan sebelas kemarin membuatmu merasakan senang, gembira, ceria ataukah malah kekecewaan yang engkau rasakan? Ataukah malah kesedihan datang menerkammu? Menderamu?. Apakah bulan sebelasmu kemarin membuatmu memahami sesuatu yang berharga ataukah hanya terasa terlewati begitu saja?. ah, ataukah saya yang terlalu banyak bertanya, Kawan?.

Mungkin ada beberapa dari Kawan semua yang mengalami apa yang saya rasakan. Beberapa yang lain, mungkin juga menjalani bulan sebelasnya dengan penuh kegemilangan.

Banyak kesalahan yang masih saya lakukan. Banyak hal yang ternyata masih saya belum ketahui. Banyak hal yang masih belum saya mengerti. Banyak hal yang saya anggap hal baru. ini menandakan saya masih sering berjalan di tempat. Belum melakukan lompatan yang sekiranya membuat saya melesat jauh.

Namun juga, bulan sebelas kemarin, dari berbagai kesalahan yang telah saya lakukan tentu saja. banyak hikmah yang bisa dipetik. Banyak pelajaran yang bisa mengikis adanya benih-benih kesombongan yang mulai berkecambah. Banyak nasehat yang dengan perlahan melunakkan hati yang sekeras batu ini. banyak doa serta harapan yang baik yang membuat diri ini mengerti bahwa kepasrahan terhadap Sang Maha Pengabul Doa adalah hal yang perlu dilakukan. Dan juga, pelajaran terbesar yang bisa dipetik adalah, betapapun banyaknya kesalahan yang telah dilakukan, adalah adanya pilihan untuk tidak berhenti.

Sebuah nasehat dari orang bijak selalu mengingatkan bahwa, “Kerjakanlah sambil jalan. Jika terjatuh, segeralah bangkit. Jika gagal, segeralah mulai lagi. Namun jika Engkau berhenti, maka semua akan menjadi sia-sia”.

Sebuah nasehat memang bisa menjadi dua pilihan. Bisa diterima, dipahami, dilakukan. Namun bisa juga hanya lewat begitu saja. Perlu ketenangan untuk memahami segala sesuatu. Begitu juga berbagai nasehat yang diberikan kepada kita.

Sebagai penutup catatan kali ini. Ada sebuah catatan dari Tere Liye yang sekiranya membuat pikiran kita bisa terbuka dalam memahami sesuatu. Terutama keseharian kita dalam bergaul. Memang, tidak bisa dipungkiri banyaknya godaan yang ada setiap harinya. Setidaknya catatan ringan ini semoga akan membuat hati dan pikiran dan pikiran kita menjadi terbuka.

***

Langit itu tidak memiliki warna. Namanya juga langit-langit. Mengawang-awang saja di atas kepala kita.

Tapi kenapa dia seolah punya warna biru. Kadang berganti merah. Kadang jingga. Kadang ada pelangi. Bahkan kadang ada sejuta warna aurora di relungnya? Simpel. Langit hanya ‘memantulkan’ apapun yang ada di sekitarnya.

Pun begitulah hidup ini. Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni, pantulkanlah warna terbaik di sekitar kita. Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian orang-orang yang bahagia. Jauhi pantulan warna yang kusam, gelap dan menyebalkan.

***

Selamat malam bagi Kawan semua. sebentar lagi hari akan segera beranjak menjadi pagi. Tanggal dua pun akan segera beranjak ke tanggal tiga. Semoga Kawan semua bisa beristirahat dengan nyaman. Semoga kegiatan esok bisa terlaksana dengan maksimal. Bisa memberikan manfaat dan semoga Sang Maha Pengabul Doa mengabulkan doa-doa serta harapan kita.

Terima kasih tidak lupa senantiasa kita haturkan kepada orang tua kita serta kepada siapapun yang senantiasa memberikan doa-doa terbaiknya kepada kita. Semoga doa-doa itu juga kembali kepada mereka semua, dengan jumlah yang berlipat-lipat lagi. Semoga juga keberkahan senantiasa menaungi kita semua.

Batam, 2 Desember 2013, 11.36 PM

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: