Menunggu Pagi

6 Sep

#Turn On 58

Melewati hari demi hari dimana saja, termasuk saya yang berada di perantauan, tentu memiliki berbagai cerita yang berbeda dari yang lainnya. Cerita demi cerita itu tersimpan dalam banyak hal, ada yang disimpan rapi dalam buku harian, ada yang rajin di curhatkan kepada teman, dan kalau saya sendiri, saya lebih suka membaginya lewat dunia maya. Itung-itung belajar nulis dan bisa menerbitkan tulisan sendiri, walaupun masih dalam kelas acakadut alias amburadul, haha.

Well, pagi ini saya kembali dipanggil karena ada operasi cito. Pagi tadi, ketika terbangun sekitar setengah empat, niatnya mau shalat malam. Sudah ambil wudhu, tiba-tiba hape berbunyi-bunyi. Dari rumah sakit. Segera saya angkat, diujung telpon, teman yang jaga malam mengabarkan kalau ada operasi cito sesar atau SC, gawat janin, segera saya dan syam berangkat, karena sama-sama terjadwal oncall tadi malam.

Bicara tentang oncall, ada hal menarik yang bisa diceritakan. Ketika saya pelatihan kamar bedah dulu, saya pernah mendengar kata oncall namun sangat jarang menemukan orang yang dipanggil karena hal ini. barulah ketika bekerja, saya sering mendengarnya dan saya juga sering dipanggil karena memang terjadwal, haha.

Dari cerita beberapa teman, hampir setiap rumah sakit swasta menerapkan hal yang sama seperti ini. system oncall maksudnya. Ada yang jaganya pagi atau siang, lalu malamnya oncall. Kalau di kami, ada jaga pagi, siang, jaga malam, dan ada oncallnya juga.

Dan jadwal oncall pun berbeda-beda tiap rumah sakit, tentu saja karena kebijakannya juga berbeda. Ada beberapa rumah sakit yang menerapkan jadwal oncall perminggu. Jadi, semisal ada empat tim operasi dalam kamar operasi tersebut, maka satu tim akan jaga oncall seminggu selama satu bulan. seminggu jaga oncall lalu tiga minggu lainnya tidak oncall alias libur oncallnya. Biasanya kalau memakai system seperti ini, tim operasi yang oncall akan dijagakan sore, sehingga kalau malam ada operasi, maka pagi harinya masih bisa istirahat untuk kemudian jaga sore lagi untuk hari berikutnya.

Lalu, ada juga yang jadwal oncallnya berbeda-beda harinya. Dalam seminggu bisa jaga oncall dua sampai tiga kali. Atau biasanya, dalam sebulan bisa jaga oncall delapan sampai sembilan kali. Kalau system seperti ini, maka paginya akan dijagakan pagi, lalu malam terjadwal oncall, lalu esoknya akan jaga siang. Sehingga paginya masih bisa istirahat. Inilah yang diterapkan di ruangan tempat saya bekerja.

Kalau ditanya capek atau gak. Pertama kali saya dimasukkan tim oncall, rasanya memang gak karuan. Badan ini rasanya pegal-pegal. Bagaimana tidak, yang biasanya malam digunakan untuk istirahat, ini digunakan untuk kerja. Dan operasi malam pun bermacam-macam, ada yang cepat dan ada juga yang berdurasi lumayan lama. Semisal sesar, biasanya satu sampai satu setengah jam bisa selesai. Namun kalau ada operasi patah tulang, atau operasi untuk mengevakuasi perdarahan otak, tentu akan memerlukan waktu yang berbeda.

Pernah saya semalaman operasi, saat itu operasi laparatomi, semalaman disini maksudnya saya maju operasi pukul Sembilan malam sampai pukul tujuh pagi. Saat itu memang operasinya ada penyulit hingga memerlukan waktu yang lama. Pernah juga, saat operasi ORIF pada multiple fraktur atau patah tulang yang ada di beberapa tempat, dari jaga sore, sekitar pukul empat, operasinya dimulai setelah setelah shalat ashar, dan selesainya pukul empat pagi, saat ayam pada berkokok dan sekalian siap-siap mau shalat shubuh. Kalau operasi yang barusan, saat itu saya pas jaga sore dan malamnya terjadwal oncall, sehingga nerus untuk menyelesaikan operasi.

Lalu pernah juga dipanggil jam 12 malam, jam 1 dini hari, jam 3 dini hari, dan juga jam 4 dini hari seperti tadi pagi. Pernah juga, saya dan juga teman yang lain, dipanggil karena ada operasi craniotomy atau operasi bedah saraf, semisal pengangkatan perdarahan di otak karena pasiennya terjadi kecelakaan, ada juga kasus patah tulang yang lukanya terbuka dan harus segera dibersihkan, dan beberapa kasus operasi sesar karena berbagai penyebab yang menyebabkan harus segera dilakukan operasi saat itu juga.

Nah, mengapa ada oncall? Salah satu sebabnya adalah kamar operasi untuk operasi terjadwal dan emergency menjadi satu. Sehingga jika ada pasien yang datang ke UGD, semisal terjadi kecelakaan dengan patah tulang diserta luka terbuka, atau ibu-ibu hamil yang harus segera melahirkan yang dalam kondisi ini memerlukan tindakan pembedahan, maka OK atau kamar operasi akan segera dihubungi untuk mempersiapkan tim operasi untuk melakukan tindakan pembedahan.

Berbeda dengan rumah sakit pemerintah yang sudah ada pembagian kamar operasinya menurut terjadwal atau emergency nya. Tentu saja rumah sakit pemerintah yang besar atau yang setingkat rumah sakit pusat. Ada kamar operasi yang memang hanya untuk operasi terjadwal atau lebih mudahnya disebut Istalasi Bedah Sentral (IBS), dan ada juga kamar operasi yang khusus menangani operasi-operasi yang masuk kriteria emergency yang bisanya terletak di IGD. Kalau rumah sakit pemerintah yang setingkat daerah, masih ada juga yang kamar operasi terjadwal dan emergency nya masih digabung menjadi satu.

Menunggu pagi, bisa dilakukan dimana saja. Ada yang bangun untuk shalat malam sekalian menunggu shubuh. Ada juga yang begadang karena menonton pertandingan bola. Ada juga yang gak tahu sebabnya menjadi jamaah imsoniah sehingga ikut-ikutan menunggu datangnya pagi. Dan saya, seperti tadi pagi, bisa bergabung dengan yang lain untuk menunggu pagi dengan datang oncall ke rumah sakit karena ada operasi emergency.

Alhamdulillah, setelah waktu demi waktu terlewati, akhirnya jiwa dan raga ini mulai bisa beradaptasi dengan hal ini. jika pertama kali dulu badan rasanya gak karuan, setidaknya saat ini sudah tidak seperti itu. sudah tertular kebiasaan begadangnya, hehe. Semoga, lewat pekerjaan ini, kami bisa masuk golongan orang-orang yang bisa membantu orang lain, bisa bermanfaat bagi orang lain. Seperti sebuah ucapan yang sering saya dengar bahwa sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi sesama. Wallahu ‘alam.

Batam, 6 September 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

Iklan

7 Tanggapan to “Menunggu Pagi”

  1. devisariha 6 September 2013 pada 5:08 am #

    aq mampir lagi nih kak….
    menurutku tulisan kakak nggak acakadut koq sudah bagus, enak dibaca lagi.
    Pasti waktu baca kalimat di atas senyum2 sendiri dech. Ha ha
    Terus update ya… SEMANGAT!!!!!

    • arsyad syauqi 9 September 2013 pada 12:25 am #

      aamiin, terima kasih doanya, semoga bisa tetap menulis dan suatu saat kumpulan cerita ini bisa terbit dalam sebuah buku. 🙂

  2. aboy 19 Juni 2015 pada 6:09 am #

    Salam kenal. Blognya bagus, sepertinya saya akan mampir lagi untuk lihat2 😀 Oya, kalau boleh tahu untuk pelatihan perawat kamar bedah yang tiga bulan, apakah harus menginap selama 3 bulan itu di suatu tempat atau bisa pulang pergi? Misalnya domisili di Jakarta & pelatihannya jg diadakan di Jakarta. Mohon diinfokan, trims

    • arsyad syauqi 19 Juni 2015 pada 7:21 am #

      Terima kasih atas apresiasinya :D, padahal blog saya masih acakadut. Oya, ttg pelatihan kamar bedah, tergantung institusinya, ada yg menyediakan asrama, tapi kebanyakan tidak. Jadi harus ngekos sendiri. Btw, masih kuliah ya?

      • aboy 19 Juni 2015 pada 6:34 pm #

        Iya, in syaa Allah sebentar lagi lulus. Lagi mencari info tentang pelatihan keperawatan yang berguna untuk dunia kerja, maklum calon fresh graduate masih bingung mau kerja di bidang apa dan dimana

      • arsyad syauqi 19 Juni 2015 pada 8:55 pm #

        kalau mau pelatihan, biasanya rumah sakit yang dituju agak susah kalau daftar mandiri. Coba minta bantuan ke kampus, boleh jadi akan lebih mudah. Kalau mau pelatihan, bisa memilih UGD, ICU, HD, Kamar bedah, Anestesi, dan CWCCA. sesuai dengan minat juga. Kalau saya dulu, minat dengan bidang bedah, jadi ambil pelatihan kamar bedah. semoga bisa membantu.

      • aboy 20 Juni 2015 pada 11:21 pm #

        oh begitu, baiklah trims infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: