Pohon Harapan

14 Jul

#Turn On 38

Perlahan-lahan air itu turun dari langit. Turun dengan suaranya yang khas, dengan auranya yang khas. Butir-butir air yang turun dalam jumlah banyak serta dalam spectrum yang luas itu sering kita sebut dengan nama hujan.

Hujan, ah, saya selalu suka dengan hujan. Karena dalam hujan, Sang Maha Pencipta menunjukkan kebesaranNya. Dengan turunnya hujan, turun juga berjuta-juta malaikat yang mengiringinya. Dengan turunnya hujan, bumi ini menjadi tidak kering. Dengan turunnya hujan, denyut kehidupan kembali terasa. Di atas dan di bawah bumi, di sekeliling kita, bahkan hati kita ini mejadi lebih hidup di kala hujan turun. Hujan juga mengajarkan, bahwa tidak selamanya waktu yang ada hanya seperti itu saja, namun dengan adanya hujan, aka nada harapan setelah semua itu selesai, ya, atas izinNya, akan ada sebuah pelangi indah yang menghiasi cakrawala, dengan bentuk setengah lingkaran dengan warna merah, jingga, kuning hingga ungu yang sangat mengesankan hati. Ah, indahnya keberagaman dalam kesatuan itu.

Dalam rinai hujan, yang semakin lama makin deras, terdapat rahasiaNya. Rahasia yang hanya disingkap oleh mereka yang mengerti dan memahami, bahwa ketika hujan, adalah salah satu waktu yang sangat baik untuk berdoa kepadaNya. Karena waktu hujan, banyak malaikat yang mengunjungi bumi ini. karena waktu hujan, adalah masa dimana kita diingatkan dan diberi pelajaran sekaligus olehNya, bahwa kita ini kecil, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kuasaNya yang begitu besar. Bahwa kita ini hanyalah debu yang terbang kesana kemari, yang sering tidak tentu arah, dalam Susana hujan, kita diberi pelajaran, bahwa kita sesungguhnya sangat butuh Dia, ya, sangat butuh.

Air hujan yang jatuh, membasahi dedaunan hijau yang menempel pada dahannya. Perlahan jatuh ke bumi, meresap, masuk ke dalam rongga-rongga tanah yang sebelumnya gersang, kering, seakan penuh dengan keputus-asaan. Butiran air masuk, ada menggenang di bawah sana yang kemudian menjadi cadangan air tanah yang semenjak lama telah menghidupi banyak manusia yang mengambil manfaat darinya, melalui sumur-sumur yang ditimba, melalui sumur-sumur yang di bor, melalui berbagai cara untuk kebutuhan jasmani mereka. Butiran air itu ada juga yang masuk ke dalam akar-akar pepohonan, yang selanjutnya melalui proses kapilarisasi, yang tentu saja atas izinNya, naik melalui sel-sel kayu pohon itu, mengaliri akar, batang, dahan, ranting, serta daun itu sendiri. Butiran air itu, memberikan hijau kesegaran, mengajarkan kepada kita akan adanya harapan di setiap kejadian.

Dalam setiap daun yang tumbuh, yang menempel di ranting-ranting pohon itu, terdapat harapan yang tertulis disana. Harapan setiap manusia yang setiap malam mengucapkan doa serta harapannya. Dari hati yang paling dalam ia berdoa, berharap, sehingga melalui lisan yang anggun itu, kata-kata terangkai kemudian terucap, menjadi sebuah energi yang mampu membangkitkan semangat, memberikan asupan jiwa bagi yang mendengarnya.

Dalam setiap hijaunya daun itu, diajarkan tentang makna kehidupan. Daun yang hijau itu juga adalah sebuah proses yang berawal dari warna gelap yang kemudian menjadi terang, hijau terang yang mencerahkan, hijau terang yang menyegarkan, hijau terang yang menenangkan, yang memberikan kehidupan bagi sekelilingnya, hijau tenang yang memberikan manfaat dengan oksigen yang diproduksinya. Panas yang diserap dari semesta, yang dipadu butiran air hujan, melalui sebuah proses yang sekali lagi atas izinNya, memberikan kesegaran bagi siapa saja yang menghirup udara segar yang dikeluarkannya. Semua itu memberikan pelajaran, bahwa tidak selamanya panas yang kita terima hanya akan menjadi sebuah kerusakan. Layaknya dedaunan yang mendapatkan panas dipadukan dengan air yang diserap dari tanah, sehingga akhirnya bisa memberikan manfaat bagi banyak makhluk yang disekelilingnya. Kesegaran yang dihirup oleh tiap-tiap yang melintas, menghasilkan energi, membuahkan harapan.

Hujan memberikan kehidupan pada pohon yang ada, dan pohon menumbuhkan dedaunan yang memberikan tauladan akan adanya banyak harapan yang muncul, ya, tiap daun berarti satu harapan yang bisa kita tuliskan, bisa kita ungkapkan, dan waktu yang sering mengena di hati ini adalah tiap malam dalam renungan, dalam sebuah cerita yang disampaikan, oleh seseorang yang terus mengucapkan doa dan harapan, olehnya, oleh ucapan indah yang mengiringi waktu mata ini mulai terpejam, oleh suara yang mengiringi raga serta jiwa ini memasuki dunia mimpi, semoga kita semua selalu bisa merasakan sejuknya rinai hujan yang selalu menyejukkan hati.

Batam, 14 Juli 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: