Khataman Al Qur’an dan Cerita Tentang Perang Badr

29 Jul

#Turn On 42

Hampir dua minggu ini saya belum menulis lagi, walhasil, belum ada yang saya posting lagi, dan ternyata, rasa rindu untuk menulis Alhamdulillah muncul kembali.

Memang, sedari kemarin lagi malas – malasnya menulis, karena waktu yang ada lebih banyak saya gunakan untuk membaca Al Qur’an atau lebih dikenal dengan nama tadarusan. Saat saya jaga pagi, maka siangnya saya gunakan untuk istirahat sebentar, lalu setelah asharan lanjut tadarusan, kalau malam hari setelah isyaan, tarawihan, lalu shalat witir, lalu saya lanjutkan tadarusan.

Saya juga lagi menikmati indahnya tulisan Habib Ismail Fajrie Alatas, seorang Habib yang masih suadara dengan Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Tulisan beliau, atau sebut saja pengajian beliau lewat tulisan yang insyallah tayang tiap sore menjelang waktu berbuka, sekitar pukul 5 sore dan berakhir pukul 6. Penjabaran tentang syair sufistik #Alrashafat yang sungguh indah penulisannya sangat sayang untuk dilewatkan. Serta tulisannya Gus Awy yang moderat, enak serta mencerahkan.

Tadarusan ramadhan kali ini berbeda dengan biasanya, karena kali ini saya tadarusan sembari mendengarkan murottalnya Shaik Abu Bakar Al-Shatiri (untuk beliau, Al fatihah), seorang imam Saudi. kalau dibandingkan dengan tadarusan yang pernah saya lakukan, memang ini sedikit lebih lama, tidak apa, toh sekalian sambil belajar lagi, biar bacaan saya semakin baik dan semakin baik lagi.

Berbicara tentang Al Qur’an, Alhamdulillah saya bisa melakukan khataman pas tanggal 15 Ramadhan. Saat masuk ramadhan, Memang saya targetkan untuk mengkhatamkan sebelum saya jaga malam, yakni tanggal 16 ramadhan kemarin saya terjadwal jaga malam di ruang tempat saya bekerja. ahamdulillah, dengan izin Allah, saya bisa melakukannya, dan bisa berdoa lagi, doa yang sangat saya rindukan, yakni doa khataman Al Qur’an. Hati ini rasanya plong, dan untuk sekarang, Alhamdulillah saya bisa mulai dari juz awal lagi, mohon doanya agar saya bisa istiqomah dalam tadarusan, dalam membaca Al Qur’an serta terjemahannya, dan semoga dengan berjalannya waktu saya bisa mempelajari tidak hanya terjemahannya, namun arti yang terkandung di dalamnya melalui tafsir Al Qur’an yang telah ditulis oleh berbagai orang yang telah mempelajarinya dengan seksama.

Teringat tanggal 15 Ramadhan, ada suatu cerita menarik yang saya baca dari akun twitternya Gus Awy. Nama lengkapnya Alawy Aly Imron Muhammad, seorang staf FLP di Saudi Arabia, nama penanya Awy’ Ameer Qolawun, anda bisa mengunjungi akun twitternya dengan nama @awyyyyy. Insyallah tulisan-tulisannya mencerahkan. Berikut tulisan tentang perang Badr dari gus Awy yang tertanggal 24 juli lalu, bertepatan dengan tanggal 15 ramadhan, silahkan disimak.

  1. Jika di Indonesia, biasanya pada Ramadhan tanggal2 sekian di mana2 umum diperingati hari nuzulul qur’an…
  2. Tentu suatu tema yg sangat bagus untuk mengembalikan memori kita akan kesucian dan kesakralan al-Qur’an melalui momen hari turunnya.
  3. Walau tentu pada dasarnya sudah seharusnya al-Qur’an selalu ada dalam hati dan jiwa kita sebab ia adalah pedoman abadi kehidupan..
  4. Namun di bulan ini sebenarnya banyak sekali kejadian penting dalam sejarah Islam dan sekaligus berpengaruh pada Islam itu sendiri
  5. Salah satunya adalah perang bersejarah yg pertama kali terjadi dalam Islam, Perang Badr. Yg terjadi pada tgl 15 ramadhan.
  6. Perlu kita mengenang kembali perang bersejarah yg sangat menentukan masa depan Islam itu selamanya.
  7. Sebab andai kata kala itu tentara Islam yg dipimpin Nabi mengalami kekalahan maka bisa dipastikan Islam padam justru di awal sejarahnya
  8. Peperangan menentukan yg tidak pernah direncanakan dan tanpa ada persiapan apapun, dan ini justru keistimewaannya
  9. Menunjukkan bagaimana Islam jika dimaknai dg sebenarnya justru akan memunculkan suatu kekuatan maha dahsyat yg tiada banding.
  10. Keimanan yg kokoh dan menancap kuat justru melahirkan kepribadian yg mempunyai kepercayaan diri tinggi dan keberanian yg luar biasa
  11. Peperangan yg sangat mengherankan dalam sejarah kemanusiaan karena dihadapi bukan dg persenjataan lengkap. Tapi iman yg membaja
  12. Maka bukan hal yg mengherankan jika anggota tentara Badr yg berjumlah 313 itu mendapat “penghargaan dan keistimewaan khusus” dari Allah
  13. Sebab jasa besar mereka dalam jihad membela Islam dg menaklukkan tentara kafir yg berjumlah 3x lipat dg persenjataan sangat lengkap.
  14. Kisah pendek tentang perang badr (dan jiwa kesemangatan dalam perang itu) perlu kita ceritakan dan tanamkan ke generasi muda muslim
  15. Yg terus terang semakin jauh dari Nabinya dan sejarah perikehidupannya yg agung dan penuh pelajaran kehidupan itu
  16. Catatan penting, Rasul tidak pernah sekalipun merencanakan pertempuran ini. Tapi beliau trpaksa menghadapi resiko besar yg berbahaya itu
  17. Awal beliau keluar hanya berencana menghadang kafilah dagang kafir quraisy untuk mengambil hak harta mereka yg ditinggal di Mekkah
  18. Sebab saat hijrah meninggalkan Makkah, para sahabat Nabi meninggalkan seluruh kekayaan mereka, karena dilarang dibawa oleh kafir Mekkah
  19. Sebelum berangkat, Nabi memberi pengumuman umum saja bahwa beliau akan keluar menghadang kafilah, yg ingin ikut, silahkan.
  20. Dan tercatat sekitar 316 sahabat yg bersedia ikut, sebagian besar yg lain memilih tetap di Madinah karena (pikir mereka) hanya…
  21. …penghadangan biasa saja. Dan Nabi jg tak mempermasalahkan apapun, lalu beliau keluar dg 316 sahabatnya itu.
  22. Karena momennya penghadangan kafilah saja dan tidak jauh dari Madinah, maka para sahabat membawa senjata seperlunya saja
  23. Sebagian sahabat jg hanya membawa 13 onta dan dua orang saja yang berkuda. Nabi sendiri dengan ontanya. Sisanya infantri, berjalan kaki
  24. Itupun di tengah jalan, beliau memulangkan 3 orang sebab ada keperluan mendadak di Madinah, salah satunya Utsman bin Affan.
  25. Yg unik (dan tanpa direncanakan), seluruh sahabat besar dan tokoh2 penting Islam turut dalam pasukan penghadang kafilah ini.
  26. Hanya saja (dan ini yg tidak diperhitungkan tentara Islam), kafilah dagang quraisy mencium keluarnya Nabi dan mereka segera…
  27. …mengirim kurir ke Mekkah memberitahu tentang keberadaan kafilah dan pasukan Madinah. Nah kurir inilah provokator peperangan ini.
  28. Dengan memberi informasi seolah kafilah mereka telah dirampok besar2an oleh sahabat Nabi, pakai acara potong hidung ontanya segala
  29. Tentu saja seisi kota Mekkah terhenyak dan mereka segera mempersiapkan 1000 pasukan bersenjata lengkap untuk menyerbu Madinah.
  30. Pasukan militer besar itu segera berangkat. Singkat cerita, tim intelijen Nabi mengetahui keluarnya tentara Mekkah dan memberitahu Nabi
  31. Tidak ada pilihan bagi beliau kecuali harus menghadapi tentara kafir yg sedang kalap itu, terlebih kafilah dagang jg meloloskan diri
  32. Sebenarnya saat kafilah itu lolos, pemimpin kafilah mengirim pesan bahwa kafilah telah selamat dan tentara Mekkah baiknya kembali saja.
  33. Tetapi panglima militer kafir Quraisy, Amr bin Hisyam (Abu Jahal) menolak saran itu dan bernafsu untuk bertempur menghabisi Nabi
  34. Sempat terjadi friksi dalam militer Quraisy karena beberapa suku menolak melanjutkan perjalanan. Karena kepentingan awal adalah…
  35. Menyelamatkan kafilah, bukan bertempur dengan Nabi tanpa sebab. Apalagi masih banyak famili di pasukan Islam
  36. Namun Abu Jahal dg segala kesumat dan kesombongannya serta kekuatan sukunya menekan suku2 lain untuk melanjutkan perjalanan.
  37. Maka mau tak mau mereka berjalan terus menuju pertempuran yg sebenarnya tidak pernah diinginkan itu.
  38. Dari pihak Nabi sendiri saat mendapat informasi bahwa tentara Quraisy di bawah komando Abu Jahal menginginkan perang, beliaupun…
  39. …mengumpulkan tokoh2 besar sahabatnya baik dari Mekkah (Muhajirin) dan Madinah (Ansor) untuk berunding apa sebaiknya yg dilakukan.
  40. Seluruh orang muhajirin setuju menghadapi tentara kafir itu, meski senjata seadanya. namun Nabi tidak hendak memaksa orang Ansor
  41. Karena dalam draft piagam Madinah yg disepakati tidak ada keharusan bagi Ansor untuk bertempur di area luar kota Madinah.
  42. Dan Nabi ingin tahu pendapat mereka. Ternyata orang Ansor pun bersedia bertempur membela Nabi dalam keadaan apapun.
  43. Singkat cerita, akhirnya dua pasukan tak seimbang itu bertatap muka. Keadaan sangat tegang, sebab boleh dikata ini adl perang saudara
  44. Hari itu, 15 Ramadhan 2 H. Hari yg tak akan pernah dilupakan oleh siapapun dari kedua belah pihak, khususnya tentara Islam
  45. Tentara yg berangkat tanpa pernah berlatih, tanpa senjata lengkap dan tanpa persiapan apapun. Hanya persiapan iman yg luar biasa saja
  46. Malam sebelum pertempuran berkecamuk, Nabi berdoa habis2an pada Allah. Bahwa jika pasukan islam ini binasa…
  47.  …maka Allah selamanya tak akan disembah lagi di muka bumi ini. Nabi berdoa mengangkat tangan memohon sampai selendangnya terjatuh
  48. Matahari semakin naik, kedua tentara telah saling berhadapan. Nabi turun langsung mengatur tentara ini dg strategi2 baru yg cukup asing.
  49. Sebelum perang berkecamuk sempat terjadi duel perang tanding antar dua pasukan. Dan 3 tentara Islam sukses membabat 3 tentara kafir.
  50. Setelah itu perang berkecamuk dg luar biasa. Bulan puasa yg panas itu semakin memantik api pertempuran.
  51. Dengan penuh keberanian tentara Islam bertempur membabibuta menghadapi serbuan tentara kafir quraisy yg sebenarnya mentalnya sedang down
  52. Memang ada bantuan dari langit yg datang, namun strategi tempur yg diterapkan Nabi mampu memporakporandakan barisan militer quraisy
  53. Menjelang sore pertempuran itu berakhir dg kaburnya sebagian besar tentara quraisy sebab ternyata yg banyak terbunuh adl jendral2 mereka
  54. Salah satunya Abu Jahal, Panglima besar mereka yg tewas mengenaskan dg kepala terpisah dari badannya. Itu yg membuat tentaranya kabur
  55. Sekitar 70 tokoh quraisy yg terbunuh dan 70 lainnya tertangkap oleh pasukan Islam. Pertempuran yg benar2 luar biasa
  56. Usai perang, Nabi tidak langsung balik ke Madinah, tapi berdiam 3 hari di Badr, berjaga2 siapa tahu tentara kafir Mekkah kembali lagi
  57. Saat itu jg beliau mengirim kurir untuk mengirimkan kabar gembira ke Madinah perihal kemenangan gilang gemilang tentara Islam di Badr
  58. Suasana segera berubah di Madinah dg kebahagiaan dan kebanggaan luar biasa. Perasaan begitu berkecamuk khususnya yg tdk ikut..
  59. Antara gembira, bangga, sekaligus menyesal kenapa saat Nabi mengumumkan penghadangan kok memilih tidak ikut.
  60. Terlebih setelah ada kabar langit bahwa 313 orang ini mendapat ekselensi sebagai kelompok terbaik di muka bumi. Terkenal dg Badriyyin
  61. Sebaliknya di Mekkah keadaan seolah gempa bumi yg menghancurkan segalanya. Kesedihan tak tergambar, teriakan tangisan pecah di mana2
  62. Ditambah kebiasaan Arab kuno jika ada kematian, wanita2nya memukul2 kepala, merobek2 baju, menabur2kan debu ke wajah seperti orang edan
  63. Perang yg membuat Mekkah bermuram durja dan membuat Madinah semakin cerah bercahaya.
  64. Seketika itu juga nama Nabi dan kaum muslimin mencuat di Jazirah, mereka jadi buah bibir di manapun, banyak suku kuat yg keder
  65. Tidak mengira jika muncul kekuatan baru yg meski dg sedikit pasukan saja mampu memukul mundur militer terkuat jazirah. Kafir Makkah
  66. Nabi pun pulang kembali ke Madinah dg kebahagiaan yg tak bisa digambarkan. Begitu pula kaum muslimin, kepercayaan diri semakin menguat.
  67. Sementara ke-70 tawanan perang itu diperlakukan dg manusiawi, tidak diapa2kan dan boleh bebas dg tebusan
  68. Atau jika tidak mampu menebus diri dg nominal yg ditentukan, mereka cukup mengajari 10 anak madinah baca tulis sampai bisa.
  69. Banyak sekali pelajaran2 kehidupan yg bisa kita petik dari perang Badr ini. Pelajaran langsung dari sang Junjungan kepada ummatnya.
  70. Bahwa kualitas jauh lebih penting dari kuantitas. Al-kaif ahammu min al-kam
  71. Bahwa seseorang yg tidak takut akan kematian, mampu mengeksplorasi seluruh kemampuan terbaik dalam dirinya.
  72. Bahwa kepercayaan diri tinggi (high confidence, attsiqoh binnafs) mampu mengantar pada kesuksesan tanpa takut akan halangan2
  73. Bahwa kesuksesan, tidak akan datang begitu saja. Harus ada persiapan dan strategiuntuk menjemputnya.
  74. Bahwa jangan pernah meremehkan kekuatan lawan. Meski kecil jika diremehkan mampu menjadi kerikil tajam yg menjungkalkan.
  75. Bahwa seluruh usaha keras harus disertai jg dg doa yg keras agar hasilnya segera tampak di depan mata.
  76. Bahwa muslim yg baik adl muslim yg selalu santun dan ihsan dalam keadaan apapun, meski perang. Tdk melakukan perusakan2 semau sendiri
  77. Bahwa perang dalam Islam adl hanya bagian dari jihad dan ia adl alternatif terakhir saat keadaan menuntut dan mendesak untuk itu.
  78. Bahwa kerendahan hati dan rasa tadhorru’ (berserah diri total) pada Allah akan menolong seseorang dalam keadaan yg sangat genting.
  79. Bahwa muslim yg baik adl yg tahu kapan saatnya untuk maju dan kapan saat mundur dg penuh perhitungan yg matang.
  80. Bahwa musyawarah adl sistem terbaik untuk memecahkan suatu masalah. Dan kemauan tanpa musyawarah sering mengacaukan tatanan
  81. Dan masih banyak lagi pelajaran yg bisa kita petik dari perang Badr. Moga menambah ilmu dan mencerahkan. Selamat menunaikan ibadah puasa

Batam, 30 Juli 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: