Dunia Ternyata Luas

15 Sep

#Turn On 61

Beberapa minggu terakhir ini, saya mempunyai kebiasaan baru. Saya sering tidur dengan dengan adanya buku, atau entah apapun yang bisa saya baca sampai saya tertidur, dan ketika bangun, saya menemukan buku, atau entah apapun itu yang sebelum tidur saya baca dengan kondisi tergeletak di samping saya atau bahkan kadang sampai mana-mana, hehe.

Semenjak awal tahun ini, memang saya menuruti keinginan saya untuk lebih sering membaca, setelah tahun kemarin saya lewati dengan sedikit sekali membaca. Tahun kemarin hanya khatam buku kurang dari sepuluh buah, dan untuk tahun ini alhamdulillah sudah lebih dari sepuluh buku yang telah saya habiskan dan masih bersisa empat bulan menuju tahun berikutnya.

Kebanyakan buku yang saya baca berisi tentang kisah fiksi, entah yang berupa novel, cerpen dan tentu saja komik, hehe, kalau yang non fiksi, ada beberapa juga. saat saya menulis catatan ini, Alhamdulillah saya telah menyelesaikan buku Sepotong Hati yang Baru nya Tere Liye dan komik karya Yoshihiro Tagashi yang berjudul Hunter X Hunter yang volume dua, walaupun saya sudah pernah menontonnya di serial TV, namun begitu komiknya naik cetak lagi, dan kebetulan saya menemukannya di Gramed, langsung masuk keranjang belanja deh, hehe.

Buku-buku fiksi yang menjadi favorit saya adalah tulisan-tulisannya Andrea Hirata. Mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta dalam Gelas, dan Sebelas Patriot. Kesemua novel itu saya punya dan ada beberapa yang entah kemana karena dipinjam dan belum kembali, hehe. lalu Trilogi Negeri Lima Menaranya Ahmad Fuadi, mulai dari Negeri Lima Menara, Ranah Tiga Warna dan yang baru beberapa bulan kemarin terbit, Rantau Satu Muara, Alhamdulillah sudah selesai juga. Serta masih ada beberapa novel lain yang sudah serta masih setia menunggu untuk saya baca, hehe.

Untuk komik sendiri, ada satu komik yang sudah sejak 5 tahun lalu saya baca. Komik Naruto karya Masashi Kishimoto, hayooo, siapa yang Fans Naruto juga? hehe. dulu, saat masih kelas X, saya menyewanya di sebuah persewaan komik dan novel, saat saya berangkat les bahasa inggris di EECC Kudus. Pas disampingnya ada persewaan komik, jadinya ya menyelam sambil baca komik, eh, minum air, hehe. dan sampai saat ini, saya masih mengikuti ceritanya yang sudah sampai chapter 646 dan masih berlanjut. Ada juga komik Death Note yang saya baru membelinya tiga bulan yang lalu, dua belas seri, lengkap, masih antri untuk dibaca ulang setelah tiga tahun saya menyelesaikan seluruh ceritanya.

Dua minggu lalu, Alhamdulillah saya juga telah menyelesaikan kisah non fiksinya Gus Awy’ Ameer Qolawun yang berjudul Catatan Cinta Dari Mekah. Kisah seputar pondok pesantren yang diceritakan dengan bahasa jenaka ini bisa memberikan pandangan baru kepada kita, serta masih banyak manfaat lainnya dalam mengisi hari-hari dalam kehidupan kita.

Saya masih ingat dua buku yang sampai sangat kumal, masih sering saya bawa, hingga entah saat ini kedua buku itu raib kemana. Yang pertama adalah Buku Memahat Kata Memugar Dunia dari Mizan dengan Editor Ary Nilandari. Itu adalah buku pertama yang saya beli dengan menabung uang saku sekolah selama sebulan. Saya membelinya saat masih kelas dua Mts dulu. Berulang-ulang saya membacanya sampai buku itu pernah terendam saat banjir melanda Kudus akhir 2007 lalu. Alhamdulillah buku itu selamat yang tentu dengan kondisi tidak sebagus asalnya. Saya sampuli lagi dengan bantuan mas-mas yang ada di tempat fotokopi. Dan entah saat ini buku itu jalan-jalan kemana. Semoga suatu saat bisa berjumpa lagi, hehe.

Lalu yang kedua adalah buku yang berjudul Jejak Sang Beruang Gunung. Kisah tentang Mapala UI yang bernama Norman Edwin ini juga saya baca berulang-ulang. Kisah heroik, petualangan, kemampuan dan peralatannya, mampu membawa imaginasi saya untuk mengunjungi tempat-tempat jauh dan tinggi. Di berbagai puncak pegunungan saya dibawa berkelana. Salah satu sebab saya menyukai berbagai aksesoris yang berbau petualangan ya dari buku ini. semenjak saya membaca buku ini, mulai dari tas, sandal, kemeja, dan kaos, seringnya beli di toko yang menjual alat petulangan. Sebut saja merek Eiger, Seven Summits, Rei, The North Face, saya pernah mempunyainya, walaupun kebanyakan sih demennya sama Eiger, hehe.

Saya masih ingat salah satu nasehat guru saya, Dunia itu tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Kalau kita hanya berdiam diri, tanpa melakukan apa-apa, oh, betapa kita akan merasa dunia ini sangat sempit. Bagai katak dalam toples. Namun kalau kita bergerak, mengunjungi berbagai tempat, kesana kemari, mbolang bareng teman-teman kita, dan tentu saja membaca berbagai cerita yang ada dalam buku, oh, betapa luasnya dunia tempat kita tinggal ini.

Dan dengan menulis, saya juga ingin menjadi bagian dari sejarah. Karena salah satu hal yang abadi adalah tulisan, seperti salah satu judul cerita yang pernah saya baca, menulis untuk keabadian. Dan kesenangan saya menulis seperti ini juga tidak lepas dari berbagai bacaan yang saya baca. Karena tulisan saya masih terpengaruh dengan suasana tulisan yang sedang saya baca juga.

Pernah saya menulis dan saya merasa tulisan saya kocak, karena saat itu saya membaca blog dan buku Kambing Jantannya Raditya Dika, lalu tulisannya mendadak serius, karena beberapa hari sedang baca majalah Detik, lalu mendadak jadi ini, jadi itu, itu semua karena saya masih tahap imitasi, masih tahap copy paste dalam menulis. Entah, suatu saat tulisan saya mempunyai bentuk seperti apa, hehe.

Sebagai penutup catatan kali ini, saya kutipkan pernyataan Christopher Paolini, penulis Eragon, yang ada di resensi buku Memahat Kata Memugar Dunia. “Menulis adalah jantung dan jiwaku. Menulis menjadi sarana untuk menghidupkan kisah-kisahku. Tak ada yang lebih memuaskan ketimbang menggoreskan kata-kata di atas kertas dan mengetahui bahwa mereka akan membangkitkan emosi dan reaksi tertentu dari pembaca”

Selamat malam dan mari membaca sebelum tidur, kebetulan saya lagi memegang buku Berjuta Rasanya karya Tere Liye, kalau anda?.

Batam, 15 September 2013

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: