Packing Day

30 Sep

packing#Turn On 67

Hari mulai beranjak sore ketika saya tadi pulang dari rumah sakit. Tadinya saya sudah berangkat. Lalu pulang lagi karena pengajuan libur saya diterima. Diterima saat saya sudah ganti baju hijau-hijau layaknya seragam khas kura-kura ninja yang akan bertempur di lorong-lorong bawah tanah perkotaan.

Perbedaannya. Saya tidak bekerja di lorong penuh air yang menggenang, melainkan di ruangan yang steril, terang, berirama, lebih tepatnya irama dari monitor yang menimbulkan suara khas. Persamaannya. Sama-sama ada warna merah darah di tempat kejadian perkara, baik di film kura-kura ninja maupun di ruangan tempat saya bekerja. haha.

Ruangan lantai dua yang berdarah. Itulah kadang kami menyebutnya dalam suatu obrolan. Ya, bagaimana tidak, memang setiap hari kami sangat akrab dengan hal ini. namanya juga operasi. wajar kalau ada darah yang keluar.

Sekitar pukul tiga sore. Saya sampai kembal ke asrama, padahal baru satu setengah jam yang lalu berangkat ke rumah sakit. Sebenarnya tadi malam saya sudah minta ijin kepada koordinator untuk minta libur. Namun belum ada jawaban iya atau tidaknya, jawabannya hanya besok pagi akan dikabari lagi apakah saya mendapatkan libur atau tidak. Ya, menurut saja sama atasan.

Apa sebenarnya libur umum itu?. Libur umum atau disingkat dengan sebutan LU adalah simpanan libur yang kami dapatkan ketika ketika ada hari libur dan kami berangkat saat hari libur itu. agak sulit memahamkan ya. Begini. Semisal ada empat hari libur wajib yang kami dapatkan dalam satu bulan. Karena setiap enam hari kerja ada satu hari liburnya. Ketika ada tambahan tanggal merah atau libur nasional pada bulan itu dan kami berangkat, maka ada satu hari libur yang kami simpan. Terkadang juga, jika ada banyak operasi, bisa juga hari libur mingguan itu kami diminta berangkat dengan kondisi tertentu, semisal ada beberapa teman yang sedang cuti atau sakit. Inilah salah satu hal yang ada ketika bekerja dengan system shift.

Setelah shalat ashar, saya melanjutkan packing. Berkemas-kemas. Padahal tidak banyak yang saya bawa. Haha. paling hanya beberapa baju serta dokumen penting yang tidak boleh ketinggalan. Soal buah tangan, saya diwanti-wanti oleh ibu. Boleh membawa tapi jangan banyak-banyak, hehe.

Delapan puluh persen insyaallah sudah siap. Tinggal menunggu beberapa baju yang masih tergantung di jemuran. Hehe. setelah baju kering, dirapikan, maka akan berkumpul dengan dengan teman-temannya di dalam koper. Koper unik dengan merek “kamar sebelah”. Karena koper saya sedang tidak dalam kondisi bagus, maka atas kebaikan seorang kawan asrama, koper “kamar sebelah” pun akan menemani saya menuju Kudus esok.

Masih menunggu baju yang sebentar lagi kering. Saya melanjutkan membaca “Negeri Para Bedebah” nya Tere Liye, sudah separuh lebih saya baca sejak empat hari yang lalu. Kisah tentang Thomas yang berusaha menyelamatkan asset serta mengungkap misteri masa lalunya, sungguh asyik untuk dilewatkan. Ditemani oleh beberapa tokoh seperti Om Liem, pemilik grup Bank Semesta, Opa alias kakek dari Thomas, Ram yang merupakan orang kepercayaan Om Liem, Maggie, staf kepercayaan Thomas yang memilki banyak koneksi serta handal dalam pencarian dokumen-domumen penting, Julia sang reporter yang pantang menyerah dan cerdas luar biasa, Kadek, Wusdi, Tungga, serta beberapa karakter lain yang menghiasi perjalanan cerita. Cerita dalam buku setebal 433 halaman ini Sempat menenggelamkan saya hingga hampir lupa waktu. Beruntung masih ada pengingat di handphone yang mengingatkan setiap setengah jam saya membaca. Kalau tidak, entah bisa tenggelam dalam cerita saya nanti, hehe.

Kurang satu jam lagi waktu maghrib datang ke kota ini. novel saya tutup serta tidak lupa saya tandai halaman terakhir yang saya baca. Lalu bergegas keluar untuk mencari makan. Saya membeli makan di sebuah warung yang kerap menjadi langganan teman-teman asrama. Warung Jowo Bu Agus. Disini, kami mudah akrab karena sama-sama berlatar belakang orang Jawa. Mudah akrab juga karena kami sering diundang di acara-acara yang beliau adakan. Seperti tadi malam. Kami ,orang-orang asrama, diundang untuk menghadiri acara tahlilan untuk suami beliau yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu.

Acara yang bertempat di Masjid Al Mujahidin, masjid di komplek perumahan tempat asrama kami. Perumahan Orchid Park dan Kembang Sari.  Acara tahlilan yang diadakan disini sama dengan yang saya ikuti di kampung tempat saya tinggal. Hanya bedanya, kalau di kampung saya, yang ikut ya penduduk satu gang atau satu RT saja. nah, kalau disini, walalupun yang hadir terbilang belasan orang, namun ini adalah tahlilan nasional. Secara mini tentunya.

Disamping kanan saya, ada kawan seasrama yang berasal dari Solo. Disebelah kiri saya, ada seorang bapak yang sudah akrab dengan saya, beliau berasal dari Medan. Pemimpin tahlil sekaligus imam masjid, berasal dari Kendal. dan berturut-turut yang lain, ada yang dari Madura, Bandung, Padang, Makassar serta ada beberapa yang orang yang saya belum tahu asal daerahnya.

Inilah salah satu indahnya persaudaraan di perantauan. Ketika sama-sama berada jauh dari tempat tinggal asal, maka disini kami berkumpul serta menjadi saudara baru.

Setelah pulang tahun lalu. Hampir setahun saya tidak menginjakkan kaki di pulau kelahiran saya. Serta hampir setahun juga saya mendapat tambahan kesempatan belajar lebih banyak lagi disini. di kota perantauan ini.  acara packing hari ini, kembali lagi mengingatkan saya, bahwa sejauh-jauhnya diri ini merantau. Tempat yang paling dirindukan adalah tempat kelahiran. Tempat pertama saya mengucapkan sepatah dua patah kata. Tempat saya tumbuh dan dibesarkan.

Insyaallah besok waktunya mudik. Jikalau kemarin belum sempat berkumpul saat idul fitri, insyaallah idul adha ini menjadi kesempatan saya untuk berkunjung serta bersilaturahim. Saatnya menikmati malam ini dengan melanjutkan bacaan yang terhenti tadi. Menikmati indahnya kalimat yang tertulis hingga masuk ke alam mimpi.

Batam, 30 September 2013, 20.52 WIB

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

2 Tanggapan to “Packing Day”

  1. devisariha 7 Oktober 2013 pada 11:31 pm #

    itu kak arsyad?
    itu sih packing buat daki gunung…. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: