Sebuah Pemahaman Baik

11 Nov

#Turn On 80

Teringat salah pesan dari guru saya tentang memperhatikan orang lain. Kita bisa melihat orang lain dari apa yang dia baca dengan melihat perilakunya. Jika seseorang itu berperangai baik, bertutur kata baik, sopan, ramah serta bisa menempatkan diri dalam lingkungannya. Coba tanyakan kepadanya, “Buku apa saja yang telah dibaca?”.

Namun, jika seseorang itu, dengan berbagai perlikunya yang merusak sekitar, tidak bisa peduli dengan lingkungan, nada bicaranya kasar dan menyakitkan, kita bisa tanyakan kepadanya, “Kapan terakhir dia membaca buku?”.

Memang sederhana, namun ini akan berdampak banyak hal dalam keseharian kita.

Teringat juga pada pesan yang lain, bahwa kita bisa menilai diri kita sendiri dari berbagai buku yang kita baca.

Bacalah satu buku, maka kita akan tahu, betapa ada orang yang mampu menuliskan idenya, kisahnya, atau apapun yang ditulis, sementara kita baru bisa membacanya.

Bacalah dua buku, maka kita akan semakin tahu, setidaknya, ada dua orang, atau satu orang yang mampu mampu menulis dengan ide serta gagasan yang berbeda, sementara kita, sekali lagi, baru bisa membacanya.

Bacalah tiga buku, maka kita akan tambah semakin tahu, ada tiga gagasan, ada tiga kisah yang dituangkan dalam lembaran-lembaran yang mampu membuat kita mengerti, dengan segala informasi dan inspirasi, yang tentu saja, kita masih hanya bisa membacanya.

Bacalah sepuluh buku, maka kita akan semakin tahu, ada sepuluh gagasan, sepuluh kisah dari berbagai buku yang kita baca, entah itu ada sepuluh penulis yang berbeda, atau ada beberapa penulis yang telah menerbitkan karyanya hingga sepuluh buku, dan tentu saja, jikalau ada kesombongan yang ada dalam diri ini, perlahan-lahan akan mulai berkurang, akan mulai terkikis, walaupun baru sedikit.

Bacalah dua puluh buku, maka akan bisa kita pelajari banyak hal, yang tentu saja walaupun kita seakan telah membaca banyak hal, padahal di luar sana, tentu masih ada banyak orang yang mampu membaca lebih banyak dari kita. Namun, setidaknya, dua puluh buku ini akan bisa memberikan sedikit bobot pada kita, akan mulai mengatur cara bicara kita, cara berperilaku kita, dan terus akan mengikis sikap arogansi yang ada dalam diri kita.

Bacalah tiga pulu buku, dan teruskanlah, maka lihatlah perubahan yang akan terjadi. Bandingkan sebelum kalian membaca berbagai buku itu dan sesudahnya.

Saya menggigit keras pesan ini. Dulu, boleh jadi saya belum mengerti benar tentang pemahaman yang satu ini. Lebih banyak mengacuhkannya malahan. Namun, waktu membuktikan adanya perbedaan. Salah satunya adalah kegemaran baru saya ini, menuliskan apa yang saya rasakan.

Sangat erat kaitannya, yang saya rasakan, antara kegiatan membaca dan menulis. Ketika saya membaca banyak hal yang entah itu dari postingan-postingan yang baik, buku-buku yang beraneka rupa, maka tentu saja akan banyak ide yang bisa dituliskan. Apapun. Namun, kegiatan yang satu ini akan berhenti total manakala saya berhenti membaca.

Membaca, jika diibaratkan orang jalan-jalan, maka akan banyak hal yang kita temukan, akan ada banyak hal yang bisa kita lihat. Mulai dari cerita orang-orang yang tentu saja, bisa memberikan kita pelajaran tanpa kita perlu melakukannya terlebih dahulu. Dan dari kegiatan ini, kita bisa memperoleh banyak jenis kosakata yang bisa kita gunakan untuk tulisan yang hendak kita buat.

“Menulislah untuk kesenanganmu”, itulah salah satu pesan guru saya selanjutnya.

Karena kalau masih pemula, jangan berfikir terlalu jauh tentang tulisan itu sendiri, punya target yang terlampau tinggi sehingga akan menyulitkan diri, malah tidak jadi menulis yang ada. Layaknya orang yang mahir berlari, maka ia akan belajar berjalan terlebih dahulu. Setelah bisa berjalan dengan benar, dan tentu saja menyukainya, melakukannya berulang-ulang, maka tidak akan menjadi mustahil akan segera bisa berlari dengan kencang.

Sama halnya dengan menulis. Ini sesuai apa yang saya rasakan. Saya tentu bukan seorang guru menulis, bukan. Jadi tulisan saya pun masih sama atau boleh jadi lebih berantakan dari para pemula lainnya. Namun, saat ini, Alhamdulillah saya masih bisa menulis karena kesenangan itu sendiri. Menari dengan kata-kata. Menjahit kalimat demi kalimat. Merangkai paragraf demi paragraf. Menghasilkan informasi, dan motivasi, terutama bagi saya, bahwa setidaknya dinding dunia maya ini tidak hanya berisi keluh kesah dan omongan yang kurang baik.

Hal ini juga mengajarkan saya bagimana menggunakan jejaring sosial ini dengan baik dan sehat.

Cobalah kawan semua perhatikan. Betapa rusuh dan berserakannya keluh kesah dan terkadang menjurus makian yang ada di jejaring social ini, ada juga debat kusir yang bisa menimbulkan perselisihan.

Kawan, kita bisa berfikir bersama. Kalau ada yang bisa kita tuliskan, kita bagikan, yang kesemuanya itu bisa memberikan informasi, inspirasi, motivasi, itukan lebih baik daripada kita berkeluh kesah yang orang lain hanya bisa membacanya. Sekali lagi, kebanyakan orang lain hanya bisa membacanya. Jangan-jangan yang membaca itu malah tertawa kecil meningkahi keluh kesah kita. mereka, sekali lagi, tidak akan bisa banyak membantu. Saya juga kurang tahu, jika memang ada yang merasa puas kalau sudah menuliskan keluh kesahnya di jejaring social ini. Entahlah.

Sebagai penutup, ada sebuah pendapat yang menguatkan hal ini, yang sekali lagi, berasal dari guru saya.

Biasakanlah menulis pendapat kita dalam sebuah tulisan yang panjang dan komprehensif. Melalui proses pemikiran, di edit berkali-kali, diperbaiki, dipastikan sumbernya, diperbaiki lagi, maka jadilah dia sebuah tulisan yang baik.

Karena membuat tulisan seperti ini akan membuat kita belajar banyak, dan paham bahwa: satu tulisan yg dibuat dengan baik lebih berharga dibanding 1.000 status/tweet/komen yang asal keluar.

Selamat hari senin buat semua. Semoga hari ini, hari-hari selanjutnya, kita bisa belajar banyak hal yang ada di sekitar kita. Semoga kita juga bisa memilki pemahaman yang baik yang tentu saja, akan banyak hal menarik yang bisa diceritakan setelah pemahaman baik ini melekat erat dalam keseharian kita.

Batam, 11 November 2013

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: