Akhir Yang Merupakan Sebuah Awal

9 Sep

#Turn On 59

Masing-masing dari kita, setidaknya, sudah sering melihat atau mengikuti sebuah acara yang bernama perpisahan. Entah itu perpisahan setelah menyelesaikan proses belajar atau perpisahan yang ada dalam organisasi, atau perpisahan dalam hal apapun. Demikian juga juga saya dan catatan ini, terinspirasi dari kejadian yang saya ikuti kemarin sore yang kemudian membuka beberapa kejadian yang pernah terlewati.

Kemarin sore, saya beserta teman-teman yang tergabung dalam kru kamar operasi diundang dalam sebuah acara perpisahan. Acara ini bertempat di Golden Prawn, sebuah resto seafood yang terletak di atas laut dan dihadiri hampir sebagian besar kru OK, karena ada beberapa yang berhalangan hadir serta ada juga yang jaga siang.

Adalah Arif Cahyo Wibowo, seorang perawat anestesi yang murah senyum, selalu riang dimana saja serta ada saja hal menyenangkan kalau sedang bersamanya. Ada saja guyonan yang keluar kalau sedang mengobrol, orangnya bisa dibilang pendiam, namun kalau sudah kerja, jangan ditanya, rajinnya minta ampun pokoknya dah.

Alumni D3 Keperawatan Unissula Semarang ini sangat mudah sekali akrab dengan orang lain. Hal lucu yang juga sekaligus menjadikannya mudah terkenal adalah dia hampir selalu menganggap setiap orang yang ditemuinya itu adalah orang Jawa. Memanggil orang lain dengan sebutan Mas dan Mbak adalah hal yang biasa terucap darinya, walaupun yang dipanggil itu berasal dari kampung halaman yang berbeda-beda.

Ada salah satu teman yang bercerita kalau sedang berkumpul dengan Mas Arif ini, terkadang bingung untuk berbicara apa, lah gimana tidak, setiap berbicara seringnya memakai bahasa jawa, padahal yang diajak ngomong itu orang Padang tulen, haha.  dan itu hampir berlaku untuk keseluruhan teman yang diajaknya bicara, namun, lama kelamaan, itu menjadi hal yang biasa, walaupun masih ada beberapa teman yang agak kesulitan untuk meladeni kakak saya ini ketika berbicara, hehe.

Hal luar biasa yang bisa dipelajari dari teman saya ini adalah sifat rajin serta daya tahan tubuhnya yang luar biasa. Kalau pernah melihat salah satu slogan iklan yang ada, mungkin akan lebih pas kalau dia menyandang gelar “Talk less Do more”, dan hampir selama tiga tahun berkerja, belum pernah saya mendengar dia ijin dengan alasan sakit. Padahal saya sendiri yang hampir dua tahun saja sudah pernah ijin karena sakit hampir 5 hari, dan kesemuanya seringnya karena diare, hehe.

Acara perpisahan kemarin, sekali lagi, mengingatkan saya dengan berbagai acara perpisahan yang pernah saya alami atau setidaknya pernah saya lihat prosesinya. Dan entah mengapa juga, pesan dan kesan yang terucap hampir sama semua. Sebuah perpisahan bukanlah sebuah akhir, namun lebih ke sebuah awal pembelajaran yang baru, sebuah lembaran baru yang harus ditempuh, lembaran yang masih menyimpan rahasia yang belum terlihat, lembaran baru yang menanti untuk ditulisi sebagai catatan baru untuk sejarah yang sudah ada.

Salah satu acara perpisahan yang masih sangat membekas di pikiran saya adalah saat ikut Jambore Daerah di Kebumen tahun 2003 lalu. Saat itu, usia saya masih 13 tahun, dan untuk pertama kalinya ikut even tingkat provinsi. Saat itu, kami yang tergabung dalam kontingen Kudus, Alhamdulillah berhasil menyabet gelas sebagai juara umum. Saat itu, dipimpin oleh kakak Pembina kami, Kak Junaidi, dengan formasi melingkar serta bergandengan tangan, kami menyanyikan lagu Syukur dengan penghayatan yang dalam. Sambil menyanyikan lagu tersebut, Kak Jun menyampaikan kilas balik kegiatan yang kami lakukan mulai dari latihan intensif sebelum lomba yang berlangsung selama dua minggu, lalu beliau juga menyampaikan berbagai ulasan kegiatan yang kami lakukan selama di Kebumen. Lomba demi lomba. Kebersamaan demi kebersamaan. Dan hari itu, adalah acara perpisahan. Butiran air mata tak bisa dibendung untuk keluar, saat itu yang ada di pikiran saya, “Apakah seperti ini rasanya acara perpisahan yang sering dibicarakan itu?”.

Perasaan damai yang terasa, sungguh sangat menyentuh. Satu persatu dari kami menyampaikan pesan dan kesan. Kenangan seperti ini sungguh menyejukkan untuk dibuka kembali. Seakan ada sebuah roll film yang berputar di kepala ini, kisah demi kisah, senyuman demi senyuman, dan paling penting, semangat serta pelajaran baik yang pernah ada semoga bisa tetap terjaga.

Adik-adik kelas saya di Program Studi D3 Poltekkes Semarang juga akan mengalami hal yang hampir serupa. Sebuah perpisahan dengan kampus untuk menapaki jejak baru. Untuk melihat dunia luar guna belajar pelajaran yang masih banyak di luar sana yang mungkin tidak ditemukan di bangku kuliah. Insyaallah beberapa hari lagi, sebuah prosesi wisuda serta angkat janji akan dilaksanakan.

Inilah bagian dari sebuah perjalanan, sebuah fase akhir yang merupakan sebuah awal baru. sebuah akhir dari sebuah proses untuk menapaki proses baru. sebuah akhir dari sebuah zona nyaman untuk memasuki sebuah zona baru. ini adalah sebuah fase yang pasti ada dan tidak akan terelakkan bagi setiap manusia yang sedang menjalani perjalanan dalam hidupnya.

Atas nama pribadi, saya mendoakan bagi semua yang sedang dan akan menjalani proses ini. semoga Allah senantia memberikan kemudahan dan kelancaran bagi kita semua. Bagi yang akan sekolah lagi, semoga dilancarkan, begitu juga yang akan memasuki dunia kerja, semoga dilancarkan juga. Semoga kita senantiasa bisa saling mendoakan untuk keberhasilan, kesehatan, serta semua hal-hal baik yang bisa terucap dalam setiap doa kita.

Seperti yang sering diucapkan teman saya saat masih sama-sama di Organisasi BEM dulu, “Salam Perjuangan penuh cinta dan kasih sayang untuk kita semua”.

Batam, 9 September 2013

Arsyad Syauqi

Operating Room Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: