Bandara Tadi Pagi

29 Sep

hang nadim#Turn On 66

Beberapa hari yang lalu saya dihubungi saudara saya yang sedang menikmati masa cutinya di Kudus. “Besok minggu jaga apa Mas?”, saya balas pesan singkat tersebut, “Saya jaga pagi”, lalu masuklah pesan singkat berikutnya,  “Mas, tolong jemput di Hang Nadim sekitar jam sebelas ya”, “Insyaallah saya jemput”, saya mengiyakan permintaan saudara saya tersebut.

Bicara tentang cuti, bulan ini dan bulan depan adalah masa cuti bagi penghuni kamar kami. Kami tidak diizinkan mengambil cuti secara bersamaan. Padahal saya ingin sekali berada di Kudus ketika saudara saya juga disana. Namun, ini sudah menjadi keputusan Koordinator ruangan. Ya, menurut saja deh, hehe.

Bagi yang berada di perantauan, terutama yang di luar pulau Jawa, bandara adalah satu tempat yang penting bagi kami. Terutama untuk urusan transportasi. Memang, bisa saja kami menggunakan fasilitas lain berupa kapal ataupun bus. Namun, mengingat cuti yang juga terbatas, kami lebih memilih menggunakan pesawat terbang sebagai sarana transportasi utama. Dan juga, kalau menggunakan kapal laut atau bahkan bus, maka badan dan pinggang ini juga akan menghadapi tantangan tersendiri, haha.

Pesawat terbang, yang ketika kecil dulu saya hanya memandanginya di langit tanpa pernah tahu suatu saat akan bisa menaikinya atu tidak. Ketika ia melintas, saya  beserta kawan-kawan sepermainan melihatnya dan berlari-lari mengejarnya, walaupun tahu tidak akan terkejar, hehe. namanya juga anak-anak. Apalagi kalau yang melintas pesawat tempur yang mengeluarkan asap putih dibelakangnya itu, wah, bisa tambah ramai kami.

Memasuki bandara Hang Nadim Batam, saya jadi teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini dua tahun yang lalu. Suasananya sama sekali tidak berubah, tetap sama seperti dulu. Bedanya, dua tahun yang lalu saya dijemput oleh pihak rumah sakit, karena memang pertama kali datang ke kota ini, dan kali ini, saya gantian yang bertugas menjemput saudara saya.

Penerbangan dari Jakarta sekitar Sembilan lewat tiga puluh menit. Perkiraan sampai di Batam sekitar pukul sebelas siang. Dan saya sampai di bandara masih sekitar pukul sepuluh. Masih ada banyak waktu untuk membaca. Karena memang saya membawa sebuah buku yang muat di tas pinggang yang sering saya bawa.

Dengan datang lebih awal, saya merasa lebih tenang, tenang untuk menunggu serta tenang untuk saya gunakan untuk membaca. Setelah memarkir kendaraan di area yang telah disediakan, segera saya menuju ke depan bandara, mencari tempat duduk, lalu membuka buku yang sudah saya tandai halaman yang menjadi halaman terakhir yang saya baca sebelumnya.

Lembar demi lembar saya buka, kata demi kata terangkai menjadi kalimat yang indah, penuh motivasi, penuh inspirasi. Saya melanjutkan buku “Memahat, Kata Memugar Dunia” bagian kedua. Kisah-kisah tentang J.M. Barrie yang menciptakan tokoh Peterpan dan Neverlandnya, lalu ada Eva Ibboston yang tulisan-tulisannya dilkagumi oleh J.K. Rowling yang juga pencipta novel Harry Potter yang juga diceritakan di buku ini, ada juga Stephen King yang dijuluki King of Horror, lalu ada juga Cristopher Paolini yang di usia mudanya mampu menulis novel tebal Eragon, Eldest, dan Inheritance. Semoga suatu saat saya bisa membaca buku-buku yang mendunia itu, karena sekarang saya belum punya, hehe.

Menikmati kalimat yang terangkai, saya masuk ke dalam suasana yang diceritakan. Seakan saya mengalami kejadian demi kejadian yang tertuliskan. Senang, kagum, sekaligus menjadi kecil, bahkan kecil sekali jika dibandingkan tokoh-tokoh yang diceritakan, dengan berbagai pengalamannya, dengan berbagai karyanya yang diakui oleh dunia. Dengan tulisan, mereka mampu memengaruhi,menjadikan indah, serta  mampu mengubah pandangan dunia. Pastas saja mereka masuk dalam daftar orang-orang yang memugar dunia lewat kata.

Saya lihat jam di layar handphone. Masih seperempat jam lagi pesawat akan sampai di bandara ini. terdengar suara tangis serta tawa di belakang saya. Saya menoleh. Ada beberapa orang, mungkin sebuah keluarga, yang melepas sanak familinya yang hendak masuk ke dalam bandara. Mereka, saling berpesan, saling mendoakan, berpamitan sembari mencium tangan orang yang dituakan.

Suasana seperti saya juga mengalaminya dua tahun yang lalu. Ketika saya hendak berangkat ke Batam, orang tua saya turut mengantarkan saya. Malam sebelum keberangkatan, kami menginap di Semarang, di kos teman saudara saya. Pagi buta, setelah shalat shubuh, kami berangkat menuju bandara. Saya bertemu dengan teman-teman dari almamater lain yang kemudian akan menjadi kawan baru saya di perantauan.

Berbagai pesan serta doa diucapkan bapak dan ibu saya. Lalu saya melakukan check In, masuk ke dalam bandara untuk mengikuti berbagai proses yang baru pertama kali saya lakukan. Check in, menimbang bagasi, membayar boarding pass, melewati pengecekan yang menggunakan sinar X-ray berkali-kali. Tas saya digeledah karena ada gunting kukunya, ya, benda tajam tidak boleh masuk pesawat, bahkan garpu sekalipun.

Suasana di bandara tadi pagi, membuat saya ingin menulis catatan ini. suasana haru, tawa, menghiasi bandara pagi ini. walaupun hal ini sering terjadi, bahkan mungkin setiap hari. Hanya saya saja yang tidak mengunjungi tempat ini setiap hari. Suasana seperti ini, saya juga pernah menjumpainya di terminal bus, stasiun kereta api, bahkan juga di pangkalan ojek.

Jam di handphone saya menunjukan pukul sebelas. Saya mengirim pesan singkat kepada saudara saya. Memberitahukan saya sudah berada di depan bandara. Segera saya menyadari posisi menunggu saya di tempat yang kurang tepat, saya menunggu orang datang di depan pintu masuk Keberangkatan. Wah, salah nih. Segera saya menuju ke bagian Kedatangan. Selang beberapa saat, saudara saya datang dengan koper besarnya dan juga oleh-olehnya, haha.

Alhamdulillah, perjalanan saudara saya lancar, dan bisa membawa oleh-oleh dengan selamat juga, haha. dan hari ini, saya juga mulai packing, insyallah selasa pagi gantian saya yang mengunjungi bandara membawa koper juga, hehe.

Batam, 29 September 2013, 17.17 WIB

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: