Tontonan yang Baik

29 Nov

#Turn On 86

Pernah dalam suatu acara kajian kelimuan yang saya ikuti beberapa tahun lalu membahas tentang salah satu jenis kebiasaan yang sangat memengaruhi kita. Yaitu kegiatan menonton. Menonton, jika disebutkan kata ini rata-rata yang ada dalam pikiran kita adalah menonton acara di televisi. Baiklah, kita mulai dari sini saja.

Adalah suatu hal yang jarang disadari betapa besarnya pengaruh setiap hal yang kita lihat, setiap hal yang kita saksikan, akan sangat memengaruhi pola pikir kita.

Berbagai contoh sudah ada, dan hampir di setiap lini kehidupan ada saja yang menjadi hal yang dipertontonkan. Terkait dengan hal ini, tinggal kita saja, akan menerima semua hal ini mentah-mentah atau mau memikirkannya barang sejenak apakah semua yang tersaji di depan kita itu layak untuk ditiru, baik untuk dicontoh, atau malah sebaliknya. Akan menjadi alat perusak paling cepat untuk pikiran kita.

Berkali-kali nasehat yang ringan itu disampaikan, kita bisa memilih, kita bisa menentukan apa yang akan kita lakukan. Sekali lagi, tergantung kita saja. hal ini juga termasuk hal apa saja yang akan kita saksikan.

Mungkin saya adalah salah satu orang yang kurang menyukai kegiatan menonton TV. Di kamar saya di asrama ini tidak ada TV nya. Dulu pernah ada, tepatnya saat teman sekamar saya belum pindah. Namun setelah dia pindah, TV pun ikut dibawanya. Apakah saya merasa kesepian karena tidak ada TV?. Tidak juga.

Masih banyak teman-teman di kamar lain yang mempunyai TV, itupun saya juga jarang menonton. Kecuali ada acara menarik tentunya. Saya lebih sering menonton koleksi film di laptop yang sering saya perbarui tiap tahun kalau pas mudik, dan kalau ada info ter-update yang perlu diketahui, bisa segera buka layanan video di internet atau berbagai bacaan yang tersaji di dunia maya.

Seperti sebuah video yang berdurasi hampir satu jam yang saya lihat kemarin pagi dan pagi hari ini di Youtube. Sebuah acara talkshow yang dipandu oleh Najwa Shihab dalam acaranya Mata Najwa On Stage yang bertempat di UMM. Acara yang berlangsung beberapa hari lalu ini menghadirkan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, lalu ada Mantan Ketua MA, Prof. Moh. Mahfud MD, dan juga ada wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Acara yang bertemakan “Komandan Koboi” ini, sarat dengan pesan moral dan informasi terkini seputar politik tanah air. Saya memang belum terlalu paham tentang politik. Hanya, yang saya tahu, pembicaraan terjadi di UMM itu sangat menarik untuk disaksikan.

Saya tidak akan menuliskan catatan reportasenya disini karena bukan itu tujuan saya dalam catatan kali ini. Kalau penasaran, bisa buka Youtube sendiri atau membaca catatannya di berbagai media cetak  maupun online, insyaallah bagus untuk diketahui. Lalu, apa kaitannya dengan catatan kali ini?.

Seperti yang saya tulis di awal tadi, tontonan yang kita saksikan akan memengaruhi pola pikir kita, juga akan memengaruhi sikap kita dalam berperilaku. Tontonan yang baik, jika kita saksikan dalam waktu yang lama, maka, lama kelamaan ini akan turut berperan membentuk sikap dan karakter kita.

Dengan menyaksikan acara diskusi yang baik, talkshow yang baik, maka dengan sendirinya hal ini akan membuat kita menjadi dekat dengan perilaku baik. Pun dengan setiap omongan yang keluar dari mulut kita. Tidak asal. Ada sumber yang bisa dipercaya. Dan jika hal ini nantinya disadari, maka omongan kita pun tidak akan asal bunyi, dan insyaallah dengan sendirinya akan muncul kebiasaan sebelum memulai pembicaraan maka akan dipikirkan dulu sebelum omogan itu keluar. Maka pembicaraan yang terjadi adalah pembicaraan yang berisi, pembicaraan yang bernutrisi, bukan sebuah pembicaraan ngalor ngidul tidak jelas dan jelas-jelas tidak berfaedah sama sekali.

Maka dalam sebuah nasehat dituturkan, jika ada pembicaraan yang kurang bermanfaat, maka sikap diam adalah hal yang lebih baik daripada banyak pembicaraan namun tidak membawa manfaat sama sekali.

Berbeda jika kita terbiasa menyaksikan acara sinetron yang terlalu banyak dibumbui dengan suasana kegalauan  yang gak jelas itu. Maka yang terjadi sudah menjadi jelas, seterang cahaya matahari di siang hari, banyak remaja bahkan orang dewasa yang galaunya minta ampun. Dan kalau sudah seperti ini, mereka curhatnya di jejaring sosial. Menumpahkan apa lsaja yang mereka rasakan. Entahlah, apa yang mereka pikirkan. Jika mereka berfirkir dengan menulis berbagai kegalauannya di jejaring sosial akan membuat orang lain peduli, saya kira malah akan terjadi sebaliknya. Boleh jadi yang membaca berbagai postingan yang penuh kegalauan itu akan nyengir sendiri, tersenyum kecut, parahnya lagi, kalau orang yang membaca itu malah menertawakan.

Hal ini pun berlaku untuk musik dan bacaan juga. Ayolah kawan, siapa yang tidak tahu kalau akhir-akhir ini lagu-lagu yang bertemakan galau malahan yang sedang laris manis. Saya tidak sedang membahas tentang kreativitas dari sang penulis lagu, namun, coba kita perhatikan dampak dari lirik yang dinyanyikan itu. Apakah akan membuat orang yang mendengarkan menjadi semangat atau bertambah-tambah kegalauannya?, Saya kira setiap orang sudah memiliki jawabannya masing-masing.

Bacaan juga sama. Terkadang saya merasa risih ketika membuka jejaring sosial yang memang sudah lumayan lama saya ikuti. Nama-nama aneh yang banyak orang bilang itu “Alay” membanjiri dinding dunia maya ini. Kalau hanya nama saya kira tidak apa-apa. Yang sangat mengganggu lagi adalah kalimat-kalimat yang dituliskan itu terkadang jauh dari norma kesopanan. Kita semua tahu, saat kita masih sekolah dasar dulu diajarkan kalau tulisan yang mengumbar aib, menjelek-jelekkan orang lain, mengajak bertengkar, dan sejenisnya itu adalah kurang baik. Kok malah sudah lumayan lama kita tidak di sekolah dasar lagi hal ini malah terlupakan.

Masih banyak hal yang bisa memengaruhi kita kawan. Terlampau banyak malahan. Banyak yang kita sadari dan banyak juga yang belum kita sadari. Hal ini tentu saja menjadi pengingat kepada kita untuk terus mengoreksi diri dan sebagai pengingat masih banyak yang perlu kita pelajari.

Hal ini menarik untuk kita pikirkan bersama.

Selamat pagi buat Kawan semua. semoga jum’at dan hari-hari kita selalu dipenuhi rahmat dari Yang Maha Memberikan Rahmat. Semoga kenikmatan membaca dan menulis juga senantiasa melingkupi hari-hari kita.

Batam, 29 November 2013, 07.59 AM

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: