Alhamdulillah, Ketemu Lagi

27 Sep

#Turn On 65

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah sedikit bercerita tentang 2 buah buku yang pernah saya miliki, lalu raib entah kemana. Salah satunya adalah buku “Memahat Kata, Memahat dunia”, yang Alhamdulillah kini saya bisa memiliki lagi buku itu, komplit, 2 jilid sekaligus.

Bagaimana bisa?, Saat saya bercerita tentang buku itu, lebih tepatnya saya menulis dan menyinggung tentang buku itu, saya segera mencarinya lewat mesin pencari di internet. Alhamdulillah ada. Walaupun di beberapa toko buku online stock nya kosong. Segera saya memesannya.

Setelah mengikuti beberapa instruksi, mulai dari pengisian nama, domisili, alamat email, nomor telepon dan sebagainya, akhirnya saya masuk di bagian pembelian. Kembali saya mengikuti instruksi yang ada, lalu mengisi ini, itu, dan akhirnya di bagian akhir, pembayaran. Alhamdulillah saya sering menggunakan sms banking. Langsung saya saya transfer. Dan pemesanan saya pun diproses.

Bagi saya, ini kali kedua saya membeli buku lewat internet. Yang pertama kemarin saya membeli buku karangannya Tere Liye dari tbodelisa.blogspot.com, dan yang kedua ini dari bukabuku.com. yang pertama kemarin, saya membeli tiga novel dan sebuah buku kumpulan cerpen, yang insyaallah kalau keempat buku itu rampung mungkin saya akan memesan yang lain lagi, hehe.

Dan dari alamat web yang kedua, saya memesan buku itu, “Memahat Kata, Memugar Dunia” dengan Aru Nilandari sebagai editornya. Alangkah bahagianya, ketika buku itu sampai di tangan saya kira-kira seminggu yang lalu, betapa tidak?. Sudah cukup lama saya ingin membaca buku ini lagi, hanya saja saya hanya mencarinya secara konvensional, hanya lewat toko buku saja. sebelumnya, saya belum kepikiran untuk mencarinya lewat dumay alias dunia maya. Ah, kemana saja saya selama ini, hehe.

Buku ini, baik yang pertama maupun yang kedua, merupakan buku yang berisi tentang biografi 101 orang tokoh yang berpengaruh terhadap dunia. Tidak hanya orang-orang yang berasal dari Indonesia saja, namun dari berbagai belahan dunia.

Membaca buku ini, kita akan disuguhkan berbagai bacaan yang mudah dipahami, memberi inspirasi serta motovasi, serta masih banyak informasi yang sebelumnya kita belum pernah tahu. Mengutip sedikit dari kata pengantar di buku pertama,

“Berbicara tentang dedikasi, akhirnya saya melirik pembagian peran dan sumbangan mereka terhadap dunia. Dan meminjam istilah sculpturing (memahat) yang digunakan Elie Wiesel, penulis Amerika kelahiran Rumania tahun 1928, sebagai majas untuk writing (menulis), saya sampai pada gagasan: Memahat Kata, Memugar Dunia.

Terlepas dari jenis karya mereka, terlepas dari latar belakang kehidupan mereka, 101 orang tokoh ini telah memahatkan kata menjadi karya-karya luar biasa yang membawa perubahan pada dunia luas, atau setidaknya dunia kecil kehidupan pribadi pembaca mereka. Dunia pun ibarat sebuah bangunan. Ketika ia diperbaiki, direnovasi, dipugar, pasti ada orang-orang tertentu yang mengerjakan bagian-bagiannya secara khusus.

101 orang tokoh itu pun terbagilah dalam 12 pekerjaan yang disesuaikan dengan keahlian mereka. Meskipun banyak diantara mereka sesungguhnya ahli dalam segala hal. Kedua belas pekerjaan yang terdapat dalam buku kesatu ini meliputi pemugaran fondasi, pilar-pilar, balkon, playground, pewarnaan, dan ventilasi. Sedangkan di buku kedua, meliputi pemugaran dinding, beranda, langit-langit, taman, perapian, dan pencahayaan.”

Di bagian fondasi, kita bisa menemukan nama-nama besar seperti “Al-Biruni, Peletak Dasar Sains Modern”, “Al-Ghazali, Sang Hujjatul Islam”, “Al-Haitsam, Terobosan Dalam Ilmu Ilmiah”, “Jabir Ibnu Hayyan, Bapak Kimia Modern”, lalu ada juga “Al-Khawarizmi, Perintis Aljabar dan Algoritma”, serta masih ada beberapa nama besar lainnya.

Kita juga bisa menemukan nama besar lainnya di bagian Pilar-pilar. Seperti “Farid Essack, Pejuang Bagi Kaum Tertindas”, “Rabindranath Tagore, Perbedaan Itu Indah”, dan masih ada lainnya juga. di bagian Balkon, kita bisa menemukan “Pearl S. Buck, Menjembatani Amerika-Asia”, lalu ada juga nama “Gunter Grass, Pernapasan Buatan untuk Jerman”, dan masih banyak lainnya. Yang pasti, buku yang dikemas dengan model kecil ini nyaman dibawa serta dibaca dimana-mana.

Dan juga, ini sebagai pembelajaran bahwa dumay alias dunia maya juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Tidak melulu hanya bermain tanpa arah, tanpa ada manfaat. Sebaliknya, jika kita mampu menggunakannya secara sehat dan bijak, maka akan bisa kita gunakan media internet guna meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta berbagai hal positif dalam diri kita.

Dengan banyak membaca, saya jadi menyadari, betapa masih banyak hal yang belum saya ketahui, betapa banyak hal yang masih perlu saya pelajari. Dengan membaca juga, saya jadi mengerti, bahwa masih banyak keindahan yang terlukis dalam kalimat dan kata-kata. Dengan membaca, saya juga memahami bahwa salah satu jenis keabadian terletak dalam tulisan.

Selamat pagi, selamat berakhir pekan, dan selamat berkarya, dimanapun Anda semua berada.

Batam, 28 September 2013, 06.02 WIB

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: