Saatnya Bergerak Bersama Dynamic Duo

16 Agu

#Turn On 49

Bisa jadi, 2 orang inilah yang berperan mengeluarkan saya dari rasa takut untuk berpentas seni. Setidaknya, kalau bersama mereka, semangat untuk melakukan suatu atraksi yang membuat saya masih canggung itu berkurang, bahkan ada suatu ketika, hilang, hanya semangat untuk melakukan gerak dan lagu yang ada.

Adalah Angga Pratama, teman sekaligus seorang pemimpin regu bayangan saat saya terpilih bersama 9 orang lainnya, tergabung dalam regu Elang, ketika kami mengikuti Jambore Cabang tahun 2003 lalu, tepatnya tanggal 29 mei sampai 1 juni, bertempat di Bumi Perkemahan Menawan, Gebog, Kudus.

Saat itu, kemampuan saya di bidang kepramukaan bisa dibilang paling rendah jika dibandingkan dengan teman-teman, saya. Selain dari segi fisik yang kala itu bertempat di barisan nomer 9 dari 10 orang, saya juga terkadang merasa masih minder dengan kesembilan teman saya yang berada dalam satu regu. Bagaimana tidak, seakan tiap orang memiliki kemampuan khusus masing-masing, seperti elemen khusus yang ada dalam komik Naruto. Lhah, malah sampai Naruto.

Sebut saja Angga, saat itu dia masih kelas VII, namun sudah menjadi Pinru atau pemimpin Regu, kemampuan memimpinnya bisa diandalkan, dan kelebihannya, di bidang pentas seni gerak dan lagu. Lalu ada Andika, Rendi, Agus, dan Fitriyanto yang mereka memliki fisik serta kemapuan yang masih diatas saya. Lalu dari sekolah saya, ada Suwandi yang jago teknik kepramukaan, ada Sholih yang merupakan calon pradana di kemudian hari, serta Ulum yang mudah akrab dengan siapapun. Ada satu orang lagi, Solekan, yang selalu bisa menghangatkan suasana. Dan saya, haduh, kok bisa terpilih bareng mereka ini ya.

Saat itu, modal saya hanyalah suka ikut mbolang kemana-mana, suka ikut kemah dimana saja, dan ditambah sedikit kemampuan berbeda dibanding yang lainnya, saya hafal dan paham akan sandi Morse. Yang lain memang bisa, namun kecepatan saya saat itu dalam memecahkan sandi ini, sedikit lebih cepat dibanding yang lainnya. Selain itu, soal tali temali, soal peta pita, peta panorama, dan segala macam jenis kemampuan lainnya, tersebar merata di masing-masing personil dalam regu ini.

Saat itu saya mulai belajar tentang arti perbedaan yang menyatukan, belajar tentang arti perbedaan yang saling menguatkan, serta belajar tentang arti perbedaan yang tidak perlu diributkan, karena perbedaan inilah regu kami menjadi kuat.

Semua jenis latihan saya bisa ikuti, sampai pada latihan gerak dan lagu atau yang biasa disebut dance. Wah, saya ragu untuk ikut, padahal kalau melihat latihannya sungguh sangat bersemangat. Saat itulah, pertama kalinya saya belajar untuk bergabung untuk belajar pentas seni.

Lagu yang digunakan untuk mengiringi dance ini adalah sebuah lagu dari grup vokal N’Sync, yang sampai sekarang masih sering saya putar di gadget saya, judulnya adalah It’s Gonna Be Me.

Angga sendiri yang turun tangan untuk melatih kami semua, latihan koreografi diberikan kepada 9 orang dengan waktu yang sangat terbatas, hanya 3 hari. Setelah berbagai gerakan yang diajarkan, masih terlihat tampilan acakadut, amburadul, karena beberapa dari kami sungguh kaku dalam menggoyangkan lengan serta kaki ini, seperti anggota tubuh ini kompak untuk melawan tuannya. Dan akhirnya, diputuskan ada 5 orang yang tampil untuk mewakili regu, dan saya? Jreng, jreng, jreng, alhamdulilah tidak terpilih, haha. saya memang senang saat ikut latihan, namun untuk saat itu, kemampuan saya belum bisa menyamai mereka yang sudah lama latihan, kalau dipaksakan untuk ikut, saya hanya akan merepotkan tim.

Dalam perkemahan Jambore Cabang ini, Alhamdulillah regu kami berhasil menyabet juara tergiat satu serta berkesempatan untuk mengikuti Jambore Daerah yang saat itu akan dilaksanakan tanggal 6-11 Juli 2003 di Kebumen. Banyak pelajaran yang bisa saya pelajari, dari berbagai teman, dari berbagai aktifitas, serta dari lingkungan yang setiap saat kami datangi.

Lalu yang kedua, teman sekaligus saudara saya, Yusrul Hana. Saudara yang bisa dibilang cakap serta cakep, serta bisa membuat kepincut banyak teman perempuan ini, karena penampilannya yang seperti actor korea, haha. selain cas cis cus ngomong bahasa inggrisnya, keahliannya untuk membuat gerakan yang pas senada dengan alunan musik adalah sesuatu yang jarang dimiliki oleh siswa di tempat kami.

Dari kelas VII sampai kelas IX, saya berada sekelas terus bareng dia. Berbagai kegiatan yang saya ikuti, dia juga mengikutinya, dan saat kelas VIII, saya harus angkat topi saat dia terpilih secara demokratis pada pemilihan ketua OSIS periode 2003-2004. Dan saya, dengan senang hati membantu organisasi yang dia pimpin sebagai seksi kehidupan berbangsa dan bernegara, orang yang tiap ngurusi pelaksanaan upacara bendera serta apel pagi, ya, itu salah satu dari tugas saya.

Kembali lagi soal pentas seni. Yusrul adalah orang yang piawai membuat gerakan pada suatu musik. Sekolah kami, pernah menjuarai lomba senam lantas yang diadakan oleh Polres Kudus, saat ia menjabat sebagai ketua OSIS, dan dia sendirilah yang mengajari adik kelas yang tergabung dalam tim PKS (Patroli Keamanan Sekolah). Hampir tiap hari latihan diadakan, hampir tiap latihan dia tidak pernah absen untuk melatih. Dan hasilnya, sungguh sangat membanggakan. Dari sekian puluh sekolah yang mengikuti, kami berhasil menyabet juara satu lomba senam lantas saat itu.

Saya masih ingat irama lagunya, dari grup vocal A1. Liak liuk anggota tubuh mengikuti gerakan yang diajarkan. Semangat yang terus dipompa. Rasa lelah yang lama-lama bersahabat. Dan senyuman yang mengabadikan sejarah, tidak akan pernah terlupa.

Kemampuan saudara saya ini, semakin menjadi saat kami duduk di kelas IX. Saat ada lomba perkemahan, perkemahan terakhir yang saya ikuti juga saat kelas IX. Lagu Larger Than Life nya Backstreet Boys semakin disempurnakan untuk dipertunjukan. Sebelumnya, saat kelas VII, memang Yusrul mulai menggarap koreografinya, dan saat kelas IX. Sungguh, terlihat mengasikkan untuk dilakukan.

Dengan warna merah di baju, dipadu dengan celana panjang putih, malah kayak bendera kebangsaan ya, haha, kami maju untuk mempertunjukan kebolehan. Maju untuk menunjukan koreografi yang telah disempurnakan. Dengan iringan lagu Larger Than Life ini, serasa tidak ada ketakutan serta keraguan untuk tampil. Yang ada, hanya ingin bergerak, menari, serta tidak ingin waktunya segera selesai. Inilah, jika kami sudah menikmati gerak dan lagu sebagai sebuah permainan, sudah tidak menganggapnya sebuah kompetisi lagi.

Kami memang berada di urutan nomer 4 dari hasil penjurian, dan pemenang lomba hanya diambil sampai nomer 3 saja. Kami tidak merasa kecewa, kami telah menunjukan hasil terbaik dari latihan kami. Masalah menang atau kalah, itu semua wajar terjadi dalam sebuah perlombaan. Yang penting kreatifitas dan sportifitas tetap dijunjung tinggi, tidak ada kecurangan, itu sudah cukup bagi kami.Dan dalam kemah perpisahan ini, alhamdulilah kami masih bisa menjadi juara tergiat dan terbaik, karena akumulasi dari juara di lomba-lomba lainnya.

Sampai saat ini, dua lagu itu masih menjadi salah satu kenangan terbaik yang saya miliki. Dengan memutar lagi itu, saya menjadi ingat berbagai kegiatan yang pernah menjadi kegiatan yang menyenangkan saat sekolah dulu. Ingat kepada dynamic duo, ingat kepada teman-teman satu regu, ingat kepada setiap kegiatan yang mengantarkan saya sampai sejauh ini, sejauh tempat saya berada dari rumah juga, hehe.

Semoga kalian semua senantiasa sehat semua kawan, semoga kelak kita berjumpa lagi, sambil memutar lagu-lagu yang telah mengiringi salah satu keberhasilan kita di masa lalu.

Batam, 16 Agustus 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

Iklan

7 Tanggapan to “Saatnya Bergerak Bersama Dynamic Duo”

  1. devisariha 17 Agustus 2013 pada 4:40 am #

    ya kak, aq orang kudus.Tapi sekarang gi di semarang ikut ospek.
    oh ya kak, hari kemerdekaan diisi acara apa? bukan dikamar operasi kan?
    SALAM MERDEKA!!!!!

    • arsyad syauqi 18 Agustus 2013 pada 1:53 am #

      kudusnya mana tuh? ospek di kampus mana dik?

      hari kemerdekaan, upacara dong, lalu jaga siang, di kamar operasi, haha, banyak operasi sesar kemarin,

      oh iya, salam Merdeka juga !!!!! *pake iket kepala*

  2. devisariha 18 Agustus 2013 pada 1:16 pm #

    undaan lor kak, gi ospek di unnes… males nih kak…
    BEM fakultasnya nyebelin nyuruh bawa ini itu bla bla bla…
    aq nanya koq kak ga ngledek…..

    • arsyad syauqi 18 Agustus 2013 pada 1:25 pm #

      dari SMA mana dik? baca tulisanku di blog ya? aku pikir gak ada yang ngunjungin blog ini, haha

      emang aku nyebut nama? kok ada yang merasa? :p

      • devisariha 18 Agustus 2013 pada 8:12 pm #

        nanya melulu nih,aq kasih petunjuk aja ya… aq sekolah ditempat yang ekstra drumbendnya udah tampil dimana-mana,terkenal, dan nama drumbendnya spt nama sekolah tetangga. Anggap aja aq pelanggan kakak, kak arsyad tinggal nulis aja…. update tiap hari tulisannya oceeee
        Tentu aja aq langsung ‘ngeroso’ kak, wong baru kemarinnya aq nanya hal spt itu koq…

  3. arsyad syauqi 20 Agustus 2013 pada 2:44 am #

    haha, yaudah, aku berusaha gak nanya lagi deh. terima kasih ada sudah sering mampir, maaf belum bisa nyuguhin apa-apa, belum bisa beri teh hangat dan cemilah, haha.
    btw, nama blogmu apa? semoga bisa berkunjung juga..

    • devisariha 20 Agustus 2013 pada 5:27 am #

      hahaha bukan pelanggan warung makan kali kak…..
      untuk saat ini belum punya blog kak, mungkin nanti kalo udah punya leptop atau yang sejenisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: