Suara-Suara Masa Depan

18 Jul

#Turn On 40

Tatkala rintik hujan sedang membasahi kota ini, saya jadi membayangkan, bagaimana rintik hujan yang turun itu tidak serta merta langsung turun begitu saja. Rintik hujan yang sampai ke permukaaan bumi ini kemudian melaju dengan izin Sang Maha Kuasa untuk menuju ke sebuah tempat yang begitu luasnya, ya, laut. Kemudian, dengan adanya cahaya mentari yang mengenainya, perlahan air itu menjadi uap yang sering tidak terlihat oleh mata, namun, kita percaya adanya proses penguapan ini, air laut menguap untuk kemudian berkumpul menjadi awan, awan-awan yang terbentuk kemudian berkumpul, dan atas izin TuhanNya, turunlah air hujan lagi.

Sama halnya dengan uap air yang naik ke langit, saya membayangkan mungkin juga doa serta harapan yang terucap oleh kita juga seperti itu, naik ke langit untuk kemudian bertemu dengan Sang Maha Mendengar serta Sang Maha Pengabul segala doa. Doa-doa yang dilantunkan oleh setiap manusia itu naik, tidak terlihat oleh mata kita, untuk kemudian, seperti hujan yang turun ke bumi ini, doa kita pun akan kembali turun kepada kita.

Ucapan-ucapan baik pun begitu juga, kita sering mendengar cerita bahwa air putih yang diberikan ucapan-ucapan baik akan merubah struktur partikel yang ada di dalamnya, strukturnya berubah dan dapat memberikan manfaat bagi yang meminumnya. Begitu juga dengan kita, tubuh kita sebagian besar terdiri atas air, sehingga, setiap ucapan kita pun akan sangat mempengaruhinya.

Semisal anak kecil, jika sedari kecil sudah diajari atau terbiasa mendengarkan hal baik serta ucapan baik, maka dalam masa pertumbuhannya, dia juga akan mengeluarkan perkataan serta tingkah laku yang baik juga. Santun dalam berucap, sopan dalam berperilaku. Berbeda dengan anak kecil yang tumbuh dalam lingkungan yang membiasakan dirinya mendengar hal serta ucapan yang kurang baik, sering mendengar caci maki, sering mendengar suara pertengkaran, maka dalam pertumbuhannya, akan sangat sulit bagi kita untuk mendengar kata-kata yang santun, apalagi tingkah laku yang sopan.

Jika anak dibesarkan dalam suasana pertengkaran, bisa jadi saat dewasa ia menjadi orang yang suka berkelahi. Jika anak dibesarkan dalam suasana penuh caci maka, bisa jadi saat dewasa ia menjadi orang yang lebih ahli memaki. Jika anak dibesarkan dalam suasana saling merendahkan, bisa jadi saat dewasa ia menjadi orang yang tidak peduli. Dan seterusnya.

Sebaliknya juga, jika anak dibesarkan dalam suasana saling menghargai, bisa jadi saat dewasa ia menjadi anak yang penuh toleransi. Jika anak dibesarkan dalam suasana penuh tanggung jawab, bisa saat dewasa ia menjadi anak yang mandiri. Jika anak dibesarkan dalam suasana harmonis, bisa jadi ia tumbuh menjadi orang yang mudah bergaul dengan sesama. Dan seterusnya.

Begitu juga dengan ucapan sekitar serta orang tua juga. Apabila sedari kecil dibiasakan untuk mendengar doa serta harapan, maka lambat laun ia akan tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri, optimis, serta berhati lembut. Karena setiap ucapan baik, doa yang baik, serta harapan-haparan yang berulang-ulang didengarkan, akan membentuknya menjadi pribadi yang mengerti bahwa dia butuh bantuan Sang Maha Pemberi. Ucapan serta tingkah lakunya tidak asal, tetapi semua berdasar pada hati yang penuh dengan kebaikan.

Teringat pada sebuah dialog dalam sebuah film yang berjudul “Taare Zamen Par”, dikisahkan dalam sebuah pulau, untuk merobohkan pohon yang besar tidak dibutuhkan peralatan memotong layaknya gergaji, kapak, dan alat-alat sejenisnya. Namun, cara merobohkan pohon tersebut adalah dengan cara masyarakat yang ada di pulau tersebut melingkar mengelilingi pohon, lalu mereka meneriakkan kata-kata kasar, ucapan caci maki dan segala macam jenisnya, kemudian pohon itu akan tumbang dengan sendirinya. Kita tahu, pohon juga termasuk makhluk hidup, yang ketika mendengar ucapan yang kurang baik pun, menjadi seperti itu. lalu, bagaimana dengan manusia yang ada disekitar kita?

Doa serta ucapan yang dilantunkan, pasti akan didengar olehNya. Pasti. Tidak ada keraguan sedikitpun. Mari kita memperbaiki diri dengan memperhatikan ucapan kita. ucapan-ucapan yang baik akan membentuk masa depan kita. ucapan kita yang sekarang, adalah suara-suara masa depan yang sudah terlihat. Terima kasih bagi pribadi yang senantiasa saling doa mendoakan, saling berbagi harapan, saling mengingatkan jika ada kesalahan, karena kita tahu, manusia adalah tempatnya segala khilaf, segala macam kesalahan.

Mari berbenah diri dengan mengiringi kesalahan yang kita buat dengan kebaikan juga, sembari terus berdoa dan berharap kepada Sang Maha Kuasa, semoga kita diberi kesempatan untuk bisa memperbaiki diri, serta dipertemukan dengan orang yang mau dan mampu mengingatkan disaat kita melakukan kesalahan dan terus mendorong kita agar selalu semangat untuk melakukan kebaikan, apalagi di bulan yang penuh berkah ini

Batam, 18 Juli 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: